Part 13 [The First Love Belongs Angelo]

32K 1.4K 61
                                        

Angelo's POV
Aku terbangun di tengah malam karena hasrat ingin buang air kecil.
Langkahku terhenti karena dengkuran halus yang terdengar dari sampingku.
Dia tertidur dalam keadaan masih terikat dan naked.
Aku menatapnya nanar, badannya terlihat penuh babak belur dan terlihat wajahnya yang nampak kesakitan.

Aku mengelus rambutku kasar karena rasa kesal dengan diriku sendiri.
Hatiku terasa sakit saat melihat wanita yang tidur denganku kembali mengalami pengalaman pahit seperti ini.
Sejak dulu aku tak pernah bisa making love dengan cara yang normal. Semua terasa salah saat aku mencoba untuk bertindak normal.

Aku menuju wc untuk menuntaskan hasratku untuk buang air kecil.
Ketika aku ingin melangkah keluar wc, aku kembali menatap wajahku di cermin besar yang terdapat di dalam wc itu.
Bermacam pertanyaan terlintas di pikiranku.

Mau sampai kapan kelainan ini menghantuiku?
Mau sampai kapan aku menyakiti orang lain?
Mau sampai kapan aku bertindak kasar seperti ini?
Mau sampai kapan aku menunggu Christy?
Mau sampai kapan kejadian itu terus menghantuiku?

Entahlah kapan aku bisa membaik?
Kapan aku bisa mulai merajut cinta yang baru?
Hatiku bagai terikat dengan masa lalu yang tidak akan pernah kembali.

Aku keluar dari kamar mandi dan berjalan menuju lemari untuk mengambil kotak P3K agar dapat mengobati luka-luka yang kuperbuat padanya.

Terlihat dirinya yang penuh dengan luka di sekujur tubuhnya.
Sungguh aku berlaku kasar dengannya, bahkan pengalaman pertamanya kurampas dengan sangat mengerikan.
Mungkin dia akan membenciku, tapi aku tak bisa menghentikan sifat kasarku.
Sudah sejak dulu aku begini, sejak dia meninggalkanku, sejak dia pergi dari hidupku, sejak dia menghilang dari penglihatanku dan tak pernah terlihat bahkan terdengar kabarnya kembali.

Aku masih ingat saat kemarin aku membuka baju Kiara, terlihat di tubuhnya nampak bekas-bekas pukulan bersarang di sana.
Apakah dia sudah mengalami penyiksaan sebelum bertemu denganku?
Kembali Ku teringat dengan ayahnya yang menjual dirinya di perdagangan manusia, sudah bisa di pastikan bahwa dia sudah mengalami penganiyayaan jauh sebelum dia mengenal diriku.

Sekujur tubuhnya penuh dengan lebam-lebam dan memar kebiruan.
Bahkan di sekitar perutnya penuh dengan lebam yang saat ku sentuh dia akan meringis kesakitan.

Aku melepaskan kaki dan tangannya yang terikat.
Terlihat tanda merah yang mulai membiru di pergelangan tangan dan kakinya.
Sungguh aku merasa kesal dengan diriku sendiri.
Apa yang harus kukatakan jika dia terlihat begini berantakan di depan kakekku?
Aku pasti akan mendapat masalah besar karenanya.

Kutatap bed cover yang nampak kemerahan.
Kemarin dia mengalami pendarahan hebat karena permainanku yang sangat kasar.
Pasti hal itu sangat menyakitkan.
Untungnya saat ini pendarahan itu berhenti dengan sendirinya.

Aku menutupi dirinya dengan bed cover baru yang kuambil dari lemari.
Lebih baik aku tidur di kamar sebelah dari pada dia akan mengamuk kepadaku saat pagi tiba.
Aku berjalan meninggalkannya.
Mungkin inilah pilihan terbaik untuk saat ini.

Maaf Kiara, maaf, sungguh aku minta maaf, aku bahkan tak bisa mengontrol diriku sendiri.
Hanya dia yang bisa, ya, mungkin hanya dia yang mampu mengendalikanku.
Aku tak mampu mencintai siapapun lagi, tak mampu untuk belajar mencintai yang lain.
Hanya dia yang ada di relung hatiku, yang selalu mengisi memoriku.
Cinta pertama dan terakhir dalam hidupku, Christy.

⭐⭐⭐⭐⭐

Kiara's POV
Aku membuka mataku dengan berat, sekujur tubuhku terasa sakit dan bagian bawahku terasa sangat nyeri.
Aku kembali teringat dengan kejadian mengerikan yang kualami kemarin.

The Wind BlowsTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang