Nggak tau dalam rangka apa. intinya kangen Lara 🐋🐋🐋
Happy reading!! Semoga ngobatin rasa kangen kalian yaww!!

-
Karang terbangun dari tidurnya ketika cahaya pagi mulai menyusup melewati celah tirai kamar. Tangannya sempat meraba sisi kasur di sebelahnya secara refleks, mencari tubuh yang biasanya menjadi hal pertama yang ia temukan begitu membuka mata, tetapi yang didapatkannya hanya seprai yang sudah sedikit kusut. Ketika akhirnya ia mengangkat tubuh dan melihat keadaan kamar, Karang mendapati seluruh ruangan luas itu sudah kembali berantakan.
Buku, pensil warna, peralatan lukis. Semua barang milik Lara selalu menghiasi setiap sudut kamarnya. Ia bahkan pernah merasa ... kamarnya sudah seperti taman kanak-kanak. Anehnya, Karang sama sekali tidak merasa terganggu. Ia justru mulai menyukai kekacauan kecil tersebut karena semuanya terasa seperti jejak keberadaan Lara di dalam hidupnya.
"Sayang, udah bangun?" Karang mengernyit. Mengerjapkan matanya yang masih setengah mengantuk. "Atau nggak tidur?" gumamnya menerka.
Itu bukan hal langka. Lara sering terjaga setiap malam.
Karang menatap Lara yang pagi begini sudah segar. Duduk melipat kakinya dengan sedikit membukuk, melanjutkan lukisan yang sudah dikerjakan dari kemarin.
Semenjak bersama Lara juga, Karang jadi harus lebih pandai mengatur waktunya. Sebagai penerus perusahaan hotel milik keluarganya itu, ia selalu disibukkan dengan pekerjaannya setiap hari. Ia harus bekerja sedari pagi sampai nyaris petang, lalu pada malam hari, ia juga harus menemani Lara yang betah sekali bermain pada malam hari. Entah itu menemani dia melukis, menggambar, membaca buku, apapun itu. Meski terkadang dia lelah, tetapi bersama Lara selalu menyenangkan.
Ia lebih suka Lara aktif dan banyak berbicara daripada melihat dia diam seharian, karena suara Lara sudah menjadi sesuatu yang ia cari setelah melewati hari yang panjang nan melelahkan itu.
"Lara?" panggil Karang sekali lagi. Akhirnya Lara menoleh. Wanita itu langsung meninggalkan alat lukisnya. Merangkak naik ke atas kasur menyambut Karang yang sudah merentangkan kedua tangannya, memberikan senyuman pagi terhangat seperti biasanya.
Karang langsung memeluk Lara erat. Mencari bau manis candu yang selalu menguar dari tubuh kekasihnya itu.
"Karang, aku masakin sarapan buat kamu."
Alis Karang terangkat. "Masakin aku?"
Lara mengangguk. Tangannya kemudian meraih sebuah piring yang sejak tadi sudah ia letakkan di dekat meja kecil. "Telur ceplok doang sih. Sosisnya juga tinggal masukkin air fryer. Kayaknya menitnya agak kelamaan, jadi bentuknya gini. Aku tata buah dikit. Habis itu ..." Lara mengangkat piring tersebut sedikit lebih tinggi. "Tara! Sarapan platter!"
KAMU SEDANG MEMBACA
Sea For Blue Whales [TERBIT]
RomantiekOPEN PO 23 FEBRUARI - 15 MARET 📚🐋🎀 "Kamu pernah bilang kalau kamu lautku Karang. Seperti namaku, Lara. Kita akan tetap bertemu ditepi saat semua orang mengutarakan lukanya dengan laut. Kamu adalah penyembuh Lara. Kita akan selalu bertemu Karang...
![Sea For Blue Whales [TERBIT]](https://img.wattpad.com/cover/363310472-64-k374265.jpg)