"Disaat gue disamping lo gue ngerasa ada rasa yang beda"
"Lo!"ucap Prilly membulatkan matanya.
"Lo!"ucap seseorang tak kalah lebar membulatkan matanya.
"Ngapain lo disini!?"tanya Prilly dengan nada tinggi.
"Ehh ntu suara boleh dikecilin dikit nggak. Pengang nih kuping gue"kata seseorang itu.
"Prill lo nggak apa2?"tanya angel.
"Nggak gue nggak apa2" jawab Prilly.
"Siapa yang nabrak lo mana orangnya biar gue hajar tuh orang"kata vio tak menyadari ada orang dibelakangnya.
"Gue"suara bariton itu mengagetkan ketiga sahabat Prilly itu.
"Ali!"pekik mereka kaget. Yah seseorang itu adalah ali. Ali yang gantengnya ulalah*hadhh author otak nya!
Oke lupakan!
"Lo yang nabrak prilly?"tanya Adriana ke ali.
"Sebenarnya bukan gue sih yang nabrak dia tapi dia yang nabrak gue"kata ali santai yang membuat Prilly menatapnya tajam.*setajam silet|wkwkwk
"Enak aja lo! Lo tuh yang nabrak gue sampai gue jatuh ke lantai!" kata Prilly dengan nada tinggi.
"Siapa coba yang jalan nggak pakai mata? Lo kan? Jadi lo yang salah"kata ali tetap santai.
"Ehh lo dengeryah dimana-mana itu jalan pakai kaki bukan pakai mata. Mata itu untuk melihat. Katanya pintar tapi masalah gini nggak tau. Lama2gue nggak yakin deh dengan kepintaran lo itu"cerocos Prilly.
"Oke! Lo jangan sok jadi guru yang ngajarin gue. Dan gue juga nggak nyuruh lo untuk yakin dengan kepintaran gue. Gue ini pintar yah tapi gue nggak mau sombong. Jadi gue bersikap biasa aja dengan orang biasa"kata ali yang menekan 2 kata terakhirnya tersebut.
"Gue bukan orang biasa yah! Gue ingetin sekali lagi sama lo. Jangan pernah lo merendahkan arau meremehkan gue! Camkan itu!" kata Prilly dengan nada tinggi karena emosinya sudah hampir mencapai puncaknya.
"Terserah gue dong gue mau bilang apa yah terserah gue. Mulut mulut siapa?"kata ali dengan nada tinggi juga.
"Mulut emang mulut elo tapi-"kata Prilly dipotong oleh ali.
"Ehh mulut mercon! Lo itu pantas di rendahkan karena lo itu udah jelek nggak punya sopan santun, dan lo itu nggak pantas jadi sahabat mereka. LO NGGAK LAYAK!" Kata ali dengan amarah yang memuncak sambil menunjuk-nunjuk menggunakan jari telunjuknya ke arah Prilly.
"Dan masih ada satu lagi lo itu pantes dikatakan CABE-CABEAN!" kata ali dengan penuh penekanan.
Selama mendengar kata2 kasar ali, tanpa sadar pipi Prilly sudah dibasahi oleh air mata. Ketiga sahabat Prilly pun tak bisa berkutik apa2 karena mereka pun tak kalah kagetnya dengan Prilly.
"PUAS LO UDAH NGATAIN GUE! PUAS LO UDAH MAKI2 GUE! PUAS!!! GUE NGGAK NYANGKA GUE KIRA LO ITU ORANGNYA BAIK TERNYATA CK! GUE NGGAK HABIS PIKIR SAMA LO, BERANI2NYA LO BENTAK2 GUE. GUE UDAH PUNYA NIAT UNTUK BERTEMAN DENGAN LO, TAPI NIAT ITU GUE KURUNG. KARENA APA, ITU KARENA LO! KARENA LO."Kata Prilly begitu keras hingga dilihati oleh orang2 yang ada disekitar mereka ia tidak peduli. Ia mengatakan itu semua karena dia terbawa emosi. Ia meluapkan semuanya sembari menangis.
"GUE CUMA MAU BILANG SAMA LO. GUE BENCI SAMA LO! GUE BENCI!!!" Prilly pun berlari tak tentu arah. Saat ini ia hanya butuh ketenangan.
"Prilly tunggu!" teriak sahabat2nya sembari mengejar.
Ali mematung di tempatnya. Hatinya serasa ditohok saat Prilly mengucapkan kata benci ke dia.
"Kenapa saat lo ucapin kata benci kegue hati gue serasa ditohok? Kenapa?" batin ali.
Sementara ia memikirkan kata2 Prilly tak ia rasa pun 1 titik air mata jatuh dari matanya. Ia pun segera menghapus air mata itu dan segera ke parkiran untuk pulang mengistirahatkan tubuhnya yang sekarang sudah lemas.
***
"Prilly tunggu prill"triak ketiga sahabatnya. Akan tetapi Prilly tak menghiraukannya ia terus berlari dan memasuki mobilnya. Sesampainya didalam mobil Prilly menancap gas mobilnya dngan kecepatan diatas rata2.
"Hoshh...hoshhh... Si...Prilly... Mau... Kemana tuh" kata vio kepada temannya sembari ngos-ngosan.
"Gue juga nggak tau yang terpenting kita harus kejar si Prilly jngan sampai dia kenapa-napa" kata Adriana. Mereka pun masuk ke mobil mereka masing2 dan berusaha mengejar Prilly yang sudah tak terlihat.
***
Baru ali ingin melangkah menuju mobilnya, ia hampir ditabrak oleh mobil.
"Prilly?" ya yang didalam mobil itu adalah Prilly. Ali melihat sekilas siapa orang yang didalam mobil itu dan orangnya adalah Prilly.
"Gue harus nyusul dia. Gue harus minta maaf. Yah!" ali pun berlari ke mobilnya dan menancap gas diatas rata2 juga hanya untuk mengejar Prilly.
***
Di dalam mobil ali.
haii kita ketemu lagiiii.
Mau tau kelanjutannya? Terus berikan vote and commennya yah biar jadi semangat akuunyyaaa next. Oke
KAMU SEDANG MEMBACA
Cinta Yang Tak Terbalaskan
RomanceCerita ini hmpir sama dngan khidupan nyata gue. Tapi Cerita ini akan sangat seru. Cerita ini diperankan oleh; *Aliando Syarief : Aliando Steven Gerald *Prilly Latuconsina : Prilly stevany margareta *Bunda Rika : Bunda Aliando *Papah Gerald : Papah A...
