-DINDA POV-
Aku tidak yakin apa yang kulakukan ini salah atau benar...
Atau bahkan mungkin aku sedang dilanda depresi karna baru putus sama pacar, makanya aku jadi ngelakuin hal gila kayak gini. Yah, itu alasan yang paling masuk akal.
Aku tengah depresi, tidak bisa berpikir jernih, makanya aku mau mau saja saat si nazarese itu membawaku pulang kerumahnya untuk diperkenalkan ke mamanya. Catet... DIPERKENALKAN KE MAMANYA!!
What??! Are you seriously??!
Tu anak bener-bener niat banget ya... sampe mau ngenalin aku ke mamanya segala. Mang mau dikenalin sebagai siapa??! Sebagai calon istrinya?!
Oh, God!! Ini sih bukan pura-pura lagi namanya. Kalo sampai dikenalin ke mamanya segala, itu berarti dia serius buat jadiin aku calin istrinya. Iya kan??! Apa jangan-jangan dia emang serius mau nikahin aku ya?!!
Hahaha, ya kali. Lagian apa motiv nya dia nikahin aku?
Cinta?!! Bullshit... mana mungkin dia cinta sama aku, yang ada dia itu benci sama aku. Soalnya dia seneng banget ngeliat aku sengsara. Hik.
"Heh, din!! Ditanyain mama tuh, jawab dong!! " suara nazar membuat lamunanku buyar seketika.
Aku sampai mengerjapkan mataku berkali-kali untuk memastikan kalau aku tengah melakukan hal bodoh sekaligus memalukan dengan melamun didepan mamanya nazar yang tengah tersenyum ramah kearahku.
Oh, sebagai info... sekarang aku sudah berada di ruang tamu rumah besar nazar yang bagai istanah dengan berbagai perabot mahalnya ini. Aku dan nazar duduk berdampingan di sofa panjang berwarna merah cerah yang terletak ditengah-tengah ruangan, dengan mamanya nazar yang duduk di kursi roda di samping kami.
Yah, mamanya nazar duduk dikursi roda. Sepertinya dia sedang sakit... wajahnya terlihat sangat pucat, tapi senyum ramah terus tersungging di bibirnya semenjak aku masuk kerumah ini. Dia seorang wanita yang baik... dia bahkan tidak mempermasalahkan bibit bebet bobotku dan langsung menerimaku saat rizky menyatakan aku sebagai wanita pilihannya. Ini tidak seperti dugaanku. Entah aku harus senang atau sedih dengan penerimaan mamanya nazar itu.
"Ah.. ehh... ma-maaf tante!! " aku jadi salah tingkah ketauan ngelamun waktu diajak ngobrol camer. Eehh... camer??! What happen with my brain?!! Kenapa aku jadi berpikir begitu?!
Camer?!! Oh noooo...
"Gak apa apa. Gak perlu gugup gitu, tante gak gigit kok!! " canda mamanya nazar sambil mengedipkan matanya lucu... membuatku makin menunduk malu dibuatnya.
"Jadi nama kamu dinda ya... nama yang cantik, secantik orangnya!! " komentar mamanya nazar yang membuatku nyengir gaje. Hehe... dipuji cantik, jarang-jarang ada yang muji aku cantik. Paling yang bilang aku cantik cuma ibuku, almarhum papa, adikku, dan juga pacarku... Rangga.
Duh, jadi keinget Rangga lagi... jadi sedih lagi deh. Hik.
"Ma...maka-sih tante!! "
"Jadi gimana caranya kamu naklukin anak ganteng tante yang keras kepala dan susah diatur ini, din?! "
Hee... mamanya nazar bilang apa tadi?
"Maaa..." rengek nazar yang tak terima disebut keras kepala dan susah diatur oleh mamanya.
Kuberanikan diri untuk melirik nazar yang duduk disampingku... tubuhnya merosot, bibirnya manyun, dan ekspresinya nampak jengkel. Tapi itu malah membuatnya terlihat menggemaskan. Ups, apa aku tadi menyebutnya menggemaskan??! Effect depresi pasti ini.
"Loh, emang iya kan. Kamu itu keras kepala dan susah diatur. Disuruh ini, ngelakuinnya itu... diminta begini, maunya begitu... mama aja bingung gimana ngadepin kamu, makanya mama penasaran gimana cara nak dinda bisa naklukin kamu!! " suara mamanya nazar yang dibuat sepolos mungkin membuat nazar makin menggeram jengkel. Sedang aku... aku harus mati-matian menahan tawaku menyaksikan betapa tak berkutiknya si bos rese ini didepan mamanya. Hahaha... sekarang aku tau kelemahan sinazarese itu.
YOU ARE READING
MY PLUS PLUS BOSS!!
RomantikBos ku itu.... ganteng, keren, sexy, cool, and perfect... cowok idaman banget deh pokoknya. Tapi itu menurut orang2. Kalo menurut aku sendiri sih.... dia itu bos yg sok, tengil, songong, sombong, cerewet, tukang perintah, sadis, plus nyebelin, plus...
