EPILOG

1.1K 72 14
                                        

Pagi ini aku bangun pagi sekali. Semua orang yang ada di rumah ini masih memejamkan matanya dan menjelajahi mimpi mereka masing-masing. kepalaku terasa pusing, namun kupaksakan untuk bangun dan menuruni tangga menuju lantai bawah. Sepertinya Lay masih tertidur.

Kuhampiri pohon natal yang ada di sudut ruangan. Kulihat ada sebuah surat berwarna merah muda yang bertulisan to: My Alicia, From: Kai. Aku tahu kalau itu adalah surat yang akan Kai berkikan kepadaku. Tanpa pikir panjang lagi, kubuka surat itu dan memperlihatkan sebuah kalimat yang membuat sudut bibirku terangkat. 'Aku mencintaimu, Alicia!'
itulah yang ada pada surat itu. Kupikir itu adalah surat terpendek yang pernah kuterima. Namun surat itu juga merupakan surat terindah yang pernah kuterima.

Beralih dari surat yang kini telah kusimpan baik-baik di dalam saku jeansku, Aku melihat sebuah kotak hadiah kecil indah yang ditujukan untukku. Ini adalah kotak hadiahnya Kai. Dapat kulihat namanya di sudut kanan-atas kotak itu. Kubuka dengan perlahan. Senyumku kembali terukir saat aku mengetahui isi dari kotak hadiah itu. Sebuah kalung berlian yang begitu indah.

Apakah benar Kai memberikanku kalung ini? Tapi bukan tidak mungkin kalau itu terjadi, mengingat keluarga Kai yang sangat kaya.

"Hei!" Aku melompat kaget saat mendengar ada yang menyapaku dari belakang dengan suara seraknya. Ternyata Sehun. "Sedang apa kau?"

"Ah aku sedang membuka hadiah dan surat yang ditujukan untukku." Jawabku sambil memperlihatkan benda kecil yang berkilauan itu.

"Oh itu adalah kalung yang Kai berikan kepadamu."

"Benarkah? Darimana kau tahu?" awalnya aku tidak yakin dengan kalung itu. Tapi sekarang tidak.

"Apa kau tidak percaya kepadaku? Pakailah kalung itu! Kau akan terlihat sangat cantik saat memakainya."

"Benarkah?"

"Yeah!"

Kupakai kalung itu di leherku. Sedikit terasa aneh karena aku tidak terbiasa memakai kalung di leherku. Oh, ini pasti hadiah yang sangat mahal. Terimakasih, Kai.

"Sehun, bisa tolong ambilkan gambarku dengan kalung ini oleh handphonemu?"

"Untuk apa?"

"Untuk nanti kau berikan gambarnya kepada Kai." Jawabku sedikit ragu. Oh astaga seharusnya aku tidak berkata seperti itu.

"Baiklah." Syukurlah. Syukurlah Sehun tidak mengindahkan kalimatku yang terakhir.

---OOO---

Sehun sudah pergi, dia bilang, dia akan pergi untuk mandi. Kini yang tertinggal hanya aku dan Kai yang sedang tertidur dengan pulas di sofa yang berada tidak jauh dariku. Mungkin pria itu sangat kelelahan karena dia sama sekali tidak terganggu saat aku dan Sehun mengobrol tadi.

Kuhampiri dia dan duduk mensejajarkan wajahku dengannya. Kuperhatikan wajahnya yang tengah tertidur itu. Bibirnya sedikit terangkat seakan ia sedang mengalami sesuatu yang indah di dalam mimpinya. Kau sangat tampan Kai.

Kudekatkan wajahku dengannya dan kukecup bibirnya perlahan. Hanya sebentar. Aku tidak sanggup lagi. Hatiku terasa sakit dan remuk. Seharusnya aku tidak meninggalkanmu. Tapi aku terpaksa melakukannya. Maafkan aku Kai. Kau akan menjadi kenangan terindahku di sana. Aku tidak akan pernah untuk melupakanmu walau hanya sedetik. Aku mencintaimu, Kai.

---OOO---

Aku pergi setelah berpamitan kepada Lay dan yang lainnya. Amelia ikut bersamaku. Dia bilang dia ingin mengantarku menuju bandara nanti siang. Sebenarnya Lay dan yang lainnya juga ingin ikut mengatarku menuju bandara, namun aku menolaknya.

Love Story Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang