"Bagaimana bisa??? dia tadi meneleponku. Suaranya sangat bahagia. Kenapa dia seperti ini sekarang?. Wae?."cerocos Eunha tak karuan
Yuju tidak membalas, dia hanya membawa istrinya ke pelukannya.
"Anak kita akan baik-baik saja."
Setelah Eunha bisa duduk tenang, Yuju mendekati sekretaris Eunha yang mengantarnya.
"Terimakasih sudah mengantar Eunha. Jam kerjamu pasti baru selesai. Tapi kami malah merepotkan."
"Tidak apa-apa, Yuju-ssi. Di luar pekerjaan, Eunha teman istriku, aku harus membantunya."
"Sekali lagi terimakasih."
"Semoga tidak terjadi apa-apa pada Yunho."
S
K
I
I
P
"Eonni, kau berantakan. Aku sudah menyiapkan air hangat. Berendamlah, dan tenangkan dirimu."
"Mana bisa aku berendam, Umji-ya?. Anakku... dia seharusnya mengikuti turnamen hari ini. Tapi kenapa...-"
"Eonni!."panggil Sinbi lebih keras
Sudah seminggu sejak kecelakaan, Yunho masih koma. Dan Eunha baru pulang, setelah ditarik paksa oleh Sinbi dan Umji.
"Sinbi-ya sabar..."tahan Umji saat Sinbi memaksa Eunha berdiri dan memegang tangannya lebih keras
"Yunho tidak akan suka melihatmu seperti ini. Sadarlah!!. Dimatanya, kau ibu yang sangat keren!. Dia akan sedih melihatmu tak berdaya."ujar Sinbi
"Mian... kalian bisa meninggalkanku sendiri."
"Air hangat akan menenangkanmu. Kalau ada apa-apa, panggil aku dan Sinbi. Kami akan menemanimu, sampai kembali ke rumah sakit."
******
"Bunganya sudah layu, kenapa dibawa?."tanya Umji saat melihat bunga yang tersimpan di meja
"Hari itu, Yunho datang ke tempat kita. Dia bercerita keluh kesahnya, dan bertanya soal ibunya. Dia membeli ini untuk ibunya."cerita Sinbi, "Aku seharusnya mengantar dia pulang."sesalnya
"Bi, kau juga masih menyesalinya?. Oppa dan eonni tidak menyalahkanmu."
"Takdir memang tidak ada yang tahu. Tapi ini terlalu kejam."
"Imo..."panggil Eunho, dia baru pulang kuliah
"Hey... bagaimana kuliahmu, sayang?."tanya Umji mencoba bersikap biasa
"Bagaimana kabar hyung?. Aku boleh ikut kalian menengoknya?."tanya Eunho tanpa basa-basi
Sinbi dan Umji sebenarnya ingin saja membawanya. Tapi Tiffany pasti tidak akan mengijinkan.
Sejak kecelakaan, Eunho langsung dibawa pulang. Dia dijaga ketat oleh neneknya. Seorang pengawal juga menunggunya saat kuliah.
"Kamu tetap disini, tidak boleh kemana-mana."ujar Tiffany
"Tapi grandma... aku mohon."Eunho memelas
"Ada apa sih?. Kau membuat teman-temanku kebingungan. Kenapa juga menjemput ke bandara?."dumel Yuna sambil masuk ke rumah, dan diikuti seorang pria, yang sepertinya pegawai kakek-neneknya juga
"Kenapa grandma di rumahku?."tanya Yuna, "Imodeul juga tumben disini, ada acara apa?."tanyanya lagi
"Kenapa wajahmu?. Ada yang menganggumu. Kenapa menangis?. Kau ini pria, jangan cengeng. Wae?."cerocos Yuna lagi saat melihat wajah adiknya
Eunho tiba-tiba memeluk Yuna, dia terlihat lega setelah kakaknya itu pulang.
"Wae?. Beneran ada yang menganggumu. Siapa orangnya?."tanya Yuna, dia serius kali ini.
"Grandma. Dia menahanku di rumah."adu Eunho
"Wae?. Ada apa sebenarnya?."Yuna sadar ada yang salah sekarang
KAMU SEDANG MEMBACA
Young Married
Fiksi Penggemar- Semua berawal dari kekhawatiran orangtua tentang anak-anak mereka. -
