Begitu Alicia dan Joy pergi meniggalkan ruangan dengan bau obat-obatan itu, Sehun mengambil sebuah kursi untuk ia duduki di samping ranjang tempat Kai terbaring tak sadarkan diri.
Tempat itu sudah bukan lagi tempat yang asing baginya dan juga bagi Alicia. Selama satu minggu ini, setelah pulang sekolah mereka berdua selalu menemani Kai. Terkadang beberapa teman Kai lainnya juga ikut menjenguk.
Sehun menghembuskan napasnya kasar. Berbagai perasaan tercampur aduk dalam benaknya. Perasaan khawatir dan sedih akan sahabatnya yang tengah terbaring tak sadarkan diri selama hampir satu minggu ini. Sehun takut Terjadi sesuatu padanya. Walau dilihat dari yang lainnya, Sehun lah yang terlihat paling tenang dan terkesan masa bodoh, tapi sebenarnya, Sehun sama dengan apa yang dirasakan Alicia.
Perasaan kesal, marah dan benci pun entah kenapa masih ada pada dirinya. Walau Sehun tahu bahwa sebenarnya Kai berniat baik, tapi tetap itu membuat Sehun sakit hati. Hari-harinya yang ia jalani di Edinburght setelah mengetahui kabar tersebut menjadi sangatlah buruk. Tapi dalam lubuk hatinya yang paling dalam, Sehun juga sangat berterima kasih karena hal itu. Itu sungguh perasaan yang tidak karuan.
Sehun memandang kosong tubuh Kai yang berbaring tak berdaya itu. Lama ia memikirkan segala perasaan yang ia rasakan dalam benaknya, sampai ia tersadar saat ia merasakan jari tangan Kai yang bergerak. Sehun mengerutkan keningnya dan segera memfokuskan kembali pikirannya. Memastikan bahwa itu bukanlah ilusi semata.
Tidak lama setelah itu, Sehun juga bisa melihat kelopak mata Kai yang bergerak perlahan. Sehun mengerjapkan matnya tidak percaya. Mengalir pada tubuhnya perasaan senang.
"Kai," Sehun berseru dengan suara seraknya sambil tanpa sadar menyunggingkan seulas senyuman tipis pada wajah tampannya.
---OOO---
Perlahan demi perlahan Kai mendapatkan kembali kesadarannya. Yang ia rasakan adalah sakit kepala yang amat luar biasa seperti yang akan meledak. Ingin sekali rasanya Kai kembali tak sadarkan diri demi menghilangkan rasa sakit itu. Tapi keinginannya itu malah membuat kepalanya semakin berdenyud dan menciptakan rasa sakit yang semakin menjadi-jadi. Kai menjerit dalam hatinya.
Kai membuka matanya dengan perlahan. Yang pertama ia lihat adalah sebuah pandangan putih yang teramat buram. Perlahan demi perlahan Kai mulai dapat melihat dengan jelas. Kai melihat sebuah atap yang asing baginya. Indera penciumannya menginsterupsikan kepada otaknya bahwa ia sedang berada di rumah sakit. Ya, bau obat-obatan yang menyengat itu lah yang membuat Kai tahu tentang hal itu. Ketidaksukaan Kai terhadap apapun yang bersangkutpautan dengan rumah sakitlah yang membuat Kai lebih peka.
Kai masih mencoba mengumpulkan kembali semua tenaganya. Ia mencoba melihat ke sebelah kanan dengan sedikit menggeserkan kepalanya. Dan ia melihat seseorang yang sedang tersenyum lebar ke arahnya. Namun beberapa detik kemudian orang itu segera pergi menuju pintu keluar sambil berlari dengan sangat cepat.
Wajah orang itu tidak asing bagi Kai. Ya, Kai mengenalinya. Kai ingat, orang itu adalah Sehun. Oh Sehun.
Betapa Kai sangat merindukan sahabat lamanya itu.
---OOO---
"Kai... Kai membuka matanya."
Apa yang Alicia rasakan adalah perasaan senang yang amat luar biasa. Perasaan lega dan ingin menangis bercampur aduk pula dengan apa yang sekarang ini ia rasakan. Tanpa menghiraukan Sehun yang masih terengah-engah mengatur napasnya dan Joy yang ada di sampingnya, Alicia segera bangkit dari posisi duduknya dan langsung berlari menuju tempat dimana Kai berada.
Jarak yang biasa ia lewati hanya sebentar itu, entah kenapa menjadi seperti jarak yang teramat jauh. Alicia merasa ia sudah berlari sangat jauh. Alicia berhenti di depan pintu-ruangan tempat Kai berada-dengan napas yang terengah-engah. Mencoba mengatur napasnya dengan menarik napas panjang dan menghembuskannya dengan kasar.
Jari tangan mungilnya memegang kenop pintu dan membukanya dengan perasaan yang tidak karuan.
Alicia merasa semua beban dalam hidupnya seolah-olah lenyap begitu saja setelah melihat apa yang ada di hadapannya saat ini. Perasaan bahagialah yang saat ini mendominasikan segala perasaan yang bercampur aduk dalam benaknya. Air matanya tanpa sadar mengalir begitu saja. Tanpa menunggu apapun lagi, Alicia segera berlari menghampiri Kai yang tengah duduk di ranjangnya.
"Kai..." Lirih Alicia sambil memeluk tubuh Kai. Tangisnya pecah saat itu juga.
Tidak ada respo sama sekali. Kai masih mencoba mengumpulkan semua tenaganya untuk mengingat-ingat apa yang sebenarnya terjadi.
Tidak lama setelah itu, Sehun dan Joy datang berbarengan memasuki ruangan dan segera menghampiri Kai yang terlihat kebingungan.
"Sehun..." Kai mencoba berbicara. Menghiraukan seseorang yang sedang memeluknya sambil mengangis tersedu-sedu. "Apa... apa yang terjadi?" Kai bertanya dengan suara yang serak.
"Kai, kau tidak sadarkan diri selama hampir satu minggu ini." Sehun menjawab.
"Lalu... apa yang kau lakukan di sini?" Kai bertanya dengan tenaganya yang masih sedikit.
"Apa yang ku lakukan? Tentunya aku dan Alicia yang menunggumu selama hampir satu minggu ini." Jawab Sehun.
"Apa maksudmu? Kau jauh-jauh datang ke London hanya untuk menjagaku? Lalu, siapa maksudmu Alicia?" Kai terlihat sangat bingung.
Deg!
Alicia membeku saat itu juga. Tangisnya tiba-tiba terhenti dan suhu tubuhnya langsung turun drastis. Keringat dingin membasahi semua bagian tubuhnya. Perlahan, ia melepaskan pelukannya dan melangkah mundur menjauhi Kai yang diakhiri dengan menubruk tubuh jangkung Sehun yang memang sedari tadi ada di belakang Alicia. Matanya menatap Kai dengan kosong. Semua kebahagiaan yang ia rasakan saat itu lenyaplah sudah. Sakit. Itulah perasaannya saat ini.
"Kai..." Sehun dan Joy menggumamkan nama Kai dengan perasaan tidak percaya. Tidak dengan Alicia yang mencapai batas kesadarannya. Kepalanya pusing dan itulah yang terakhir Alicia ingat. Setelah itu, semuanya berubah menjadi gelap.
Dengan segera Sehun menopang tubuh Alicia yang terjatuh tepat di depannya. "Joy kurasa ada yang tidak beres. Kumohon panggilkan dokter sekarang juga!"
---OOO---
SLOW SLOW SLOW UPDATE!
Maaf banget telat update. Kondisi tubuh, tugas, ulangan, dan koneksi adalah penghambatnya. /banyak alasan/
Kalian pasti berkomentar "Udahmah updatenya lama, chapternya dikit lagi. Dasar pelit!/ala iklan/"
hehe sengaja aku bikin sampai sana doang. Biar makin gereget haha
Ditunggu komentar dan Vote nya juga~
KAMU SEDANG MEMBACA
Love Story
Roman d'amourKai, Seorang pria apatis yang ternyata dapat berubah setelah ia bertemu dengan seorang gadis dingin bernama Alicia. Kepribadian buruk diantara mereka lambat-laun menghilang setelah hubungan mereka semakin dekat. Namun Kai terikat dengan kesalahpaha...
