keduapuluhdua

1.3K 106 4
                                        

Chenle menemani haechan setelah itu, dia benar benar menemani mommy pergi ke makam sang daddy.

Selama di pemakaman itu, chenle tidak banyak bicara. Dia hanya diam menatap kosong ke arah sang mommy yang berdoa sembari bercerita sedikit kepada sang daddy sebelum akhirnya keduanya pergi dari makam itu.

"Udah lama ya kita ngga jalan berdua kayak gini? " Tanya haechan memecahkan keheningan pada chenle yang melamun menatap kaca jendela dengan tatapan kosong.

Chenle langsung tersadar, menoleh perlahan dan menatap Haechan sebentar sebelum akhirnya mengangguk pelan.

"Kamu kenapa? Kok kayak banyak pikiran gitu?" Tanya Haechan lagi, nada suaranya lembut tapi mengandung rasa khawatir.

Chenle tetap diam, tapi matanya tidak lepas dari wajah Mommynya yang sedang menyetir.

Hening, itu hanya bertahan sebentar sebelum akhirnya Chenle mengeluarkan suaranya.

"Mommy udah tau segalanya? " Tanya Chenle sekali lagi, dia masih memikirkan kejadian yang tadi.

Apakah Haechan sudah tau??

Tentang dia dan Jisung?

Tentang anaknya??

"Udah tau apa?" Haechan malah balik bertanya kepada Chenle.

Hal itu justru membuat Chenle kesal.

"Mom!! Lele serius!!" Nada Chenle meninggi, tak bisa menyembunyikan kekesalannya.

Haechan tetap menyetir dengan tenang, tapi sorot matanya berubah. Dalam sekali helaan napas, ia menepi ke sisi jalan, mematikan mesin mobil, lalu memutar tubuhnya agar bisa menatap anaknya dengan lebih jelas.

"Lele tanya lagi, mommy udah tau semuanya??" Tanya lirih Chenle seperti bisikan kecil ditelinga Haechan.

Haechan tak langsung menjawab. Ia menatap dalam mata Chenle. Cukup lama, seolah membaca ketakutan yang disembunyikan oleh sang anak.

"Kalau semisalnya mommy tau, kamu akan apa? " ucap Haechan serius.

Chenle menatap Haechan dengan tatapan tak percaya, matanya berkaca kaca.

"Jadi mommy bener bener udah tau? " Lirih Chenle dengan rasa takut yang menghantuinya.

Jika mommy nya sudah tau, kenapa. Kenapa dia tidak marah atau kecewa dengannya??

Kenapa ekspresi yang dibuat mommy seolah olah tidak ada apa apa yang terjadi??

Kenapa??

Haechan lebih mendekat ke anaknya, dia juga mengusap kepala Chenle dengan lembut.

"Mommy tau apa engga itu nggak penting, mommy akan marah atau kecewa itu juga ngga penting. Sekarang yang penting itu cuma kamu jujur tentang semua yang terjadi, tentang yang terjadi sama kamu ataupun sama orang yang disekitar kamu" Jelas Haechan dengan lembut penuh makna.

Chenle menundukkan kepalanya. Dia tidak bisa untuk jujur sekarang, keadaan sudah benar benar kacau untuk dirinya jujur.

"Maaf mom" Lirih chenle pelan.

Haechan mengerut keningnya kebingungan.

"Lele, lele belum bisa jujur sama mommy" Lanjut chenle sembari memainkan jarinya.

Dia sungguh takut untuk jujur sekarang.

Baginya untuk menghadapi ini sendiri sangatlah berat.

"Mommy udah tebak itu" Haechan hanya bisa menghela napas panjang.

"Tapi kamu harus inget, sayang. Semakin lama kamu bohong, semakin mommy kecewa sama kamu"

DEG

Chenle bergegas mendongak membulatkan matanya, menatap Haechan dengan tatapan terkejut.

rise again✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang