keduapuluhenam

1.5K 102 19
                                        

Chenle gelisah menunggu di rumah. Perasaannya campur aduk. khawatir, takut, sekaligus tidak tenang membayangkan kemungkinan terburuk yang bisa menimpa keluarganya.

"Jie, lo ke mana sih?" gumam Chenle resah, berjalan mondar-mandir di kamarnya. Sudah berkali-kali ia mencoba menghubungi Jisung, tapi panggilan teleponnya tak juga dijawab.

Chenle berhenti di depan jendela, menatap keluar dengan tatapan kosong. Hatinya semakin tidak karuan. Ingin menelpon sekali lagi berharap Jisung menjawab tapi keinginannya terhenti karena Chenle melihat sebuah mobil hitam berhenti tepat disebrang rumahnya.

"Siapa itu?? " Gumam Chenle berusaha berpositif thinking.

Tapi bagaimanapun pikiran positif yang Chenle bayangkan dia tetap tidak bisa tenang.

Orang yang berada di dalam mobil keluar, terdapat dua orang. Salah satu orang menutupi wajahnya menggunakan topeng. Ada juga yang menutupi wajahnya menggunakan masker ditambah tudung hoodie yang menenggelamkan tubuh orang itu.

Jantungnya berdegup kencang ketika melihat kedua orang itu berjalan perlahan ke arah rumahnya.

Beruntung rumah sudah terkunci rapat. Meski begitu, rasa takutnya tidak berkurang karena mau bagaimanapun dobrakan dari dua orang itu bisa meruntuhkan pintu rumahnya.

Chenle sempat berpikir untuk kabur, namun langkahnya terhenti saat menoleh ke arah jendela. Dadanya mendadak sesak. Dari balik tirai, ia melihat beberapa mobil lain yang datang satu per satu, berhenti dan berderet di depan rumahnya.

Beberapa mobil itu terparkir begitu dekat. bahkan lebih dekat dibanding mobil hitam pertama.

"Kenapa bisa banyak kayak gini" Jika orangnya sebanyak ini dia tak mungkin bertahan dirumah ini.

Chenle menelan ludah, tubuhnya bergetar. “Nak, kayaknya kita harus kabur sekarang…” bisiknya. Ia tahu, ucapannya itu berarti melanggar pesan mommy-nya. Tapi Chenle tak punya cara lain, jika dia bertahan dirumah ini sama saja Chenle tidak memberi perlawanan kepada mereka.

Chenle kemudian melangkah perlahan lahan turun dari tangga, ketika ia turun dari tangga. Terdengar dobrakan pintu yang sangat keras dari luar.

Orang orang itu benar benar memaksa masuk rumahnya!!!

"KELUAR LO!! SUAMI LO UDAH UDAH DALAM GENGGAMAN KAMI!! SERAHIN DIRI LO ATAU SESUATU YANG LEBIH BURUK AKAN TERJADI SAMA LO!!! " Teriak salah satu orang dari luar yang membuat Chenle mematung ditempat.

A-apa??

Suami??

Tidak mungkinkan Jisung sudah ditangkap??

BRAKK!!!

Pintu rumah itu sudah menunjukkan tanda tanda hancur. Beberapa celah membuat cahaya dari luar menerobos masuk.

Chenle tersadar dari lamunannya, ia  hendak melangkah mundur ketika tiba-tiba—

SRET!

Sebuah tangan muncul dari belakang, menutup rapat mulutnya.

“Mmmhh!!” Chenle berusaha meronta, matanya melebar panik. Tubuhnya langsung ditarik ke belakang, terjerat dalam genggaman kuat seseorang yang entah sejak kapan sudah ada di dalam rumah.

Disamping orang itu terdapat orang lainnya.

Mata Chenle membulat, dua orang itu adalah orang yang pertama kali sampai.

Jantungnya berdetak liar. Jeritannya terperangkap di tenggorokan, hanya terdengar gumaman tertahan di balik telapak tangan yang membekapnya.

"Papa akan mengulur waktu, kamu harus membawa dia secepatnya!! " Ujar orang yang lebih tua kepada orang yang lebih muda.

rise again✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang