Setelah kejadian itu, hari-hari mereka berjalan seperti biasa. Mereka bertingkah seolah-olah tidak terjadi apa-apa, dan menyimpan rapat-rapat semua rahasia, bahkan dari Jaemin maupun Haechan. Untuk saat ini, keduanya memang belum tahu apa-apa.
Kini, Jisung lebih fokus mengembangkan perusahaannya. Persaingan antara perusahaan miliknya dengan milik Karina semakin sengit, bahkan menarik perhatian banyak media.
Jisung, meskipun terbilang baru di dunia bisnis, dengan cepat mendapat kepercayaan dari para investor berkat pengaruh keluarganya dan kerja keras yang ia tunjukkan. Sementara Karina sudah lebih dulu dikenal di industri itu.
Akibatnya, segala gerak-gerik mereka selalu diawasi. baik oleh media maupun publik. Hal itu membuat Jisung semakin khawatir, terutama soal keamanan keluarganya, terlebih lagi Chenle.
Karena itulah, Jisung memutuskan untuk merenovasi dan kembali tinggal di mansion keluarga Jung.
Ia sempat berdiskusi dengan Jaemin dan Haechan. Awalnya, keduanya menolak, karena mereka tahu betul betapa banyak luka lama yang tertinggal di sana.
Namun setelah dipikirkan lebih dalam, mereka akhirnya menyetujui rencana Jisung.
Sore itu, Chenle yang tengah bersantai sambil memakan snack, menatap Jisung yang sibuk dengan tumpukan dokumen.
"Jie, renovasi mansionnya dimulai kapan?" tanyanya santai.
Jisung berhenti sejenak, menoleh ke Chenle yang sedang asik menikmati camilan di sofa.
"Eum... mungkin minggu depan. Kenapa? Lo mau ambil alih proyeknya?" tanyanya, setengah bercanda.
Chenle langsung menggeleng cepat. "Biar Mommy sama Bunda aja yang ngurusin."
Jisung hanya mengangguk, menghela napas lelah sambil merapikan berkas-berkas di mejanya. Chenle memperhatikannya dalam diam, memperhatikan bagaimana wajah serius Jisung kini semakin dewasa, jauh berbeda dari jisung yang dulu sering bercanda atau diam-diam memakan camilan tengah malam bersamanya.
Kini, mereka bukan anak kecil lagi.
Semua sudah berbeda.
Sangat.
Keduanya sudah mengambil beban yang berat.
Chenle mengusap perutnya yang masih tampak datar dengan perasaan yang tak menentu.
"Kenapa le?? " Tanya jisung khawatir melihat chenle tiba tiba terdiam sembari mengusap perutnya.
Chenle menggelengkan kepala.
"Gw cuma takut jie"
"Takut kenapa?? "
"Takut sama masa depan anak ini" Musuh dari keluarga mereka sangat banyak, rasanya mustahil sekali bagi keduanya untuk bisa menjamin kehidupan anak mereka baik baik.
Apalagi hubungan mereka yang tak menentu ini, itu membuat keraguan chenle masih ada.
Jisung menghela nafas panjang. Dia mendekat, duduk di samping Chenle dan menatapnya serius. Tangannya terulur, menggenggam jemari Chenle yang hangat. “Le… gw ngerti kalo lo takut. Gue juga ngerasa takut, sama kayak lo.”
Chenle menatapn jisung dengan tatapan yang tak bisa dijelaskan.
Jisung meremas tangannya lebih erat, membisikkan kata-kata dengan nada tegas, meski suaranya bergetar. “tapi, setakut apapun kita, Kita nggak boleh hancur. Gw nggak akan biarin kita hancur. Lo harus percaya sama gw.”
Chenle menarik napas dalam, menutup mata sejenak, mencoba menenangkan pikirannya yang berantakan. Perlahan, ia menyandarkan kepalanya di bahu Jisung, membiarkan kehangatan itu sedikit menghapus rasa takutnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
rise again✓
Roman pour Adolescentsgo to the past season 2??? Yess. Cerita ini tentang jisung bersama Chenle yang berusaha membangkitkan nama keluarga jung kembali.
