ALVARO'S POV:
Entah apa yang aku rasakan selama ini. Ketika menatap wajah Tania pertama kali dimalam itu. Dadaku bergetar seperti ada sengatan listrik.
Merasa kecewa karena dia seorang striptris. Ditambah ia menjual dirinya hanya untuk uang. Mengetahui kenyataan itu membuat Alvaro membrutal malam itu.
Dan jackpot nya bahwa malam itu Tania adalah perawan. Aku benar-benar tidak peduli, ku salurkan semua kemarahanku yang entah kenapa.
Sampai pada akhirnya aku tau kalau semua itu salah, semua itu keliru. Bahwa srltriptis yang ku sewa bukanlah Tania, melainkan Shofia dan mereka bukan orang yang sama.
Lebih mengagetkan nya lagi. Tania adalah pacar dari Kevin, adikku.
Walau aku dan Kevin tidak lah dekat, namun aku sangat menyayanginya. Hampir semua yang orang tua kami berikan, aku selalu memberikannya pada Kevin.
Namun kali ini tidak dengan Tania.
Aku tidak akan menyerahkan Tania kepada Kevin. Tania hanya milikku, tidak Kevin atau siapapun.
ALVARO'S POV END
🔹️🔹️🔹️🔹️
Aina sudah kembali berkuliah. Kemarin ia sibuk menjaga Ibunya. Kini Ibunya masih harus mendapatkan perawatan di rumah sakit.
Untung karena bantuan Alvaro, mau tidak mau Aina merasa bersyukur karena kondisi Ibu nya membaik.
Hubungan Tania, Kevin, Aina menjadi renggang. Aina beberapa kali mengajak Kevin berbicara namun diabaikan oleh pria itu.
Beda halnya Tania, ia malah yang mengabaikan Kevin yang masih ingin memulai pembicaraan.
Di perkuliahan, kini masuk di semester dimana mereka harus magang di perusahaan.
Mereka dibagi menjadi beberapa kelompok yang berisikan 5 anggota. Tania tercengang, ia satu kelompok dengan Aina dan Kevin, serta dua teman mereka lainnya.
Kenapa dunia seakan mempermainkannya, batin Tania.
Kelompok sudah dibagi, beserta perusahaan yang akan mereka tempati untuk magang kurang lebih empat bulan, lalu membuat laporan untuk ujian semester.
Kevin maju kedepan untuk mengambil kertas bertuliskan perusahaan yang akan kelompoknya tempati. Ia menegang ketika membuka kertas ditangannya.
"Maaf Prof, apa boleh saya dan teman kelompok tidak di perusahaan ini untuk magang?"
"Kenapa Kev? Bukannya itu perusahaan keluargamu? Bukannya bagus kamu bisa mendapatkan kemudahan disana? Kalian bisa jadi lebih banyak belajar bukan?" dosen mereka kebingungan menatap Kevin.
Tania yang mendengar itu terdiam di bangkunya.
Tubuhnya juga menegang, di kantor keluarga Keith?
Berarti ia akan magang di perusahaan yang sedang di pimpin Alvaro!
Entah apa yang bisa bajingan itu lakukan.
🔹️🔹️🔹️🔹️
Alvaro memegang proposal magang dari kampus Kevin. Ia membuka satu persatu data diri yang akan magang disini mulai esok hari. Alvaro menyeringai puas melihat nama-nama yang tertera di dalam proposal.
"Ini akan sangat menyenangkan."
🔹️🔹️🔹️🔹️
Tania sedang memperhatikan penampilannya. Ia memoles makeup tipis diwajah cantiknya, rambutnya ia kuncir satu dengan rapih. Mengenakan kemeja putih dipadukan blazer warna abu-abu yang senada dengan warna rok yang ia kenakan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Immortality
RomanceCinta. Lebih susah kita menjaganya ketika ia ada, daripada mencarinya ketika ia belum ada.
