CHAPTER 19

2.6K 142 22
                                        

Hamparan tanaman hijau dengan beberapa bunga cantik menghiasi pemandangan yang ada di depannya.

Samar, ia mendengar seperti ada yang memanggilnya.

"Baby Zayn !"

Panggil wanita itu lebih keras lagi yang membuat si empu menengok.

'Cantik.'

Hanya itu yang bisa menggambarkan wajah wanita yang ada di bawah pohon rindang itu.

"Kemarilah, sayang."

Entah kenapa Zayn menurut saja dan mendekati wanita itu.

Tanpa aba aba, tubuh kecil Zayn didekap erat olehnya.

Zayn sedikit bingung dibuatnya. Tapi kebingungannya seketika hilang saat wanita itu kembali membuka suara.

"Putra mommy sudah besar hm ? Kau sangat menggemaskan. Mommy sangat merindukan putra kecil mommy."

"Mommy ?" Tanya Zayn pelan. Ia masih tidak percaya ternyata wanita cantik itu adalah mommynya yang beberapa kali di ceritakan oleh daddy dan abang abangnya.

Manda menangkup wajah menggemaskan putranya lalu mengecup dahi Zayn beberapa saat.

"Iya sayang ini mommy."

Mendengar itu, Zayn langsung memeluk Manda lebih erat. Tubuhnya bergetar hebat. Menumpahkan rasa rindu yang teramat.

"Jangan menangis. Jagoan mommy kan hebat."

"Hikss mommy... Kenapa mommy tinggalin adek ? Maaf adek lupa sama wajah mommy."

"Stt.. kan masih ada daddy dan abang abang. Baby bisa lihat foto mommy jika baby rindu. Tenanglah, mommy akan selalu ada di hati mu sayang."

Zayn menggelengkan kepalanya. "Mommy, disini enak ya ? Adek mau ikut mommy aja boleh ? Disana adek selalu merepotkan daddy dan yang lainnya. Adek mau disini aja nemenin mommy."

Manda tersenyum dan menggeleng pelan. Ia mengelus pipi putranya yang sangat halus itu dengan sayang. "Belum waktunya, sayang. Jika baby ikut mommy, daddy dan abang abang baby bagaimana ? Mereka pasti sangat sedih. Putra kecil mommy ini sangat kuat. Bertahanlah sayang. Jika sudah waktunya, mommy berjanji akan menjemputmu."

Zayn menatap mata cantik mommynya sambil menyodorkan jari kelingkingnya. "Promise ?"

Tanpa berlama lama, manda langsung menautkan jari kelingkingnya dengan kelingking Zayn sambil tersenyum. "Promise."

"Sekarang, waktunya baby untuk kembali. Daddy sudah menunggumu nak."

Mommynya perlahan menghilang. Zayn memanggil manggil Manda tapi itu tak lama karena ia juga tertarik dari alam bawah sadarnya.

***

Zayn merasa tubuhnya ringan, seperti melayang di dalam kegelapan yang pekat. Segalanya terasa samar, suara-suara terdengar jauh dan terdistorsi, seolah ia berada di bawah air. Dadanya terasa sesak, napasnya sulit, dan ada rasa dingin yang menjalar dari ujung jari hingga ke seluruh tubuhnya.

Ia ingin membuka mata, tetapi kelopak matanya terasa berat. Namun, samar-samar, ia bisa mendengar suara-suara yang tidak asing.

"Zayn..." Suara itu berat dan dalam, sedikit gemetar, seperti seseorang yang sedang menahan sesuatu.

Ia bisa merasakan sebuah tangan besar mengusap pipinya yang basah dengan air mata. Ia pun tidak mengerti kenapa bisa menangis.

"Bangun hm..." Kali ini suara lain, lebih lembut, tetapi terdengar putus asa.

ZAYN ; KELUARGA ?Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang