Love is like a game
Easy to start
But
Hard to finish
------------------------------------------------------
Demian Pov
Hari ini pekerjaan sudah aku selesaikan dengan baik, inilah awal dimana aku akan menjadi nahkoda di perusahaan KASTARA GROUP .
Tampaknya sore ini aku tidak ingin pulang kerumah. Sudah lama sekali aku tidak berkeliling jakarta, menikmati kuliner khasnya. Walau bagaimanapun Jakarta adalah tempat dimana aku lahir dan tumbuh semasa kecil banyak sekali kenangan yang tercetak.
Ting...!
Sebuah ide terlintas dibenakku, sepertinya bertamu di rumah siput pluto malam ini menyenangkan. Dengan cepat segera kubereskan meja kerjaku, biarlah sehari saja aku jadi penguntitnya. Aku ingin tau wanita sok polos sepertinya apa punya gaya hidup yang mewah, mengingat daddyku menjadi korbannya. Argh! Mengingatnya membuatku semakin benci saja.
Lumayan lama juga menempuh perjalanan menuju tempat tinggal si siput pluto apalagi jalanan sedang macet-macetnya. Saat sesampainya disana aku tidak langsung menguntitnya. Aku terdiam sejenak melihat dimana si Hanna tinggal, apa ini sebuah penthouse? Mengapa terlihat layaknya kost-kostan putri seperti ini. Untuk wanita sekelas dia yang dengan berani mengeruk harta daddyku dia tingga ditempat yang jauh dari kata mewah ini. Ohh atau mungkin ini adalah kamuflasenya, mungkin saja didalam rumahnya aku akan menemukan tas-tas branded ternama, sepatu limited editon, dan juga koleksi berlian yang disimpanya. Baiklah Demian jangan buang waktu langsung cekidot aja.
Aku menekan tombol lift menuju lantai 10 gedung ini, rupanya Hanna juga suka tinggal ditempat yang tinggi. Dari informasi yang aku dapatkan Hanna tinggal di kamar nomor 376.
Sesampainya disana aku menelusuri sebentar, dibanding yang dilantai bawah tadi bangunan dilantai ini cukup bersih dan terjaga, ah ternyata benar dugaanku ini hanya kamuflasenya saja. Lama kutekan bel tapi tidak ada sahutan dari si pemilik rumah, lalu kucoba mengetukknya siapa tau dia mendengarnya, tapi nihil dia juga tidak menyahut, ku coba menekan gagang pintu dan ternyata voila ! Tidak di kunci. Bagaimana dia seceroboh ini?
Kalo ada orang jahat yang masuk bagaimana hash! Dasar siput pluto.
Ku langkahkan kakiku saat pintu ku buka, betapa aku terkejut di dalam rumahnya terlihat seperti kapal pecah.
Apa benar habis ada perampok yang masuk, atau bagimana kalo dia diculik. Ceroboh sekali anak itu. Apa kata-kataku tadi didengar oleh Tuhan dan segera mengabulkannya. Argh ! Terkadang aku harus memfilter apa yang ingin aku katakan, bukankah kata-kata adalah doa.
Tunggu...tunggu...! Apa yang barusan aku pikirkan? Kata-kataku seolah memgkhawatirkannya. Cih! Demian sepertinya kau terkena pengaruh susuknya.
"Kyaaaa...!!!!". Si siput terkejut mengetahui kehadiranku dirumahnya yang tiba. Hei bagaimana denganku aku juga sama terkejutnya dia keluar dari kamar hanya mengenakan hotpants dan kaos putih ketat dan tembus pandang itu, dari sini saja aku bisa melihat bra hitam yang dipakainya. Dan hotpants itu benar-benar pendek kenapa dia tidak sekalian melepasnya saja dan memakai underwarenya. Rambut pirangnya di ikat asal dan membentuk jempol memperlihatkan leher jenjang dan putihnya.
Ohhh, Demian apa isi otakmu saat ini. Bagaimana bisa kau membayangkan hal semesum itu. Dan kenapa dengan air liurku ini susah sekali kutelan. Cukup Demian, cukup daddy saja yang terbius susuknya kau jangan sampai. Hh! Aku sangat-sangat menbencimu siput pluto murahan. Gerutu Demian.
Pertanyaan darinya membuyarkan lamunanku, tunggu tapi kenapa dia seakan ketakutan menerima tamu pria sepertiku, bukankah dia sudah sangat terlatih "menservice" tamunya. Sungguh bagus aktingmu Hanna, kenapa kau tidak jadi artis saja malah menjadi sekretaris murahan.
"Suka-suka gue siput mau kapan aja dateng kesini, inget lo masih sekertaris pribadi gue". Entah setan apa yang sudah merasukiku seenaknya saja mulutku ini menjawab pertanyaanya.
"Siapkan air hangat dan juga handuk untukku". Dia semakin bingung dengan perintahku yang aku saja tidak tau siapa yang menyuruhnya keluar dari muluku ini.
"Hahaha, cepat siapkan atau aku aka...". Aku mempersempit jarak diantara kami, ingin sekali aku mengerjainya. Semakin dekat yang aku lihat hanya ketakutan di kedua matanya, bagaimana bisa dia begitu takut aku dekati. Mana sisi liarmu siput.
"Cepat lakukan perintahku atau aku akan menelanjangimu detik ini juga". Nahkan Demian ada apa denganmu. Apa saat dengannya kau bergairah. Mungkin kucuran air dingin dapat meredakan kegilaan otakku saat ini. Jangan berharap menemukan kamar mandi mewah dan luas di penthouse Hanna, bahkan kamar mandinya masih lebih luas yang ada dikantor. Aroma coklat yang tertinggal membuatku rileks, rupanya dia suka aroma coklat.
Segar dan fit rasanya sehabis mandi, saat aku ingin mengambil handukku digantungan ku lihat satu paket underware milik siput masih tergantung disana, iseng ku lihat ukurannya ternyata dia punya ukuran bra yang cukup sintal 36B dan underwarenya sizen M.
Ohh mungkin menyenangkan bermain koboy denganya, dan menceples pantat padat berisinya. Tiba-tiba saja ku rasakan juniorku mulai mengeras. Demi apa hanya membayangkannya saja aku sudah on. Mau tidak mau aku kembali berendam di dalam air dingin agar juniorku kembali normal.
Tiga puluh menit kemudian...
Aku sudah keluar dari dalam kamar mandi, perutku kelaparan rupanya, dan aroma masakan ini menggundangku untuk menuju ke arahnya. Disana didapur ku lihat dia sedang asik memasak dan bersenandung, semoga otakku masih waras saat melihat tubuhnya dari belakang seperti ini.
Dia meletakkan omelettenya ke dalam piring, langsung saja aku memakannya selagi hangat. Dia sedang mengambil susu segar dingin rupanya, ohh baik sekali kau siput. Lalu dia terkejut mendapatiku memakan makan malamnya. Ohh tatapan apa itu apa dia tidak ikhlas memasak untukku atau ada racun didalam makanan ini?. Peduli setan yang penting cacing diperutku tidak meronta lagi.
Saat dia melewatiku, langsung saja ku hadang dan meminta sush yang dia bawa. Dengan sewot dia menyerahkannya dan berjalan menuju ruang tengah untuk menonton tv. Tak lama kemudian ritualku pun selesai, aku beranjak menuju ruang tengah, dan niat jahil kembali keluar dari otakku, aku suka sekali membuatnya marah raut wajahnya sangat lucu dan manis.
Apa kau bilang Demian? Lucu dan manis. Stop to talking bitch sentences !
Segera ku matikan tvnya, lalu melemparkan berkas yang harus dia pelajari. Dan bodohnya dia masih bertanya itu apa. Kau memang benar pantas untuk dibenci siput.
Apa yang dia bilang tadi, berkas sepenting itu dia bilang bungkus kacang, mainan pesawat dan kapal-kapalan. Sungguh daddy salah menilainya.
"Aku rasa kau tidak akan berani bermain-main dengan berkas sepenting itu". Sungguh aku tidak berniat untuk menantangnya hanya saja selalu kata-kata yang entah dari mana datangnya keluar begitu saja.
Lalu tanpa ku duga dia meloncat dan duduk diatas pangkuanku tanpa permisi, ohh apakah kau ingin bermain denganku bitch. Namun bukan itu yang hendak dia lakukan, di hadapanku dia malah memperagakan cara membuat pesawat sederhana dari kertas, dan kertas itu adalah kertas penting. Ohh gairah dan amarah sudah memuncak.
"Ups! Aku rasa Tuan Demian tidak bodoh. Anda pasti sudah menyimpan sofy copynyakan". Semakin geram aku dibuatnya , dia berkata seenaknya. Lihat saja kau Hanna siput akan ku balas perbuatanmu ini.
Aku masih tidak percaya dengan apa yang dia lakukan padaku, wanita itu berani sekali kepadaku, bahkan tidak segan dia akan melawan. Sepertinya akan permainanku akan seru karena aku tidak sia-sia mendapatkan lawan yang seimbang.
Mau kemana dia, sudah berganti baju dan terlihat terburu-buru bahkan menghiraukan ku pun tidak. Apa benar yang aku lihat barusan, apa dia menangis? Atau itu hanya aktingnya saja?.
"Argh! Apa pedulimu Demian...!!!!" .
•••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••
Hwaaaa Demian jahat ya, sebegitu bencinya sama Hanna. Awas aja nanti ya, akan author ubah dia jadi batu. Eh ngga jadi habis Demian cakep sih haha.
Gimana-gimana ada comment ngga nih genk buat cerita apalah-apalahku . jangan lupa votenya
Nantikan part selanjutnya ya mwah
