Chapter 41 - Perasaan Pertama

128K 7.5K 270
                                        

Caution: jangan baper ya guys wkwk
_____

Dua hari lagi gue bakal balik ke Jakarta dan hari ini gue berniat untuk ke pantai bawa kamera SLR yang nganggur mulu sejak gue menginjakkan kaki di sini.

Duh apalah bahasa gue ini.

Pas gue keluar kamar kebetulan ada Devian yang juga keluar. "Abel? mau kemana lo bawa kamera segala?"

Devian berjalan ndeketin gue.

Anjir gue gaququ sumpah jangan deket- deket ngapa sih Dev?

"Mmm.. enggak sih cuma mau foto-foto aja dari kemaren gue gak sempet."

"Yaudah kita foto bareng yuk di pantai, seru banget pasti."

Gue tersenyum. "Boleh dengan senang hati. Lo nanti yang fotoin gue ya?"

Devian mendesah. "Lo gak mau foto sama gue?"

Gue mengernyit. "Buat nakutin tikus di rumah? boleh sih, tapi lo aja ntar foto sendiri gue fotoin."

Devian langsung diem dan gue ngakak seketika. "Hahaha anjir gitu doang ngambek, udah yuk keburu panas tau."

Gue mencari spot foto yang terbaik. Asek. Gue nemu sebuah tebing di deket pantai dan akhirnya gue sama Devian memutuskan buat naik ke atas.

Sampe di atas pemandangan pantai yang sangat indah terpampang nyata dari sini. Rasanya gue pengen punya rumah di atas tebing deh seriusan. "Bel, lo suka?"

Gue mengangguk masih sambil melihat pemandangan dari atas sini. Tiba-tiba seseorang ngerangkul gue dari belakang.
Ya, dia Devian guys.

"Gue juga suka."

Astaga Dev, jantung gue mau copot.

"Dev? Lo ngapain?"

"Gue gak ngapa-ngapain, gue ngerasa nyaman sama lo."

Gue juga?

"Dev, kapan kita fotonya?"

Devian terkekeh dan melepas rangkulannya. Gue ngerasa jadi ada yang hilang setelah Devian ngelepasin tangannya dari pundak gue.

Gue ini kenapa sih.

Sadar Bel, sadar woy!

"Bel? Lo kenapa?"

Gue menatap Devian. "Enggak, gue gak papa kok."

Selesai foto-foto di atas tebing gue sama Devian memutuskan buat turun ke bawah karena di sini makin banyak orang yang juga mau mengabadikan momen mereka.

"Kita mau ke mana sekarang?" tanya Devian sambil nentengin kamera gue.

Keren banget anjir.

"Dev, kita beli minum yuk, haus nih gue."

Devian mengangguk dan menggandeng gue ke kios yang jual minuman dingin.

Gue duduk lalu Devian pergi buat mesenin minumannya. Ponsel gue tiba-tiba geter.

Gue liat di layar hape ternyata mama telfon. "Halo ma kenapa?" jawab gue.

"Maaf apa ini dengan Ghisa Putri dari Ibu Shinta?"

Gue mengernyit. Kenapa suaranya jadi beda gini ya? "Iya dengan saya sendiri, ini siapa?"

"Kami dari pihak rumah sakit, kami sudah berusaha menghubungi suami dari Ibu Shinta tapi tidak ada jawaban. Ibu Shinta mengalami kecelakaan saat pulang dari kerja tadi malam dan sekarang sedang kami rawat di rumah sakit."

Bad Boy vs Nerd GirlCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang