Pagi ini prilly sudah siap dengan celana jins hitam dan kemeja shifon putih yang ia tambah dengan jas kerja hitamnya.
Dengan make up tak menor tapi tetap cantik.
"Pagi, ada agenda apa hari ini?" Prilly baru datang dari kamarnya.
"cuma meeting dengan houspital itu doank" shireen mengecek scadule di iphonenya.
"Owh, lo gimana jes?" Prilly.
"Emm hari ini gue mau nyiapin berkas2 yang di perlukan buat daftar." Jessi
"Ya sudah, lo kalo mau bawa mobil sendiri juga gak papa jes, kan lo udah punya SIM tuh" prilly.
"Ya kak, ntar kalo udah di beliin lo aja" jessi.
"Ya deh, gue lagi sibuk banget akhir2 ini, tapi gue janji sebelum lo masuk kampus udah ada mobil buat lo." Prilly.
"Lagian gue juga mau bareng chand" jessi tersipu.
"Hah chand?" Shireen.
"Iya, jadi chand itu pindah ke jakarta, and sekarang kita satu kampus" jessi.
"Cie cie" goda prilly.
Prilly kini telah berada di salah satu hotel berbintang yang digunakan untuk meeting.
Saat sampai di sana sudah kumpul beberapa wakil dari perusahaan ternama.
Prilly dan shireen melangkah memasuki boolroom.
"Prilly" pekik nayla.
Ya kevin mengajak nayla dalam meeting ini.
Prilly duduk di kursi yang di sediakan.
Prilly melihat nayla namun ini dalam ruang meeting tak mungkin dia kangen2an, mungkin setelah meeting .
Prilly duduk dengan wajah datar namun tetap cantik.
Tak lama pihak rumah sakit datang.
Prilly melihat ali tersenyum padanya, namun prilly hanya mengacuhkanya, membuat ali kesal.
Meeting berjalan dengan lancar, dilanjutkan dengan acara makan siang.
Sudah banyak perusahaan langsung pulang setelah memberikan donasi.
"Maaf, apa boleh saya bertanya beberapa hal pada anda?" Tanya seorang CEO muda bernama randy pada prilly.
"Tentu" prilly.
"Siapa namamu?" Randy.
"Prilly" prilly.
"nama yang bagus" randy.
Mereka berjabat tangan dengan saling senyum.
Membuat ali menatap tajam arah meraka.
"apa kau sudah menikah?" Randy.
"Belum" prilly.
"Pacar?" Randy.
"Saya singgel" prilly.
Perkataan prilly membuat ali melotot.
Kevin dan nayla hanya menahan tawa melihat tingkah mereka.
"Wah kebetulan sekali, aku juga singgel" randy.
"Ohya?" Prilly.
"Mungkin jika kita menikah, kita bisa menyatukan. perusahaan kita agar lebih maju" randy.
"boleh juga, sepertinya menarik" prily.
"Maukah kau mencobanya" randy.
"Boleh," prilly.
Ali semakin kesal dengan tingkah prilly.
sedangkan shireen, kevin, dan nayla hanya menahan tawa melihat wajah lucu ali.
"Emm sepertinya kita harus pergi," prilly.
"Terburu2 sekali" randy.
"Iya, masih banyak urusan" prilly bangkit dari duduknya.
"Kami pamit , masih banyak kerjaan di kantor" ucap prilly sembari menyalami semua orang yang ada di situ.
Namun saat bersalaman dengan ali, ali sedikit meremas tangan prilly sambil menatap tajam.
Prilly hanya membalasnya dengan berusaha menahan tawa melihat ekspresi ali saat itu.
Kevin, nayla, dan shireen menahan tawa melihat ekspresi ali saat itu.
Selesai bersalaman prilly menyandang tasnya di pundak kananya.
"Mungkinkah kita bertemu di lain waktu?" randy.
"Tentu, kau bisa menghubungiku" prilly.
Randy hanya tersenyum manis.
"Kami permisi" ucap prilly dan shireen bergantian seraya pergi meninggalkan boolroom.
"Gila lo prill, ali panas prill" shireen di dalam mobil.
"Hahaha, abisnya dia udah cuekin gue kemaren" prilly.
"Terus lo serius sama ucapan lo tadi?" Shireen.
"Ya nggaklah, lagian nih ya. Randy tuh temen SMP gue, kita mah biasa kaya gitu" prilly.
"Temen SMP?, kok baru kenalan?" Shireen.
"Udah biasah, bercandaan. biar asik aja" prilly santai.
"Tapi ali beneran marah gimana?" Shireen.
"Biarin aja," jawab prilly santai.
Saat prilly tengah berada di kantor ali BBm.
Aliando syarief.
Dasar genit...!!!
namun prilly tak menjawabnya.
Ali kesal mengirim pesan BBm lagi.
Aliando syarief.
Prilllllyyyyyy...!!!!!
Prilly terkekeh melihat pesan ali, lalu ia membalasnya namun ia juga masih mau mengerjai kekasihnya itu.
Prilly latuconsina.
Apa.!
Aliando syarief.
Ngapain tadi, kecentilan gitu?. Pake bilang singgel segala lagi.
Prilly latuconsina.
Hmm..
Aliando syarief.
Kenapa?
Prilly latuconsina.
Ah udah ah, males ribut sama kamu, capek.
Aliando syarief.
Oh jadi gitu sekarang??
Prilly latuconsina.
kalo masih marah gak usah hubungin aku, bikin tambah capek tau gak.
Aliando syarief.
Ok.
Prilly tahu bahwa ali benar2 marah, tapi ego mengalahkanya. Ia merasa hal yang saat ini ia lakukan adalah sebagai bentuk balas dendamnya karna ali mengacuhkanya kemaren.
********;;;;;;;;**********
Follow us :
IG : @ellytriani_
Twitter : @triani_elly
Mention kritik dan saran mengenai karangan aku didua akun diatas ok👌
Aku tunggu komentar kalian disana.
~~~thank's for your time~~~
#i'am aliando prilly fans😃
KAMU SEDANG MEMBACA
Ada Apa Dengan April 1
Teen FictionFollow : Instagram : @ellytriani_ Twitter : @triani_elly Line : EllyTriani_56 Whatsapp: 082322872702
