2

355 33 1
                                    

Sinar matahari menerangi apartemen Nara. Setelah ditelepon ibunya, ia memutuskan untuk tidur lebih awal. Kini ia sedang minum teh di balkon.

Ting.. Tong.. Suara bel membuat Nara sedikit bingung. Kata ibu Nara, manager Jung akan menjemput jam 10 dan sekarang masih jam 9.30. Jarang tamu datang ke apartemen Nara karena jadwal Nara yang padat.

Setelah menimbang-nimbang selama 5 menit, ia memutuskan untuk membuka pintu. Kata eomma, kita tidak boleh membuat orang menunggu.

"Kau siapa?" Tanya Nara ketika melihat seorang lelaki tengah berdiri didepan pintu apartemennya.

"Nona Choi? Choi Nara?" Tanya lelaki itu dengan pandangan takjub. Bagaimana pun, semua lelaki pasti ingin melihat muka Nara tanpa polesan make up.

"Ne. Kau siapa?" Tanya Nara sekali lagi. Lelaki itu mengerjapkan matanya beberapa kali, "saya Jung Yongjin, manager Jung." Ucap lelaki itu sambil mengulurkan tangannya.

Nara membalas uluran tangan manager Jung dengan ramah. Walaupun separuh dirinya tidak percaya kalau lelaki didepannya ini adalah seorang manager. Dia terlihat seperti seumuran dengan oppa, batin Nara.

"Silahkan masuk." Ajak Nara. Manager Jung menggeleng, "tidak usah nona. Saya menunggu di lobby saja."

"Aahh.. Ne.." Ucap Nara pelan, "tunggu sebentar." Lanjut Nara. Manager Jung memutuskan untuk menunggu didepan gedung. Setelah dirasa manager Jung sudah naik lift, Nara segera mengganti bajunya secepat mungkin. Dia tidak suka membuat orang menunggu.

Setelah 10 menit mengganti baju, Nara turun menghampiri manager Jung. Manager Jung yang melihat Nara menenteng koper, mengambil alih koper dari tangan Nara.

"Kamsahamnida, manager Jung." Ucap Nara. Manager Jung hanya tersenyum dan menyuruh Nara masuk ke mobilnya.

Sepanjang perjalanan keheningan menyelimuti mereka. Nara yang memainkan handphonenya dan manager Jung sibuk menyetir.

"Mian nona. Ku kira jalanan akan macet, jadi aku menjemput nona lebih cepat." Perkataan manager Jung membuat Nara mengulas senyum -kecil, "tidak apa-apa, manager Jung. Oiya, jangan panggil aku dengan embel-embel nona. Panggil saja Nara."
"Tapi nona. Saya seorang manager dan nona adalah seorang artis. Manager dan artis, itu tidak setingkat nona." Terang manager Jung.

"Tapi aku tidak membeda-bedakan manusia. Kita disini sama-sama bekerja, sama-sama mencari uang." Terang Nara santai.

Tidak terasa, mobil mereka telah masuk kawasan shooting. Terlihat banyak lelaku disini. Tidak mungkin kan, aku satu-satunya perempuan disini?

Kening Nara mengerut ketika melihat seorang lelaki sedang berjalan sendirian. Sepertinya aku familiar dengannya..

"Nona Choi??" Ucapan manager Jung membuat Nara tersadar akan lamunannya.

"Ne manager Jung??" Tanya Nara balik, seakan otaknya pergi begitu saja.

"Kita sudah sampai nona." Jelas manager Jung. Nara akhirnya melihat sekelilingnya, "aah.. Ne manager Jung."

Nara pun turun dari mobil dan melihar sekelilingnya. Sepertinya ini di sekolahan. Apa tema shootingnya sekolah? Tanya Nara dalam hati.

Ada lelaki tinggi dan perempuan -menurut Nara dia seorang perempuan- sedang berdiri di pintu masuk sekolahan, seakan ingin menyambut Nara.

~oOo~

Wkwkwk.. Abal amat yaa.. Bodo ah.

Voment yaakk ^_^

Complicated LoveTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang