Lama banget sih siumannya, batin gue sambil duduk di kursi sebelah ranjang di mana Devian terbaring.
Karena ini cuma klinik kecil jadi apa daya gue harus sedeket ini sama Devian.
"Mmhh... di mana gue?"
"Di klinik."
"Makasih," kata Devian.
"Maaf, apakah anda keluarganya?" tiba-tiba seorang dokter di klinik itu manggil gue.
Duh harus jawab apa nih gue?
"Iya saya keluarganya."
"Bisa ikut saya sebentar?" Gue ngikutin dokter itu keruangannya.
"Ada apa ya, dok?" tanya gue setelah duduk di kantornya.
"Jadi Tuan Devian ini apa pernah mengalami kecelakaan?"
Gue langsung inget semua kejadian itu. "Iya, baru sekitar hampir dua minggu lalu."
"Kalau dari hasil saya periksa tadi, pasien belum bisa sembuh total sepenuhnya. Bisa dibilang seharusnya dia belum bisa keluar dari rumah sakit dan juga karena dia terlalu banyak melakukan aktifitas yang berat ditambah banyak pikiran membuat dia jadi lemah. Jika itu tidak langsung ditangani bisa semakin parah akibatnya."
Gue mengangguk mengerti dan akhirnya dokter itu kasih gue berbagai macam obat. Udah kayak jualan obat nih gue mah.
Gue balik ke kamar Devian ternyata dia melek guys. "Gue kenapa, Bel?" tanyanya.
Udah ngerti nanya lagi.
"Nih obatnya lo minum, lo itu belum sembuh total juga malah ikutan study tour."
Devian hanya diem aja. Gue yang kesel akhirnya ambil air putih dan nyuapin obat ke Devian. "Buruan ini pegel gue megangnya."
Devian tertawa langsung minum obatnya.
Dikira gue ngelawak apa?
"Dev! Astaga lo tuh ya dibilang kaga usah ikutan study tour juga," Brian tiba-tiba dateng sambil bawa antek-anteknya juga.
Udah tau klinik kecil malah pada rombongan datengnya.
"Untung ada Abel, Dev kalo kaga pasti lo di bawa sama kepala suku di sini haha," celoteh Edgar di sambung tertawanya si Calvin dan Andrea.
"Gue itu gapapa, alay lo pada!" jawab Devian tak terima kalo diejek.
"Udahlah lo itu bawel banget sih Dev, dibilang lo kudu istirahat juga."
"Bri, anter gue ke hotel dong gue bosen banget tau kalo bakal nginep di sini."
Gue di sini cuma jadi pajangan? Oh oke.
"Ehm!" ucap Brian bikin semua orang natep ke gue.
"Kenapa lo pada?" tanya gue heran.
"Lo aja ya Bel yang jagain Devian? kan lo calon- Aw! sakit Dev!" Calvin berteriak.
Gue mengernyit tanda heran. Emang kaga pernah jelas semua orang di sini.
Pagi ini gue dengan hati terpaksa harus ngurusin cowok terngeselin di dunia.
Flashback on
"Halo Abel? Sayang, gimana keadaan Devian? kok tadi Brian nelfon tante, Devian sampe di bawa ke klinik segala?"
"Iya tante, tadi Devian tiba-tiba aja jatuh terus Abel bawa ke klinik aja."
KAMU SEDANG MEMBACA
Bad Boy vs Nerd Girl
Fiksi Remaja[COMPLETED] "Seandainya aja gue gak kenal dia, hidup gue nggak akan merana." Dia Abel Ghisa, seorang siswi dengan penuh penderitaan di sekolah barunya, tapi siapa sangka jika diam-diam ternyata ada yang peduli dengannya. Semua itu berawal dari rasa...
