"Bel, gue minta maaf sama lo."
Udah kesekian kalinya Devian minta maaf sama gue. Bukannya gue gak tau terimakasih udah dia bela, tapi gue gak bisa liat cowok dengan santainya nampar cewek kayak gitu.
Flashback on
"Jai! Lo ngerti gak sih gue ngomong apa?"
Gue dan Jai seperti biasa nongkrong berdua di cafe langganan kita.
"Iya gue ngerti terus gimana?"
"Lah gimana apanya?"
"Eh lo tadi ngomongin apa sih?"
"Jai, lo kenapa sih akhir-akhir ini selalu ngehindarin gue terus? Lo itu selalu sibuk sama handphone lo dan lo selalu marah kalo gue mau minjem?!"
Dengan tak terduga Jai langsung geprak meja cafe dengan keras. "Lo itu kenapa sih selalu marah-marah terus? Kepercayaan lo sekarang berkurang terus sama gue. Lo suka banget nuduh yang enggak-enggak, lo nuduh gue selingkuh lah apa lah!"
"Iya gue pantes nuduh lo begitu karena kenyataannya lo emang selalu nutupin semua itu kan? Terus lo gak mau buktiin semua itu gimana gue bisa percaya sama lo? Setiap gue mau minjem hape, lo selalu ngehindar, lo selalu buat alasan gak mutu! Lo itu freak banget ya Jai sekarang!"
Plak!
Gue memegang pipi gue, bahkan orang tua gue belum pernah nampar gue kayak gini.
"Lo.. lo nampar gue Jai?"
"Iya gue nampar lo! Gue capek sama lo Ghis! Gue mau kita putus! Lupain semua kenangan kita! Masa kecil kita! Lupain semuanya!"
Jai langsung bergegas pergi dari cafe sedangkan gue berdiam diri sambil menahan semua air mata gue.
Flashback off
"Dev, gue mau lo minta maaf sama Angel."
"Minta maaf? sama Angel? Lo serius Bel?"
"Iyalah masa gue bohongan, gue mau lo gak ngelakuin hal kasar kayak tadi apalagi ke cewek."
Devian mendesah. "Oke, kalo itu mau lo bakal gue lakuin."
Devian berdiri dan keluar dari kamar.
Oiya guys, Devian entah kenapa sekarang udah pulih kembali, tapi dia masih harus selalu check up ke dokter. Memang anak ajaib mah dia.
---
"Bel, lo selama di sini belum pernah ke mana-mana? Lo ngapain aja sih?"
Gue kumur-kumur di wastafel. "Iya ngurusin si blok a itu tuh."
"Hah??" ucap Laras dan Sheila bersamaan. Kita emang lagi pada ngrumpi di kamar mandi.
"B aja lo pada."
"Kok gue gak tau Bel? Gue kira lo ngapain gitu.. emang Devian kenapa lagi?" tanya Sheila.
"Lah lo gak tau kabar kalo Devian jatuh?" tanya gue.
Mereka berdua menggeleng. "Gue kira kalian udah up to date sama beritanya."
"Emang apa hubungannya Devian jatuh sama lo yang suka ngilang?" tanya Sheila bingung.
"Astaga ogeb, Abel kan bilang dia ngurusin Devian Shel, gimana sih?" ucap Laras kesal.
"Yaudah lah kalian ini gitu doang aja debat. Yaudah gue mau keluar ya bye!"
"Lah lo sekarang mau ke mana?" tanya Laras.
"Keluar, ke pantai jalan-jalan. Kalian mau ikut?" tanya gue sambil menggamit tas kecil gue.
"Kita juga mau pergi sih, lo aja ya sendiri haha."
KAMU SEDANG MEMBACA
Bad Boy vs Nerd Girl
Fiksi Remaja[COMPLETED] "Seandainya aja gue gak kenal dia, hidup gue nggak akan merana." Dia Abel Ghisa, seorang siswi dengan penuh penderitaan di sekolah barunya, tapi siapa sangka jika diam-diam ternyata ada yang peduli dengannya. Semua itu berawal dari rasa...
