⚠️ TYPOS ⚠️
•
•
Dua orang agen mata-mata profesional itu dibayar mahal untuk mencari sebuah alamat namun mereka hanya berbekal sebuah nama dan selembar foto.
Johanna membuat kesepakatan dengan mereka untuk mencari di mana Bianca tinggal saat ini.
Titel pro mereka yang dipertaruhkan menciptakan kerja keras untuk memuaskan pelanggan yang—kali ini—katanya bukan orang sembarangan, seseorang yang begitu berpengaruh terbang langsung dari Netherland.
Mereka memulainya dari sebuah desa yang jauh dari ibukota, tempat di mana Bianca sekolah, dan bekerja.
Latar belakang terperinci yang berhasil dikorek membawa mereka pada sebuah langkah, mengekori anak kecil berseragam sekolah dasar.
Keduanya berulang kali saling melempar pandang meskipun setia mengekori bocah laki-laki tersebut.
"Kita nggak salah kan?"
"Iya, namanya Jupiter. Kapan sih kita dapat info salah."
Sebenarnya mereka tidak hanya berdua, mereka dikawal dua orang bule yang cukup membuat mereka gugup. Johanna tidak menaruh kepercayaan sepenuhnya kepada mereka sehingga mengutus anak buahnya untuk ikut.
"Infonya anaknya kembar, mana satu lagi?"
"Ya entahlah—lah?!"
Kedua agen mata-mata itu terkesiap saat langkah Jupiter membawa mereka—tanpa sadar—berada di depan kantor polisi.
"Mereka ikutin saya dari sekolah, tolong ditangkap, pak polisi, sepertinya modus penculikan," tukas Jupiter, sejak awal tahu bahwa ia diikuti oleh dua orang dewasa sejak keluar dari sekolah, "bapak polisi liat sendiri mereka sama orang asing, sepertinya saya mau dijual ke luar negeri."
Tak sempat mengelak, mereka diringkus polisi dan kini berakhir di seberang meja interogasi. Ya, mereka berempat.
~oOo~
"Kantor polisi?"
Johanna memastikan, sambil berulang kali mencoba menjaga nada suaranya, karena tidak ingin Richard mendengar dan mencium kecurigaan tentang kinerjanya yang kini tidak becus.
"Bagaimana bisa?!" Johanna mendesis kesal.
"Mereka mengikuti anak kecil dan anak kecil itu membawa mereka ke kantor polisi."
Johanna membeo tidak percaya, benarkah yang ia bayar mahal adalah agen mata-mata profesional?
Bagaimana bisa mereka berakhir diseret ke kantor polisi oleh anak kecil?
"Apa mereka idiot? Kenapa malah berakhir di kantor polisi?!"
"Kantor polisi?"
Sialnya Johanna tidak bisa menahan rasa geramnya kali ini hingga kemarahannya terdengar oleh Richard yang baru saja selesai mandi, pria itu melangkah sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk.
Richard duduk di sofa lalu menatap Johanna penuh tuntutan, untuk menjelaskan.
"Aku salah merekrut orang untuk mencaritahu di mana Bianca tinggal, mereka malah menguntit anak kecil dan berakhir di kantor polisi."
KAMU SEDANG MEMBACA
After Bad
RomansaSetelah menjadi korban dan dilimpahkan tanggung jawab atas kesalahan yang tidak dilakukannya, Bianca dipecat secara tidak hormat. Dedikasinya selama bertahun-tahun di perusahaan yang selama ini dia yakini sebagai rumah kedua itu tercoreng, Bianca di...
