[DIHARAPKAN SEBELUM BACA WAJIB UNTUK FOLLOW DULU]
Kalian pernah menyukai seseorang?
Kalian pernah mencintai seseorang secara gila-gilaan?
Bagaimana perasaan kalian ketika mengetahui bahwa orang yang kalian suka malah balik mendekati kalian?
Senan...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
.
Pagi menyapa, Bulan memantapkan hati untuk turun ke lantai satu. Bulan menapaki satu persatu tangga rumahnya, ia menghela nafasnya perlahan.
Dari ujung tangga Bulan melihat keluarganya sedang melakukan aktivitas pagi yaitu sarapan dengan tenang. Jujur saja Bulan sedikit canggung setelah kejadian kemarin.
Bulan melangkah pelan, lalu menempatkan dirinya.
"Bulan.. duduk sarapan dulu sebelum berangkat." Sapa Tante Aina tersenyum lembut melihat Bulan.
Bulan hanya tersenyum kaku dan mengangguk saja.
"JUJUR GUE CANGGUNG! gimana ini gue harus bersikap." batin Bulan berteriak.
"Tarik nafas Bulan, biasa saja kayak sama siapa aja." batin Bulan guna menenangkan dirinya sendiri.
Seperti biasa, seolah tak terjadi apa-apa. Bulan melakukan aktivitas sarapan seperti biasanya.
"Bulan." panggil Papa Neandra.
Uhuk
Bulan tersedak makanan karena kaget secara tiba-tiba papanya memanggilnya disaat ia sedang berusaha untuk tenang-tenang saja.
"Pelan-pelan Bulan." ucap Tantr Aina sembari memberikan segelas air kepada Bulan.
Bulan menerima gelas tersebut lalu meminumnya.
Reandea heran melihat kakaknya yang sampai tersedak hanya karena dipanggil oleh Papanya.
"Kamu ini, kalau makan pelan-pelan aja." ujar Papa Neandra melihat tingkah laku anaknya.
"Ehm.. iya pa maaf, kenapa papa manggil aku?" tanya Bulan.
"Ohh... Papa mau nawarin kalau misalnya mau bareng sama papa gak papa ke sekolahnya." jawab Papa Neandra menawarkan tumpangan.
Bulan refleks menggeleng.
"Enggak usah pa, Bulan sendiri aja gak papa kok." ucap Bulan.
"Yakin?" tanya Papa Neandra.
Bulan mengangguk pelan tapi sedikit ragu.
"Baiklah klau begitu."
Bulan menghela nafas lega.
"Apa enggak canggung banget gue semobil sama papa. enggak mau!" batin Bulan.
***
"Hello good morning Bulan sayang." sapa Aya dengan penuh semangat paginya.