[DIHARAPKAN SEBELUM BACA WAJIB UNTUK FOLLOW DULU]
Kalian pernah menyukai seseorang?
Kalian pernah mencintai seseorang secara gila-gilaan?
Bagaimana perasaan kalian ketika mengetahui bahwa orang yang kalian suka malah balik mendekati kalian?
Senan...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
.
Suasana kantin terlihat cukup ramai karena sudah memasuki jam istirahat.
Sesaknya kantin tak membuat 3 gadis tersebut bergeming.
Hening.
Itu yang dirasakan oleh Rena, ia cukup jengah melihat kedua temannya yang saling diam saja.
Biasanya, akan ada obrolan entah serandom apa pun itu, bahkan terkadang Rena sampai muak sendiri dengan cerita Aya yang tidak nyambung dengan topik yang sedang mereka bahas.
Bulan hanya diam saja sambil mengaduk nasi didepannya, sesekali ia suapkan dengan malas. Sedangkan Aya lebih enjoy saja menikmati makanannya, tetapi ia malas berbicara hari ini, entah kenapa.
Rena memperhatikn kedua temannya laku menghela nafas panjang, "Kalian berdua kalau masih mau diem-dieman, gue keluar aja lah."
Aya melirik Rena sembari menyeruput es coklat yang ia pesan. Ia menghendikan bahunya acuh.
Rena menahan rasa kesalnya, ia ingin beranjak dari tempat duduknya. Sebelum ia mulai beranjak, suara Bulan menghentikan langkahnya.
"Gue gak mood aja ren, gue masih canggung." lirih Bulan dengan menunduk sedikit.
Rena duduk tenang kembali lalu menghela nafas kembali.
"Bul, gue ngerti perasaan lo sekarang. Gak ada salah sama sekali dengan perasaan lo saat ini, tapi ya jangan gini lah. Kita berdua temen lo ikut bingung." ucap Rena mencoba memberi pengertian.
Aya yang tadi hanya diam ikut memberi perhatian kepada temannya, "Gue udah bilang tadi pagi ren, tapi temen lo ini gak mau dengerin."
Bulan refleks menatap Aya sinis, "Lo ngomong pagi hari dimana suasana hati gue gak enak Ay, panteslah kalau gue gak begitu perhatiin omongan lo."
"Udah sih! malah berantem lagi." ucap Rena merasa lelah.
"Bul, dengerin gue. Lo ini cuma butuh waktu aja, wajar lo kaget karena selama ini lo tersugesti sama pikiran lo sendiri tentang keluarga lo. Saat ini didepan mata lo sendiri mereka peduli Bul sama lo dan semua ini murni bukan hoax-hoax." Rena memegang kedua tangan Bulan yang berada diatas meja meyakinkannya.
"Iya, kalau menurut gue lo ga perlu se overthinking itu. Mereka peduli dan sayang, itu faktanya." tegas Aya kepada Bulan.
Bulan menatap kedua temannya dengan perasaan haru.
"Duh gue pengen nangis tiba-tiba..." ujar Bulan.
"Duh gak usah alay lo." cibir Aya yang dibalas pukulan pada lengan Aya oleh Rena.