Part 21 ⚠️🔞

378 15 1
                                        

Tania sedang berada di toilet kantornya. Ketika ia sedang mencuci tangan, ia melihat Aina sedang masuk kedalam toilet yang sama.

Dengan lirih Aina berbicara, "Tania, apa benar kamu akan menikah dengan Alvaro?"

Mau bagaimana pun Aina masih menganggap Tania adalah sahabatnya. Ia tidak mau Tania harus menghabiskan umurnya dengan laki-laki seperti Alvaro.

Tania menghela nafasnya. Ia benar-benar sudah menyerah dengan kenyataan. "Mungkin."

Hanya itu yang diucapkan Tania. Ia pun bingung harus menjawab dan bereaksi bagaimana.

"Aku hamil, ini anak Kevin."

Tania terdiam, menatap Aina. Ia merasa kaget, namun seperti bukan cemburu. Ia hanya merasa bingung kenapa semua menjadi seperti ini.

"Apa Kevin sudah tau?"

"Belum. Aku bahkan tidak yakin akan memberitahunya. Ia masih mencintaimu Tania."

"Lalu aku harus apa, Aina? Aku bisa apa? Aku sudah tidak bisa apa-apa. Hidupku sudah selesai, aku bahkan tidak bisa lepas dari Alvaro." Tania menangis, ia menumpahkan perasaannya.

Aina mencoba mendekat, "Kamu bisa Tania. Kamu bisa pergi menjauh darinya. Bisa kita bertemu sehabis pulang kerja. Ada yang ingin aku sampaikan."

🔹️🔹️🔹️🔹️

Disinilah Tania berada dengan Aina. Dicafe kecil ujung jalan, mereka memang butuh berbicara.

"Alvaro bukan pria baik, Tania."

Tania menghembuskan nafasnya, "Memang."

"Wanita, wanita itu. Wanita yang Alvaro maksud adalah aku. Aku minta maaf Tania." Aina bercerita dan mulai terisak.

"Maksudnya?" tanya Tania tidak mengerti.

"Kamu ingat kapan kamu pertama kali bertemu Alvaro?"

Tania mengangguk.

"Sebenarnya, wanita yang ingin ia temui adalah aku. Harusnya aku, bukan kamu."

Tania mencoba mencerna ucapan Aina.

"Maksudnya? Wanita bayaran yang ingin ditemui Alvaro adalah kamu? Kamu menjual dirimu padanya?" tanya Tania tidak percaya.

"Aku adalah seorang penari malam, Tania. Aku membutuhkan uang untuk Ibuku."

Tania menutup mulutnya, ini fakta yang membingungkan. Ia pun menangis.

"Kenapa, kenapa kamu engga cerita Aina? Kita sahabat bukan?"

"Aku sangat kaget mengetahui bahwa wanita yang ditemui oleh Alvaro adalah kamu. Aku benar-benar bingung. Aku mau bicara jujur, tapi aku diancam oleh Alvaro."

"Ia mengancam akan__ menyebarkan video kalian berdua dan akan menyebarkan keseluruh orang tentang pekerjaanku kalau aku tidak menuruti kata-katanya." Aina kembali terisak. Tania sadar kalau tidak hanya dirinya yang tersiksa karena ulah Alvaro.

Tania memejamkan matanya. Keterlaluan sekali Alvaro.

"Kevin pun sudah mengetahui pekerjaanku beberapa waktu lalu secara tidak sengaja." Aina menundukkan kepalanya.

"Dan soal perasaanmu pada Kevin. Apa itu benar? Kau mencintainya?" tanya Tania.

Aina terdiam, ia bingung harus bicara bagaimana. Karena pada kenyataannya, ia memang mencintai Kevin.

"Iya, aku mencintainya."

Tania memejamkan matanya. Ia harus apa? Alvaro terus membayanginya, Aina kini sedang mengandung anak Kevin.

ImmortalityCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang