Chapter 24

391 61 4
                                        

"Apakah tuan kecil sudah siap?" Tanya Tina. Apakah kalian masih ingat? Tina ini maid khusus untuk Zayn.

Zayn tersenyum. "Sudah bibi!!" Sahutnya dengan gembira.

Ya, hari ini Zayn akan kembali bersekolah. Setelah perjalanan panjang untuk memulihkan tubuhnya, kini Zayn sudah diperbolehkan untuk kembali masuk sekolah meskipun ada banyak drama sebelum ia akhirnya diberi izin.

Anak berusia 13 tahun itu terlihat sangat ceria pagi ini. Seragam sudah terpasang rapi menutupi kulit putih pucatnya.

"Jangan lupa gunakan ini, tuan kecil."

Bi Tina mendekat untuk memasangkan kardigan pada Zayn. Tuan Alisterlah yang menyuruhnya agar Zayn menggunakan pakaian hangat berhubung cuaca akhir-akhir ini sedang tidak menentu dan berakhir hujan di sore hari.

"Oh iya, Zayn lupa hehe"

Zayn tertawa kecil karena ia melupakan satu hal yang bisa saja membuat Daddynya berceramah di pagi hari.

Bi Tina memasangkan kardigan rajut berwarna putih itu pada tuan kecilnya. Setelah dirasa cukup, Bi Tina tersenyum "Sudah siap! Sekarang, mari saya antarkan untuk pergi ke ruang makan."

"Em!"

Zayn mulai melangkah keluar dari kamarnya dengan Bi Tina di belakangnya yang menenteng tas sekolahnya.

Tadinya Zayn mau menggendong tas itu, tapi Bi Tina melarangnya.

Saat Zayn mulai melangkah di depan kamar abang keduanya, kebetulan pintu itu terbuka yang langsung menampakkan wajah segar Kenzie dengan kemejanya yang dilipat sampai ke siku.

Kenzie tersenyum. "Good morning baby boy!"

Kenzie menangkup wajah adiknya lalu ia kecupi seluruh wajahnya mulai dari pipi, dahi, hidung, hingga matanya.

"Morning abang!!" Zayn membalasnya dengan ceria dan juga mengecup pipi Kenzie.

Hal itu membuat Kenzie gemas dan langsung menggendong adiknya.

"Eh eh, ihhh abang kok adek di gendong sih?! Kaget tauk!"

Kali ini denyut jantung Zayn memang sedikit meningkat yang berhasil seketika membuat Kenzie kehilangan senyumnya dan langsung berubah panik.

"Sorry, are you oke? Dadanya sakit?" Tanya Kenzie panik.

"Ngga kok, adek gapapa cuma kaget dikit." Tak lupa tangannya yang ikut memperagakan 🤏🏻.

"Syukurlah, maaf sudah membuat mu terkejut."

"It's okay abang."

"Apakah ini sudah cukup hangat?" Tanya Kenzie yang melihat kardigan Zayn yang tidak cukup tebal.

"Udah abang, adek gamau terlalu tebel."

"Kenapa? Sore nanti akan turun hujan menurut perkiraan cuaca."

"Adek gamau dikira masih sakit. Meskipun selalu sakit." Cicit Zayn di akhir.

"Hm?" Kenzie mendengar dengan jelas apa yang Zayn ucapkan meski suaranya kecil. Tapi ia hanya ingin memastikan. Hatinya sakit mendengar kenyataan pahit yang keluar dari mulut adiknya.

"Eh nggak kok, hehe." Zayn beralih memainkan kancing kemeja abang keduanya dan memilih menyandarkan kepalanya di dada bidang Kenzie.

Zayn juga menetralkan kembali ekspresinya yang sempat terlihat sedikit murung.

"Baiklah, ayo kita turun. Mereka pasti sudah menunggu kita di ruang makan."

"Let's go abang!"

Kenzie terkekeh kecil. Sebelum ia melangkah, Kenzie menyempatkan diri untuk berbicara pada maid yang ditugaskan untuk adiknya itu.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Apr 04 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

ZAYN ; KELUARGA ?Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang