-NAZAR POV-
Pagi yang indah saat aku terbangun dengan dinda yang ada didalam pelukanku. Ah, aku benar-benar merindukan moment seperti ini.
Selama tiga minggu di jepang, tak sedetikpun waktu kuhabiskan tanpa merindukan istri cantikku ini yang entah mengapa jadi berkali lipat lebih cantik sejak ia mengandung anak kami. Yah, anak kami... calon anak pertama kami yang empat bulan lagi akan lahir. Aku jadi tidak sabar menunggu saat itu tiba.
Kuusap lembut perut dinda dan kurasakan sebuah gerakan lembut seperti denyutan yang membuat senyumku mengembang lebar. Anak kami sudah bangun disana rupanya, tapi ibunya masih belum.
Aku beralih kewajah dinda yang tengah tertidur dengan damai. Dengan lembut kusingkirkan anak rambut dinda yang menutupi wajahnya lalu kuselipkan di belakang telinganya sehingga aku bisa lebih jelas memandang wajah cantik dinda yang selalu berhasil membuat jantungku berdegup kencang. Setelah itu aksiku berlanjut dengan menjalankan jariku menyusuri keindahan wajahnya... mulai dari kening, alis, mata, hidup, pipi... dan berakhir dengan satu kecupan lembut di bibir merahnya yang terus menggodaku itu.
Oh hoho... aku tau apa yang kalian pikirkan. Kegiatan yang kulakukan ini sungguh sangat menggelikan. Sejujurnya aku juga berpikir ini menggelikan... bagaimana bisa mengagumi istriku sendiri saat ia tengah tidur bisa membuatku sebahagia ini hingga aku tak bisa menghilangkan seringai bodoh ini dari bibirku.
*CUP!!
Sekali lagi kukecup bibir merah menggodanya itu, dan kali ini lebih lama. Tapi sepertinya ulahku itu membuat tidur dinda terusik hingga ia menggeliat pelan sebelum akhirnya membuka matanya yang indah itu.
"Selamat pagi tuan putri!! Mau sarapan apa hari ini?! " sambutku dengan menunjukkan senyum termanisku, kali aja bisa bikin dia mupeng trus mendadak agresif nyerang aku. Wkwkwk, ngarep.
Tapi reaksi yang kudapat malah berbeda dari yang kuharapkan.
"Mas nazar?! " dinda menatapku tak percaya sambil mengucek matanya. Terlihat imut sekali.
Tapi kenapa dia menatapku seperti itu?!
"Kok mas belum berangkak kerja sih??! " aku meringis mendengar lanjutan kalimat dinda yang masih menatapku seolah aku ini alien atau semacamnya.
Ow, aku tidak bisa menyalahkan dinda kalau dia melihatku seperti itu. Aku cukup mengerti dan sadar diri kalau reaksi dinda itu tidak luput dari kesalahanku yang jarang bisa menghabiskan waktu berdua dengannya karna sibuk dengan pekerjaanku.
Setelah kasus penggelapan dana yang dilakukan pamanku, aku jadi harus bekerja keras untuk memulihkan keuangan perusahaan yang berakibat pada berkurangnya waktuku bersama dinda terutama dalam beberapa bulang terakhir ini. Biasanya aku berangkat pagi saat ia belum bangun dan baru pulang dimalam hari, dan tak jarang juga aku tidak bisa pulang beberapa hari atau minggu karna ada kerjaan diluar kota maupun luar negri. Seperti waktu aku harus ke jepang itu.
Aku jadi merasa bersalah pada dinda, padahal ia tengah mengandung... tapi aku tidak bisa terus berada disisinya.
Kukecup kembali bibirnya sekilas, lalu...
"Kamu lupa ya?! Hari inikan aku libur kerja, dan ingin menghabiskan waktu berdua sama kamu!! " ucapku berusaha tersenyum walau rasa bersalah itu masih mengusikku.
Seketika mata dinda berbinar bahagia. Ekspresi yang sudah lama tak kulihat.
"Yang bener??! "
Aku mengangguk meyakinkan dinda, dan yah... akhirnya aku mendapatkannya juga. Pelukan sayang dan kecupan dipipi dari dinda. Yeeii!!!!
Dan kamipum benar-benar menghabiskan waktu seharian ini hanya berdua saja. Mulai dari sarapan nasi omelet gosong buatanku berdua, jalan-jalan dan berbelanja ke moll berdua, trus nonton bioskop berdua, hingga akhirnya kami berakhir disini... di taman mini ancol untuk melengkapi hari berdua kami.
YOU ARE READING
MY PLUS PLUS BOSS!!
RomanceBos ku itu.... ganteng, keren, sexy, cool, and perfect... cowok idaman banget deh pokoknya. Tapi itu menurut orang2. Kalo menurut aku sendiri sih.... dia itu bos yg sok, tengil, songong, sombong, cerewet, tukang perintah, sadis, plus nyebelin, plus...
