"KARINA!! DIMANA LO!!" Pekik Jaemin seperti orang kesetanan.
Setelah pesawat yang jaemin tumpangi berhasil mendarat dengan selamat selama lebih dari delapan jam menempuh perjalanan, dia bergegas turun dan mencari asistennya. Lalu tanpa berpikir panjang, Jaemin melajukan mobil yang sudah disiapkan asisten nya untuk sampai ketempat Karina berada. Ke tempat dimana sang anak tengah berjuang bertahan hidup.
"Woww, tenang jaemin" Dari lantai dua, terlihat karina yang tersenyum dengan sombongnya menatap jaemin yang berada dibawah dengan remeh.
Jaemin mengepalkan tangannya. Rahangnya mengeras marah.
"Bangsat, kembaliin anak gw!! " Disis Jaemin.
"Mau anak lo? Sini dong" Karina menjawab dengan nada mengejek, membuat emosi jaemin semakin naik.
"Awas aja lo, kali ini kita selesaiin semuanya disini"
"Gw tunggu penyelesaian lo" Karina berdecih, menunduk sedikit, lalu melambaikan tangan seakan meremehkan. Setelah itu, tanpa menoleh lagi Karina berbalik dan menjauh perlahan.
Jaemin sendiri melangkah cepat ke arah pintu masuk, tapi sayangnya sebelum dia bisa masuk anak buah Karina menghalangi nya terlebih dahulu.
"Minggir!! " Dingin jaemin menatap tajam mereka semua.
Walaupun tubuh mereka besar dan mereka membawa senjata tapi itu tidak membuat jaemin takut. Yang terpenting sekarang hanyalah keselematan sang anak, itu saja.
"Lewatin kita dulu" Salah satu anak buah karina menjawab, nadanya sama seperti Karina. Yaitu nada mengejek dan meremehkan.
Jaemin kesal, dia dengan gerakan yang gesit langsung mengeluarkan pistolnya dan menembak anak buah dari Karina itu di organ vital mereka.
Anak buah dari karina tak sempat melawan karena pergerakan yang tiba tiba dari Jaemin.
"AKHHHH" teriak kesakitan anak buah Karina yang langsung ambruk dengan darah mengucur deras dari tubuhnya.
Pintu masuk seketika berubah menjadi medan perang. Anak buah Karina lainnya sontak menyerang Jaemin dengan teriakan penuh amarah.
Namun Jaemin tidak gentar. Dengan tatapan dingin, ia menembakkan peluru kedua ke arah pria yang mencoba menghantamnya dengan tongkat besi. Pria itu roboh, suaranya tercekik sebelum tubuhnya jatuh menimpa lantai keras.
“Siapa lagi yang mau mati duluan?” suara Jaemin rendah, tapi setiap katanya mengguncang ruang itu seperti ancaman maut.
Mereka terlalu meremehkan jaemin, dan itu menjadi awal kehancuran mereka.
Dua orang maju serempak, mencoba menyerbu dari arah kanan dan kiri. Jaemin berputar cepat, menendang lutut salah satunya hingga patah dan pria itu berteriak sekuat tenaga, sebelum Jaemin mendaratkan peluru ke pelipisnya.
Satu lagi berusaha menyerang dari belakang, tapi Jaemin menoleh tajam, memutar tubuh, dan menembakkan peluru ke dada pria itu tanpa ragu sedikit pun.
Suara tembakan menggema, bercampur dengan jeritan. Lantai yang tadinya bersih kini dipenuhi noda darah.
Jaemin berdecih, dia mengisi peluru pistolnya sebelum membuka pintu masuk.
BRAK!
Pintu masuk berhasil didobrak oleh jaemin.
"Lo?? " Jaemin sempat terkejut, disana terdapat seseorang yang diikat di kursi. Tubuhnya babak belur, wajahnya dipenuhi lebam dan darah. Di sekelilingnya, beberapa anak buah Karina berdiri dengan senjata, sebagian masih memegang batang besi yang berlumuran darah.
KAMU SEDANG MEMBACA
rise again✓
أدب المراهقينgo to the past season 2??? Yess. Cerita ini tentang jisung bersama Chenle yang berusaha membangkitkan nama keluarga jung kembali.
