[DIHARAPKAN SEBELUM BACA WAJIB UNTUK FOLLOW DULU]
Kalian pernah menyukai seseorang?
Kalian pernah mencintai seseorang secara gila-gilaan?
Bagaimana perasaan kalian ketika mengetahui bahwa orang yang kalian suka malah balik mendekati kalian?
Senan...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Siang ini berbeda, Rena dan Aya saling tunjuk untuk memulai obrolan dengan Bulan.
Aya memelototi Rena guna memulai obrolan yang serius ini. Rena mendengus melihatnya.
Bulan merasa ada yang tidak biasa dari teman-temannya, ia sadar namun ia mengabaikan, toh nanti juga akan bicara sendiri.
Rena menoleh kepada Bulan, mereka sedang berada di perpustakaan waktu jam istirahat ini.
Kenapa? tumben sekali? karena mereka gabut. Bosan katanya ke kantin tiap hari, jadi mereka bertiga ingin merasakan tempat yang baru. Walaupun perpustakaan ini tidak baru juga.
"Bulan." panggil Rena.
Bulan hanya berdehem saja.
"Gue mau ngomong." lanjut Rena.
Bulan mulai mengalihkan perhatian menatap Rena, "Ngomong aja, gue dengerin. Asal gak ganggu disekitar aja."
Rena melihat sekeliling yang lumayan ramai siswa dan siswi yang berada di perpustakaan. Tumben sekali ya anak zaman sekarang kalau ke perpustakaan, oh jangan salah ya mereka ke perpustakaan karena ada udang dibalik batu. Ada yang numpang ngadem, tiduran, bahkan bermain uno. Jangan dicontoh ya teman-teman, ini tidak baik. Tapi itu kenyataan.
"Oke." sahut Rena. "Gue mau nanya hubungan lo sama Angkasa sekarang emang lagi deket banget?"
Bulan mengerut sebentar, "Oke gue paham sama kalian berdua, jadi ini alasan kalian dari tadi bersikap enggak jelas."
Rena dan Aya terkejut, tidak menyangka bahwa Bulan menyadari tingkah mereka.
Aya cengengesan, "Bul, emang lo sahabat terbaik kita."
Bulan memutar bola matanya malas.
"Gini ya teman-teman, Oh my best friend! Gue sama Angkasa kan lagi ada tugas sama bu Nadia buat join lomba, jadi ya kita deket, bareng-bareng terus tiap pulang sekolah karena kita berdua punya tanggungjawab. Toh ini kan lomba terakhir gue dimasa sekolah menengah ini, jadi gue enggak mau mengecewakan. Oke!" jelas Bulan dengan menekan tiap kalimat yang ia ucapkan.
"Tapi Bulan, kedekatan kalian itu kayak bukan partner duet saja, tapi kayak lebih gitu loh." ucap Rena.
"Guys, dengerin gue ya. Gue pastikan kalau misalnya gue sama Angkasa cuma partner duet aja enggak lebih, ya kalau misalnya nanti lebih juga kan itu bonus." ucap Bulan dengan santai.
Rena menghela nafas pelan, ia mengangguk saja.
Sedangkan Aya berdecih pelan, "Lo tau dia baru putus, dan sekarang dia tiba-tiba deket sama lo, apalagi Gendis yang gak tau kemana, menurut lo gosip enggak akan menyebar dengan cepat? dan panas?" sarkas Aya.
Bulan menghela nafas pendek, " Gue tau, tapi ya seperti yang gue omongin, gue sama dia cuma partner aja, Okayy!"
"Paham gue Bul, tapi gue takut lo kena dampak dari gosip kemaren." ujar Aya.