CHAPTER 16

3K 138 5
                                        

Pagi hari ini, mansion Dareska terlihat sangat ramai karena hari ini adalah hari pertama si bungsu kembali masuk sekolah.

Si empu sudah duduk tenang di kursinya. Sementara di meja makan baru ada Alister di sana tersenyum kecil melihat putra bungsunya sangat bersemangat hari ini.

Sambil menunggu yang lain, Alister mencoba menggunakannya untuk memberi wejangan pada si bungsu.

"Baby." Panggil Alister dengan lembut.

"Hmm ?" Gumam Zayn sembari menatap daddynya.

Alister tersenyum kecil, tangannya terangkat untuk mengusap lembut surai indah putranya.

"Jangan terlalu lelah dan jangan memaksakan diri, jika sudah merasa lelah katakan saja pada guru yang sedang mengajar atau pada Sean agar baby bisa beristirahat. Daddy sudah memberi tahu semua guru tentang kondisimu agar mereka bisa ikut menjaga baby di sekolah."

"Daddy sudah meminta koki untuk menyiapkan bekal makan siang untuk baby. Jangan lupa dihabiskan ya. Usahakan untuk tidak jajan di kantin. Meskipun baby ingin membeli sesuatu, minta izin dulu pada Sean. Jika diizinkan maka baby boleh membelinya. Jika tidak, itu berarti kurang baik untuk kesehatan mu. Mengerti sayang ?"

Zayn mengangguk dan tersenyum. "Mengerti daddy."

"Jangan lupa obatnya di minum setelah makan siang nanti. Jika baby merasa tidak nyaman atau sakit jangan diam saja dan memaksakan diri hm. Putra daddy ini selalu diam sebelum kami yang menyadari secara langsung. Tidak boleh seperti itu ! Daddy akan mengawasi mu dari jauh."

Wow Alister berbicara sangat panjang. itu memukau meskipun Alister selalu bersikap lembut pada putra kecilnya

Zayn tersenyum kikuk dan kembali mengangguk.

Alister mengambil sesuatu di saku jas dalamnya. Sebuah kotak persegi panjang dari brand ternama. Alister membukanya lalu memasangkannya pada pergelangan tangan kiri putranya.

"Apa ini dad ?" Tanya Zayn heran. Ia tidak pernah memakai jam tangan dan ia tidak terbiasa dengan itu.

"Ini jam tangan yang sudah daddy modifikasi sehingga bisa mendeteksi kondisi tubuh baby. Ketika jantung baby mulai nakal, ini akan berbunyi dan mengirimkan sinyal ke ponsel daddy dan abang abang. Jadi, jangan sampai baby melepasnya."

"Ke toilet juga ?" Tanya Zayn dengan polosnya.

Alister kembali tersenyum lalu mencolek hidung Zayn gemas. "Tentu baby, ini tahan air."

"Hehee, baiklahh~"

"Jika ada keadaan darurat, baby bisa memencet tombol ini."

"Okee. Terimakasih banyak daddy." Ujar Zayn ketika jam itu telah terpasang dengan apik di tangan kirinya.

Alister mencium puncak kepala Zayn. "Anytime baby."

Setelah itu, kakak kakak Zayn mulai berdatangan setelah Alister mengirim pesan pada mereka untuk bergegas agar Zayn tidak terlalu lama menunggu.

Mereka datang secara bertahap. Tak lupa mereka juga memberi ucapan selamat pagi pada Alister juga Zayn.

"Sangat bersemangat hm ?" Ujar Kenzie dengan gemas sambil mengacak rambut Zayn.

Zayn tak terima dibuatnya. "Abangg ! Rambut adek kan jadi berantakan lagiii !" Zayn marah, tapi malah terlihat menggemaskan bagi mereka.

Kenzie terkekeh pelan. "Maaf." Kenzie kembali menata rambut adiknya agar kembali rapi seperti semula.

Setelah semuanya datang, Alister memulai sarapan pagi di hari senin yang cerah ini. Semuanya makan dengan tenang.

Sarapan berjalan dengan baik seperti biasanya. Tentunya diiringi kekehan dari para titan Zayn yang gemas melihat pipi adiknya yang menggembung lucu.

ZAYN ; KELUARGA ?Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang