Saat selesai jam kuliah nayla keluar ruang bersama thea mereka berbincang2.
"Eh,,lo ntar gue anter ya sekalian aja kita bareng ke apartemen prilly?" Thea
"Ya deh, prilly pasti lagi sedih banget, ada banyak masalah yang datang padanya" nayla
"Iya ya. Emm kasian juga si, kita harus temenin and ngehibur prilly dech" thea.
Di sela perbincangan mereka, ada suara yang memanggil mereka.
"He, thea nayla?" Ali berlari menghampiri mereka berdua.
"Kenapa si li?" Thea
"Prilly mana?" Ali
"Prilly gak masuk." Thea
"Kenapa?" Ali
"Dia tuh lagi gak enak badan" nayla
"Prily sakit?" Ali
"Ya enggak sii. Dia cuma lagi sedih aja. Ada banyak masalah yang lagi dia pikirin tauuu..." nayla
"Masalah apa?" Ali
"Lo gak ngerasa?. Hellllooooo. Lo kemana aja? Kemaren dia ributkan sama lo?" Thea kesal
"Iya sii. Tapi ini gue mau munta maaf, tapi dia gak ada" ali
"Ya kayaknya saatnya belum pas deh li, soalnya prilly pasti lagi bad mood banget" nayla
"Emang sbenernya priy kenapa siii???" Ali
"Ya gimana ya,, emm prilly pergi dari rumah, dan sekarang dia tinggal di apartemen" nayla
"Ya, emang kenapa?" Ali kepo.
"Ya jadi dia tuh ribut sama papahnya gara2 michell, trus dia kabur" nayla
"Gue harus temuin prilly" ali melangkahkan kakinya namun ditahan oleh thea da nayla
"Eh, elo mau ngapain?"thea
"ya gue mau nemuin prilly lah" ali
"Lo tuh ya, prilly tuh lagu bad mood salah satunya gara2 elo. So kalo elo kesana, malahan cuma bikin prilly makin BT tau gak!!" Thea
"Ya terus gue harus gimana?" Ali frustasi
"Ya lo tunggu aja sampai prilly agak baikan." Nayla
"Ya tapi kapan?, lama2 kan gue kangen sama dia" ali
"Hellleh, modus lo" thea
" udah yuk ah" thea
Thea dan nayla pergi menuju apartemen prilly dan sebalumnya ke rumah nayla untuk meminymta izin dan membawa keperluanya.
Seampainya di apartemen prilly mereka langsung masuk aja karena sudah terbiasa. Dan mereka mendapati prilly tengah sibuk dengan laptopnya.
"Woy" thea mengageti prilly
"Sialan" prilly kaget
"Apaan si lo, ngagetin aja" lanjut prilly
"Ya lagian elo sii, serius amat?" Thea
"Iya nih, eh nay lo jadi kan nginep di sini?" Prilly
"Iya, gue udah ijin sama ibu gue." Nayla
"Good, elo" prilly menunjuk thea,
"Eh, sori ya prill. Gue gak bisa, soalnya gue harus jemput nyokap gue nanti malem di bandara" thea sambill cengar cengir
"Yah, gue pahAm yang kaya gini nih" prilly
" iya iya sorry, tapi besok gue janji nginep di sini" thea
"YayayY" prilly
"Eh, tadi kita ketemu ali loh" thea
"Terus?" Prilly malas
"Ya dia nyari,in lo lah" nayla
"Mau apa?" Prilly
"Katanya si mau minta maaf" thea
"Ya udah si prill baikan aja" nayla
"....." prilly hanya diam memikirkan ali
"Hey prill" thea membuyarkan lamunan prilly
"Hmmm" prilly
"Lo kok kacangin kita sii?" Thea kesal
"Iya, iya. Eh, gue mau keluar dulu ya." Prilly menutup laptopnya dan beranjak dari dududknya.
"Mau kemana?" Nayla
"Bukan urusan kalian, udah kalian di sini aja" prilly mengambil jaket dan kunci mobilnya. Lalu pergi
"Ya udah deh, gue juga harus pulang. Bentar lagi juga gue harus ketemu galang" thea beranjak dari duduknya.
"Lah terus gue?" Nayla menunjuk dirinya sendiri.
"Ya lagian elo si jomblo. Jadinya kan malming sendirian" thea terkekeh
"Lo mah jahat" nayla mengerucutkan bibirnya.
"Ih, enggak2 bercanda kelez" thea. Dan nayla hanya tersenyum pada sahabatnya itu.
"Ya udah gue pergi ya, baik2 jones" thea meledek dan pergi.
"Elu mah, liat aja" nayla berteriak.
Prilly pov
Gue lajukan mobil gue menuju rumah ali. Tapi sesampainya di rumah ali , apa yang gue dapati. Ali tengah duduk berdua dengan michell yang memeluknya, sungguh panas hati ini. Walaupun gue melihat mereka dari belakang tapi sakit.
Gue cuma bisa menahan air mata gue yang akhirnya mengalir dan mamah ali melihat ku tengah berlinang air mata.
"Eh, prilly" mamah ali, sontak ali membalikan dirinya dan melepas pelukan michell saat melihat prilly.
"Eh, iya tan" prilly mengusap air matanya.
"Sayang"ali kaget.
"Sini sayang, mampir dulu" mamah ali.
"Eh, enggak tan makasih, prilly pergi aja takut ganggu" prilly mencium tangan mamah alk dan tersenyum.. dan pergi dengan linangan air mata.
"Prill" ali mengejar dan terus memanggil prilly namun prilly tak peduli dan terus melajukan mobilnya dengan menangis.
Sampai akhirnya dia melihat ada balap motor di jalan dan ternyata salah satu pembalapnya itu boy teman smp prilly.
" hey, elo prilly kan? " boy
"Eh iya, lo boy kan?" Prilly
"Iya, kita ngobrol di sana aja yuk biar enak." Boy mengajak prilly dududk di bangku.
"Eh, ngomong2 lo ngapain kesini?" Boy
"Ya gue lagi BT aja cari hiburan" prilly
"Eh. Gue mau dong di ajarin naik motor kaya punya lo," lanjut prilly
"Ya emang lo bisa naik motor?" Boy
"Ya bisa lah. Tapi kan belum nyoba yang kaya gitu" prilly
"Ya, kalo gue kayaknya gak bisa deh ajarin elo, kan lo cewek gue cowok." Boy
"Lah terus knapa?" Prilly bingung dengan perkataan boy yang tak masuk akal.
"Ya enter cewek gue marah lah" boy
"Cye elah" prilly
"Gini aja deh, gimana kalo lo di ajarin aja sama tmen and pacar gue, yuk ikut" boy menarik tangan prilly menuju tempat reva dan raya.
"Hey, dia siapa?" Reva
"Ini prilly temen aku smp" boy
"Prill kenalin, nih raya, nih reva paccar gue yang paling cantik" boy
"Apaan si boy, lebay tauuu" reva
"Prilly" prilly menjabat tangan
"Reva" reva
"Raya" raya
"Eh, ngomong2 kayanya gue kenal elo deh" raya
"Sok kenal lo" reva
"Enggak beneran, lo pewris kedua latuconsina group kan?" Raya
"Emm iya" prilly malu
"Jadi gini, prilly pengen di ajarin naik motor kaya kita." Boy
"Owh, ya udah yuk ikut kita" lalu prilly pun berlatih sampai malam hari ternyata dia sudah biasa.
"Yey, akhirnya gue bisa" prilly girang.
"Lo tuh termasuknya hebat tauu, dalam semalem lo langsung bisa" raya
"Iya lo hebat" reva
"Thanks ya, oh ya besok pulang ngampus kita ketemu di cafe ya, anterin gue beli motor" prilly
"Siip deh, itu mah gampang" raya mengacubgkan jempolnya.
"Eh udah malem nih, gue pulang dulu ya, bay" prilly melambaikan tanganya dan menuju mobil lalu pulang ke apartemen.
Di apartemen nayla sibuk mondar mandir karena jam 00.00 prilly belum juga balik. Ia sangat khawatir karena prilly juga tak dapat di hubungi.
Sekiter jam 01.00 prilly baru pulang.
"Eh, nih dia, dari mana si elo prill" nayla dwngan khawatirnya.
"Ah, udah ah gue ngantuk mau bobok. Bay emmuach" prilly mencium pipi nayla dan langsung menuju kamar, ganti baju bersih kaki tangan lalu langsung tidur. Di ikjti nayla yang tidur di sebelahnya.
***pagi***
"Prill lo kenapa si. Dari tadi malan tuh aneh banget tau" nayla
"Gak papa kok." Prilly cuek lalau pergi kekampus bersama nayla.
***di kampus***
Aneh, prilly mengajak nala dan thea keruang penyiaran radio kampus.
"Gue mau curhat, tpi jangan di nyalain ya" prilly dan kedua sahabatnya mengacungkan jempol tanda mngerty karena kalo bicara pun mereka tak akan dengar. Setahu prilly sahabatnya tak akan iseng dan hanya mereka berdua yang mendengar. Namun saat prilly mulai bicara thea menyalakan penyiaran kampus.
"Gue tuh sayang sama ali, tapi gitu. Masa dia berdua2 an sama michell?" Prilly
"Lah terus?" Thea
"Ya gue sebel lah. Pengen gue makan mereka berdua kemaren" prilly
" lo yakin?" Nayla
"Eh, enggak sii. Gue sayang sama dia" prilly
"Siapa?" Thea
"Sama ali lah" prilly
"Sama siapa?" Thea pura2 tak dengar agar prilly mengulangnya
"Gue sayang sama ali budeg" prilly menutup mulutnya karena dia sadar suaranya terdengar sangat keras diluar
"Eh, lo berdua nyalain ya" prilly berteriak. Dan kedua sahabatnya pun cuma piss. Dan prilly lari keluar kelas betapa malu dirinya , semua siswa memandangnya dan tertawa namun prilly hanya berjalan dengan menutup wajahnya dengan buku yang iya bawa dan menahan malu setengah matinya.
Namun langkah kakinya berhenti saat ada ali didepanya dan ia membalikkan diri dan berlari kecil dengan tetap manutup wajahnya.
Ali mengejar prilly
"Hey, prill" ali dengan senyum nakalnya.
"Udah sana pergi jangan ikuti aku" prilly lalu terhenti karena ada tangn yang melingkar di pinggangnya.
Ali memeluk prlly dari belakang dan menopang dagunya di pundak prilly.
"Kok lari sii" bisik ali
"Aduh ali lelasin deh, malu di liat orang" prilly
"Gak ada orang disini" ali dan prilly melihat sekitar dan memang gak ada orang karena merka berada di dalam kelas.
"Aku juga sayank banget sama kamu" ucap ali di telinga prilly membuat prilly membalikan badan dan berhadapan dengan ali. Prilly tersenyum senang.
"Omongin semua yang ada di fikiran kamu tentang aku" ali
"Aku cinta kamu" prilly membalas pelukan ali
"Aku juga cinta banget sama kmu sayang" ali melihat wajah prilly lebih dekat dan mereka berciuman didalam kelas, untung saja kelas itu sudah selesai sehingga tak ada orang yang masuk tapiii.... setelah cukup lama mereka berciuman ada sosok gadis ya dia nayla. Dan membuat mereka melepas ciumanya.
"Kalian ini. Kelas kok di jadi,in ruang pribadi" ucap nayla dan membuat prilly malu.
"Ngapain si lo"ali
"Ih biasa aja dong, gue kesini kan nyari prilly" nayla
"Eh ini lo pulang dulu aja" prilly memberikan kunci kepada nayla.
"Ya deh, lanjutin aja. Sorri ganggu" nayla lalu berlalu pergi.
"Sayang kita makan yuk, laper nih?" Ali merengek
"Mau makan apa?" Prilly
"Makan orang hahaha" ali tertawa
" apaan si" prilly mencubit perut ali.
"Aww, sakit" ali
Prilly hanya menyilahkan tanganya di dada.
"Lagian kamu lucu sii... masa pengen makan aku" ucap ali memeluk prilly dari samping.
"Udah ach yuk" prilly
"Yuk ngapain ayoooo" ali menggoda prilly
"Ya makan lah , ayuk ah" prilly
Lalu mereka pun pergi menuju salah satu restorant. Dan pulang sekitar pukul 13.00 padahal mapel mereka berdua selesai pukul 09.00 karena jam pagi.
********;;;;;;;;**********
Follow us :
IG : @ellytriani_
Twitter : @triani_elly
Mention kritik dan saran mengenai karangan aku didua akun diatas ok👌
Aku tunggu komentar kalian disana.
~~~thank's for your time~~~
#i'am aliando prilly fans😃
KAMU SEDANG MEMBACA
Ada Apa Dengan April 1
Teen FictionFollow : Instagram : @ellytriani_ Twitter : @triani_elly Line : EllyTriani_56 Whatsapp: 082322872702
