keduapuluhtiga

1.4K 102 2
                                        

Tanpa membuang waktu, Jaemin dan Haechan langsung meninggalkan tempat itu. Langkah mereka cepat, nyaris tergesa, menembus malam yang dingin.

Keduanya berpisah di bandara tanpa pulang kerumah terlebuh dahulu.

Haechan menuju negara tempat orang tuanya begitupun dengan jaemin. Keduanya tergesa gesa sampai sampai tidak sempat pulang dan memberi tau anak mereka.

Untuk urusan paspor dan dokumen perjalanan lainnya, mereka meminta bantuan asisten pribadi mereka.

Beruntung, asisten pribadi mereka bergerak cepat tanpa banyak bertanya. Dia bahkan langsung memesankan tiket untuk keduanya dan memastikan semua urusan administratif berjalan dengan lancar dalam hitungan menit.

Sekarang, tujuan keduanya hanya satu.

Yaitu orang tua mereka masing masing.

Rasa khawatir, cemas, takut menjadi satu.

Mereka benar benar takut jika karina berbuat nekat lagi.

Perjalanan itu terasa sangat panjang.

Jaemin membutuhkan waktu hampir delapan jam untuk tiba di negara asal orang tuanya, sementara Haechan harus menempuh perjalanan lebih jauh, hampir seharian penuh.

Sepanjang perjalanan, mereka hanya bisa menatap keluar jendela pesawat.

Ponsel yang mereka pegang juga tidak mereka aktifkan.

Padahal pesan dari anak anak mereka dan orang orang yang dinegara asal orang tua mereka membanjiri notifikasi.

Tapi mereka tidak bisa membalasnya, rasa khawatir ini membuat mereka tidak bisa berpikir jernih.

Setelah perjalanan yang cukup panjang itu, akhirnya Jaemin yang pertama sampai ke negara orang tuanya.

Ketika jaemin sampai, langit negara orang tuanya terlihat mendung. Udara dingin pagi hari menyergap begitu ia melangkah keluar dari pintu kedatangan.

Matanya sembab, tak hanya karena kelelahan, tapi juga karena kecemasan yang sejak tadi menggumpal di dadanya.

Tak menunggu waktu lama, ia segera menaiki taksi menuju rumah kedua orang tuanya.

Baby❤

Bunda
22.25

Bunda kemana?
22.26

Bunda!!
23.00

Jaemin baru sempat melihat ponselnya, terlihat pesan hampir lima puluhan terkirim dari nomor sang anak.

Bunda kerumah mumma sama grenpa
07.12

Setelah membalas pesan dari sang anak, jaemin beralih ke nomor yang tidak dikenal. Nomor itu berasal dari pelayan milik orang tuanya.

+08******

Tuan
20.00

Telepon tak terjawab
20.18

Panggilan suara
20.30

Tuan, cepat tuan
21.22

Keadaan tuan besar dan nyonya besar bertambah buruk.
21.22

Nyonya besar ingin bertemu dengan anda tuan.
21.30

Tuan
00.00

Tuan besar dan nyonya besar sudah tiada tuan
00.10

DEG.

rise again✓Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang