Chapter 11 - Siapa Sebenarnya

184K 12K 178
                                        

"Bel, lo mau ke kantin nggak?" tanya Alicia sambil masukin bukunya ke tas.

"Enggak gue di kelas aja, lagi mager."

Alicia kemudian pergi ninggalin gue sendiri di kelas yang sepi. Semalem gue mikir-mikir apa yang bakal Devian sama gengnya rencanain setelah gue ngeluapin emosi ke mereka kemarin.

"Duh kebelet," ucap gue lebih kepada diri sendiri.

Gue menuju kamar mandi yang letaknya di pojok kelas. Ketika udah mau balik lagi ke kelas, gue denger ada orang yang lagi debat di deket kamar mandi.

"Kenapa lo lakuin ini?! Lo benci sama Abel?" Gue rasa itu suara cowok.

Tunggu ... kok dia sebut-sebut nama gue ya?

"Bukan urusan lo, gue benci juga apa peduli lo, hah? Nggak penting!"

Dan gue yakin itu suara Angel.

Jangan-jangan cowok ini yang ngirim pesan itu?

"Gue nggak suka lo ngebully dia kayak gitu, lo udah berubah ya, gue nggak habis pikir sama lo!"

"Udahlah lo itu cuma mantan gue, gausah sok dramatis gitu deh. Lagian lo pasti nyesel kan udah mutusin gue?"

Gue denger suara cowok itu meninju tembok dengan keras lalu pergi. Gue juga langsung kabur biar Angel nggak liat gue yang lagi nguping.

Sampe kelas yang udah lumayan banyak orang, gue masih nggak percaya kalo inisial D itu Dendi.

Kok bisa dia baik banget ya sama gue? Padahal waktu di atap kemeren gue udah ngatain dia terus ninggalin dia.

Tapi dia malah belain gue kayak gini. Dia rela di kata-katain sama Angel padahal itu bukan masalah dia.

"Woi! Ngelamun aja lo."

"Apasih Ras, gue gak ngelamun- cuma lagi mikir aja."

"Alah, pasti mikirin kalo udah jauh dari Devian kan ... ngaku aja!"

"Uhukk!" Gue terbatuk. "Apa lo kata? Idih!"

Mana mungkin gue mikirin cowok blok a itu.

Blok a adalah tempat perumahan Devian tinggal sedangkan gue ada di blok c.

"Bel atiati, kalo benci gitu lama-lama cinta loh ... hahaha!" Alicia tiba-tiba ikutan nimbrung.

"Cinta? Hah! so sarcastic," jawab Laras.

"Udah deh ngapain sih kalian gak penting banget." Gue memutar bola mata sambil mengeluarkan ponsel dan memainkannya.

Tiba-tiba ada murid yang datang ke kelas sambil tergopoh-gopoh. "Eh Abel mana Abel?" katanya.

Gue cuma bengong denger nama gue di panggil sama dia. "Bel, lo dicari tuh sama Panji anak IPS," ucap Alicia sambil menunjuk murid itu.

"Ngapain dia nyariin gue?" ucapku.

Akhirnya Panji menemukan letak meja gue. "Lo dicari sama Devian tuh, buruan ke sana."

"Hah? Devian? Di mana?" tanya gue heran seribu heran.

"Di lapangan basket. Udah ya gue mau balik kelas."

"Bel? Lo ada masalah lagi sama mereka?" tanya Laras langsung mengintrogasi.

"Masalah apaan coba gue nggak ada urusan lagi sama mereka."

Alicia ngerangkul gue. "Udah sono datengin tuh pangeran lo nungguin. Kasian!"

Dengan perasaan sebal, akhirnya gue pergi ke lapangan di mana kata Panji ada Devian di sana.

Sampe lapangan basket ternyata sepi nggak ada orang. "Sial, gue kena prank kali ya!"

Bad Boy vs Nerd GirlCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang