9

190 17 2
                                    

"Oppa mengantarku ke Hotel kan? Kok jalannya seperti jalan perumahan?" tanya Nara bingung. Bukannya dia tinggal di Hotel? Lagipula kalau Seungcheol mengantar nya hingga apartemen sangat jauh.

"Ke dorm Seventeen, yeodongsaeng oppa."

~oOo~

Nara POV

Ini bencana. Ini BENAR-BENAR BENCANA. Bagaimana mungkin oppa menyuruhku tinggal di dorm Seventeen?! Ini gila!

"Ya, oppa gila?!" seruku. Seungcheol oppa memberhentikan mobilnya di pinggir jalan dan menatapku. Oppa, aku tidak tahan dengan puppy eyes mu.

"Memang kenapa kalau tinggal di dorm Seventeen? Lagipula itu tempat tinggal oppa." jawaban Seungcheol oppa membuat mataku memanas. Tanpa sadar pipiku sudah basah. Seungcheol oppa yang memperhatikan ku langsung kaget.

"Ya, ya! Kenapa nangis Nara?!" pertanyaan Seungcheol oppa dengan nada.. Frustasi?

"A-aku... Takut dengan sasaeng fans oppa.." jawabku sambil menundukkan kepalaku. Kalau kau tanya, lebih menyeramkan siapa, sasaeng fans atau kemarahan eomma. Maka akan ku jawab dua-duanya.

"Huh?" aku mendongakkan kepalaku. Hanya 'huh'?! Oppa menganggap ini santai?! Ini menyangkut kehidupanku kedepannya, oppa!

Di tambah lagi, Seungcheol oppa terkekeh, membuat mood-ku rusak. Dengan cepat dia mengusap pipiku, "kau tahu kalau aku ini pelindungmu, Nara."

Deg

Tubuhku mematung. Kalimat ini, sama seperti kalimatnya. Kalimat lelaki itu, saat meninggalkanku.

Aku menengok kearah jendela. Ayolah! Lupakan dia! Dia pasti sudah bahagia dengan tunangannya!

"Sudahlah. Ayo pulang." Seungcheol oppa menyalakan mobilnya dan menyetir kembali.

Kami sampai di sebuah bangunan rumah dengan mobil besar di parkirannya. Aku ingat mobil itu mobil Seventeen.

"Annyeong.." ucap kami berdua saat masuk ke dalam. Tidak ada siapa-siapa. Kosong. Mungkin sudah pada tidur.

"Nara, ke ruangan istirahat dulu yuk." ajak Seungcheol oppa. Aku mengangguk dan mengikuti oppa, tapi tidak masuk. Menunggu di depan pintu. Ada member Seventeen disana. Setelah ku hitung, masih kurang satu orang. Sepertinya Joshua.

"Nara? Sudah sampai?" tanya Mingyu oppa sambil memutar badanku menghadapnya, sedikit mengangkat sehingga kakiku naik sebentar dari permukaan lantai. Aku mendecak, "aku tahu badanku kecil, tapi jangan putar aku sembarangan oppa."

"Mian." ucapnya sambil menunduk. Aduh, lucu sekali. Padahal mukanya itu dingin, tapi hatinya mudah tersentuh.

"Tidak usah minta maaf," ujarku. Dia mendongak dan aku melihat matanya menyiratkan kesenangan.

"Mau teh?" tawarannya mendapat anggukan dariku. Dia segera pergi ke dapur.

"Nara, ayo masuk!" ajak Jihoon oppa kepadaku. Aku melangkahkan kakiku ke dalam. Tapi aneh, ada gundukan selimut di atas kasur. Mereka tidak membereskannya?

"Itu apa, oppa?" tanyaku saat sudah duduk di sebelah Wonwoo oppa. Dia menggelengkan kepalanya, "aku tidak tahu."

"Oh, dia Joshua. Mungkin kelelahan. Kebiasaannya, tidur dengan selimut menutupi seluruh tubuhnya." terang Jihoon oppa. Kalau ku lihat, Jihoon oppa mukanya dingin, tapi ramah.

"Eung.. Kamu tidak mengantuk?" tanya Jun oppa pelan. Aku menggeleng. "Tadinya iya. Sekarang tidak."

"Eumm.. Kalau mau tidur, tidur di kamar Joshua hyung saja. Biar dia tidur disini." ujar Seokmin oppa pelan. Memang ada apa sih?

"Sepertinya mengantuk. Kamarnya yang mana?" tanyaku setelah berdiri. Jeonghan eon– ups. Maksudku, Jeonghan oppa menjawab, "yang bertuliskan JN di pintunya."

"Gomawo.. Aku tidur dulu ya?" mereka mengangguk dan menatapku dengan pandangan selamat-tidur. Mungkin takut Joshua oppa marah.

Eh? Joshua oppa? Memang kami sudah kenal?

Tapi aku merasa sudah dekat kok. Tak apalah.

***

"Hindari memanggil Jisoo dengan nama aslinya. Ini permintaanku, Seungcheol." ujar perempuan di depan Seungcheol. Seungcheol mendesah pelan. Dia bisa apa? Menolaknya? Wanita didepannya sangat keras kepala.

"Memang kenapa? Nama asli Jisoo adalah Hong Jisoo. Kami, member Seventeen, sudah menganggap Jisoo keluarga kami. Wajar saja kalau kami memanggilnya tetap dengan nama Jisoo, bukan Joshua."

"Seungcheol, ku mohon.. Adikmu akan tinggal di dorm kan? Aku tidak ingin Jisoo suka dengan adikmu." ucap wanita didepan Seungcheol dengan nada memohon.

"Memang kau pikir, Jisoo mudah suka dengan wanita?" tanya Seungcheol, sedikit dengan nada menolak. Wanita didepannya menunduk, "ku mohon, Seungcheol. Setelah ini tidak ada permintaan lagi."

"Baiklah. Seperti katamu. Aku akan memanggil Jisoo dengan sebutan Joshua, Yura."

~oOo~

Aku balik lagiii... •v• Maaf hiatus lama :) sibuk classmeet juga.

Ubah yaa.. dari yang kayak '☆', jadi kayak gini '★'.

Complicated LoveTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang