"Ya sudah, kamu pulang bersama appa dan noona, eomma mengurus dulu mobil."ujar Sinbi
"Ada Jungwoo oppa yang mengurus mobil eomma."sela Soojung
"Jangan gitu, kasihan dia. Itu kan mobil milik eomma."nasihat Sinbi
"Tapi... akhh sudahlah."Soojung kesal karena ibunya memang sekeras ini, dia juga masuk mobil setelahnya
"Besok mau menemani halmoni 'kan?, itu artinya kamu harus pulang sekarang dan cepat tidur."bujuk Sinbi
"Tapi..."
"Gwaenchana..."
Sinbi sudah membukakan pintu untuk anaknya. Tapi Sinwon malah menutupnya, dan mengandeng tangan ibunya.
"Aniyo, aku bersama eomma saja."
"Jinjja Sinwon-ah."kesal Soojung
Sinwon tidak peduli dan melambaikan tangannya sebagai bentuk perpisahan.
Mobil tetap pergi, meninggalkan mereka berdua
"Appa memang payah."keluh Soojung
"Mereka tidak mau, mau bagaimana lagi?."balas Sowon
******
"Sayang, setidaknya biarkan anak-anak berganti pakaian."bujuk Yuju
"Itu bisa jadi kesempatan mereka untuk kabur dari hukuman. Kayak ngga tahu tingkah anak-anak."balas Eunha
"Kamu keluar saja kalau keberatan!."
"Kamu setega itu?."
"Sesekali kalian memang harus diginiin. Hampir tiap hari bikin aku jantungan."
Yuju akan membalas lagi, tapi salah satu anaknya tiba-tiba meneleponnya.
"Wae Yunho-ya?."
"Dad, aku mengaku salah dan tidak masalah di hukum. Tapi bisa bantu kami lagi?."
"Bantu apa?."
"Sinbi imo dan Sinwon masih di dekat gedung acara. Bisa jemput mereka?."
"Baiklah, daddy akan menjemput mereka."
"Mwo?."
"Aku jemput Sinbi dulu, sekalian minta maaf."
"Pakai mobil yang lain, jangan sampai anak-anak punya celah masuk ke dalam rumah."
Yuju mengangguk pasrah, anak-anak memang harus di hukum.
******
"Sudah malem banget, ngantuk?."
Putranya hanya mengangguk, Sinbi sudah mencoba memesan taxi, tapi sulit sekali mendapatkannya di tengah malam seperti ini. Sekarang mereka duduk di halte, menunggu bus terakhir.
"Sinbi-ya..."
"Kenapa oppa bisa disini?."
"Cepat masuk, aku antar."
"Tapi oppa..."
"Aku sudah kembali jauh-jauh. Kau tega menolak?. Paliwa!, Eunha bisa menghukumku juga kalau tidak bisa membawamu pulang."
"Wae?."Sinbi masih bingung, tapi dia akhirnya menuruti Yuju
"Tidur saja, tidak apa-apa. Nanti samchon yang urus sisa-nya."ujar Yuju saat melihat Sinwon yang berusaha terjaga
"Gomawo oppa."Sinbi berterimakasih setelah Sinwon tertidur nyaman di belakang
"Tidak perlu. Aku yang seharusnya minta maaf."
"Minta maaf untuk apa?."
"Anak-anakku sekongkol dengan Soojung agar kalian bisa pulang bersama."
"Pantas saja, padahal aku selalu rajin merawat mobil itu. Tapi tiba-tiba mogok begitu."
"Tidak marah?."
"Namanya juga anak-anak."
"Eunha murka tadi, instingnya semakin kuat menghadapi anak-anak kami."
"Seperti Tiffany imo saja."
"Majja, dia semakin mirip mertuaku."
KAMU SEDANG MEMBACA
Young Married
Fanfiction- Semua berawal dari kekhawatiran orangtua tentang anak-anak mereka. -
