#bonus part #Future #Choi Fam. #1

48 2 0
                                        

"Yuna-ya, hari ini tidak usah datang, lagipula daddy tidak akan meluluskanmu sampai kapanpun."ujar Yuju saat putrinya akan pergi
"Daddy jahat sekali. Akan aku adukan pada Grandma Sunny dan Grandma Tiffany."balas Yuna tak takut sama sekali

"Nan kanta, mom."pamit Yuna pada ibunya

"Dia bahkan tidak berpamitan padaku."keluh Yuju
"Nanti juga kalian bertemu di agensi. Kenapa juga pamitan?."balas Eunha

Yuju bekerja di salah satu agensi entertainer sekarang. Dan Yuna yang memang bercita-cita menjadi Idol, sekarang sedang menjadi trainee di sana.

"Sayang."

"Aku tahu, kamu khawatir. Tapi anak-anak berhak mengejar mimpinya."
"Kamu tidak takut anak-anak terluka?."
"Kamu pikir kenapa aku tiap bulan meminta jimat untuk mereka?."
"Wae?."
"Tentu karena aku takut. Mereka sebentar lagi lulus SMA, bagaimana kalau omongan para orangtua itu kejadian?."
"Kamu dan tradisi keluargamu, benar-benar membuat kita nyaris kehilangan akal."
"Kamu yang datang dengan sukarela."
"Majja. Ini resikonya."

Eunha tahu Yuju masih merasa gusar. "Love you sayang."hiburnya
"Me too."

******

"Hari ini evaluasi pribadi dengan Choi sonsaengnim. Eonni sudah menyiapkan apa?."tanya teman Yuna, namanya Nayeon
"Tidak ada Nayeon-ah. Meskipun tarian dan nyanyianku bagus, dia tidak akan menyukainya."jawab Yuna pesimis, karena dia tahu ayahnya akan memberi nilai yang buruk untuknya

"Padahal marga kalian sama, tapi kalian tidak pernah akur."
"Marga yang sama bukan berarti aku dapat perlakuan khusus."

Kecuali para petinggi perusahaan, tidak ada yang tahu kalau Yuna sebenarnya anak dari Choi Yuju. Bisa jadi masalah untuknya juga. Orang-orang akan beranggapan kalau dia memanfaatkan koneksi keluarga.

"Carmen eonni, sini."seru Nayeon memanggil temannya yang lain

"Kenapa kau terlihat lesu?. Stella mana?."tanya Yuna
"Aniyo sunbaenim, aku hanya sedang banyak pikiran. Dan Stella sakit, dia tidak bisa datang."jawab Carmen agak sungkan pada Yuna, karena memang Yuna senior mereka.

"Stella sakit, tumben?. Apa Choi sonsaengnim galak juga pada yang lain, sampai ada orang yang sakit saat evaluasi bersamanya?."tanya Yuna berbisik

Yuna sebenarnya penasaran juga, dia tidak pernah serius dinilai oleh ayahnya.

"Aniyo sunbae."bantah Carmen lagi

"Eonni, jangan keras-keras. Kalau ada yang dengar kamu menyebutnya galak bagaimana?."larang Nayeon
"Tidak masalah, aku selalu dapat F darinya."Yuna tak ambil pusing

Nayeon sadar kalau dia salah memberi peringatan. "Eonni benar-benar sudah kebal ya."takjubnya

Nayeon di panggil ke ruangan evaluasi dan meninggalkan mereka berdua.

"Kau dan Stella masuk bareng 'kan?."
"Nde."
"Kalian juga dari luar negeri, meskipun Stella masih punya kewarganegaraan korea sih."
"Nde."
"Tidak usah gugup begitu, kau juga lebih tua dariku."

Carmen tertawa hambar, sementara Yuna tersenyum ramah.

"Aku serius, aku juga trainee."
"Ne. Yuna-ssi?"

"Yuna-ya."ralat Carmen lagi karena wajah cemberut Yuna

"Begitukan lebih enak, eonni."

Carmen tersenyum lagi, terlihat dia lebih santai sekarang.

"Yuna sudah berapa lama trainee disini?."
"Tiga tahun."
"Lama juga, pantas saja kau sangat berani pada Choi sonsaengnim."

Kali ini tawa Yuna yang terdengar hambar, seumur hidup dia akan menghadapi ayahnya, mana mungkin dia tidak berani.

Young MarriedCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang