Part 20

118 9 0
                                        

"Tania hamil?" tanya Rosa kaget.

Tania membelalakan matanya, menoleh menatap Alvaro.

Apa yang ada di otak Alvaro?

Tania melihat sekeliling, tatapan semua orang penuh tanya. Ada juga yang terlihat sangat kaget dan tidak terima.

"Itu hanya dugaan, mom. Belum tentu terjadi." ucap Alvaro dengan santainya.

"Alvaro memang suka bercanda mom dad, lupakan saja." Tania berucap dengan gugup.

"Aku tidak bercanda baby, kita bahkan hampir melakukan sex setiap hari. Mungkin saja kan kamu hamil." Alvaro berbicara dengan santai, tanpa beban.

"Ya ampun." Rosa benar-benar tidak menyangka dengan ucapan Alvaro.

"Itu tidak mungkin, Tania bukan wanita seperti itu." sanggah Kevin.

"Apa yang tidak mungkin, kami sepasang kekasih, apapun bisa dilakukan. Kau dan Aina juga sepasang kekasih? Tidak mungkin tidak pernah berhubungan sex bukan?" kini tatapan Rosa, Andi dan Tania menatap kearah Kevin dan Aina.

Sungguh kini Tania hanya menatap tanpa ada rasa sakit hati. Mungkin karena memang sudah teramat sakit, atau Tania memang sudah tidak memiliki rasa cemburu pada Kevin.

"Benarkan itu Kevin?" tanya Rosa.

"Kakak jangan didengerin mom, dia sudah gila." ucap Kevin.

"Cukup! Jangan berdebat di meja makan. Habiskan dulu makanan kalian baru kita bicara kembali." tegas Andi, sedangkan Alvaro hanya menyeringai.

🔹️🔹️🔹️🔹️

Waktu sudah menunjukan pukul sembilan malam di kediaman keluarga Keith. Mereka kini sedang berkumpul diruang tengah, ruang keluarga.

"Jadi kalian akan menikah, Alvaro?" tanya Andi.

"Ya."
"Tidak."

Jawab Alvaro dan Tania bersamaan, namun dengan jawaban berbeda. Tania bisa merasakan Alvaro mengerang menahan amarah mendengar jawaban Tania. Mendadak Tania menjadi takut.

"Jadi?"

"Semua sudah Al siapkan, jadi kalian tenang saja, hanya tinggal terima beres." Alvaro mengedikkan bahunya benar-benar bicara dengan santai.

"Kau tidak bisa memaksanya kak." ucap Kevin.

Alvaro menaikkan sebelah alisnya menatap adiknya.

"Mengapa memangnya?"

"Tania pasti kamu paksakan. Tania mana mau menikah dengan pria seperti dirimu."

"Pria seperti diriku? Seperti apa memangnya? Seperti pria yang meniduri sahabat dari pacarnya sendiri?"

"Kau__" Kevin sudah bangun dari duduknya ingin menghampiri dan memukul Alvaro, namun dihentikan Andi.

"Cukup Kevin! Ini hak kakakmu dan Tania, mereka sepasang kekasih, jadi sudah wajar kalau mereka menikah." Andi mencoba menenangkan Kevin.

Andi sadar ada persaingan sengit antara kedua putranya Alvaro dan Kevin. Keduanya menginginkan Tania.

Kevin benar-benar kesal dengan ucapan daddynya. Bagaimana bisa Kevin merelakan Tania menikah dengan kakaknya. Ia masih mencintai Tania bukan?

Dengan kesal Kevin pergi kekamarnya meninggalkan semua orang, termasuk Aina di ruangan itu.

"Oia, mommy dengar kamu, Tania, dan Kevin sedang magang diperusahaan? Bagaimana, lancar?" tanya Rosa pada Aina.

"Eemm, ia tante kita sedang magang, semua berjalan lancar."

"Jangan panggil tante dong, panggil mommy juga seperti Tania, sekarang kamu kan kekasih Kevin."

ImmortalityTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang