[DIHARAPKAN SEBELUM BACA WAJIB UNTUK FOLLOW DULU]
Kalian pernah menyukai seseorang?
Kalian pernah mencintai seseorang secara gila-gilaan?
Bagaimana perasaan kalian ketika mengetahui bahwa orang yang kalian suka malah balik mendekati kalian?
Senan...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Jam menunjukan pukul 16.16 WIB, Bulan sudah tiba di studio milik Angkasa sejak 5 menit yang lalu.
Ia masih nangkring diatas motor karena Angkasa ternyata belum sampai.
Bulan sedikit menggerutu karena Angkasa lama sekali sampainya.
"Lama banget." gerutu Bulan kesal.
Tiba-tiba terdengar suara motor lain yang ternyata adalah Angkasa. Angkasa memarkiran motornya disebelah motor Bulan.
"Lo udah lama disini?" tanya Angkasa sembari melepas helmnya.
Bulan menggeleng, "Baru kok."
Angkasa turun dari motor, "Ayok, langsung masuk." ajak Angkasa.
Bulan mengikuti Angkasa dari belakang hingga di ruangan mereka berdua biasanya latihan bersama.
Bulan menaruh tasnya disofa dan segera bergabung dengan Angkasa.
"Kayaknya yang bagian ini gue rada susah sih soalnya lumayan juga nadanya." kata Bulan menunjukan kedapa Angkasa bagian yang menurutnya sedikit susah.
Angkasa terlihat berfikir sebentar, "Okelah, bisa kita atur lagi."
1 jam mereka gunakan latihan bersama di ruangan tersebut. Kini mereka berdua sedang istirahat sebentar, setelah itu baru pulang karena sudah lumayan sore.
Angkasa menatap Bulan yang sedang minum dan makan makanan yang mereka pesan tadi.
Bulan sedikit salah tingkah ditatap seperti itu oleh Angkasa.
"Apa sa?" tanya Bulan melirik Angkasa.
Angkasa tersadar dan terkekeh, "Enggak papa. Bener kata anak-anak kalau suara lo emang seadem itu."
Bulan salah tingkah dipuji Angkasa, "Ah enggak biasa aja."
Angkasa tertawa kecil, "Lo memang suka nyanyi ya?" tanya Angkasa.
Bulan mengerut sebentar, "Iya, dari kecil udah hobby banget dan nyanyi itu sudah kayak bagian dari diri gue yang hilang." jawab Bulan yang dibalas anggukan oleh Angkasa.
"Lo sendiri gimana? memang hobby?" tanya Bulan.
"Enggak sih! gue hobby divoli aja, nyanyi cuma menemani gue disaat gue ngerasa sendirian. Gue baru sadar kalau gue bisa dibidang musik karena dulu pernah coba-coba lomba musik pas SMP." jelas Angkasa sembari menerawang sedikit masa-masa SMP.
Bulan ber'oh' saja.
Sedari tadi sebenarnya ada yang mengusik pikiran Bulan. Hubungan antara Angkasa-Gendis masih menjadi topik hangat disekitar sekolahan.
Bulan hanya ingin memastikan saja, "Angkasa, gue boleh tanya sesuatu?"
"Boleh."
Bulan sedikit meragu sebentar, "Em... Hubungan lo sama Gendis sebenarnya bagaimana?"