Chapter 42 - Pengakuan Lama

125K 7.1K 131
                                        

Sampe di Raja Ampat Devian langsung ngajak gue ke hotel di mana semua anak SMA Garuda yang lagi pada study tour berada a.k.a hotel waktu gue di sini juga.

Devian dengan hebohnya langsung dobrak pintu kamar yang waktu itu gue sama ucok bertemu.

"Mana dia?!" tanya Devian langsung sama si Ucok yang gue rasa lagi santai-santai.

"Mana gue tau lo dateng-dateng langsung nyelonong aja sih, Dev."

"Gue di sini." Tiba-tiba Dendi muncul di pintu dengan santainya.

Devian langsung lari dan menghajar Dendi. "Mau lo apa hah?! mau lo apa?"

Devian tetep mukulin Dendi sampe dia gak bisa lagi berdiri. "Mau gue?! lo tau sendiri dev!"

"Persetan sama lo Den!!" Devian langsung menghajar Dendi dengan keras.

Anjir kenapa jadi begini?

Gue langsung berusaha melerai mereka berdua. "Kalian berhenti bisa gak sih?!"

Devian tetep mukulin Dendi. "DEV UDAH! GUE BILANG UDAH!"

Devian langsung mundur beberapa langkah. Datanglah Brian, Calvin, dan yang lainnya. "Ada apaan nih?!" tanya Brian sambil masuk ke dalem kamar sementara Calvin menutup pintu kamar, ceritanya biar gak ada yang liat.

"Lo kan yang udah bikin mamanya Abel jadi koma sekarang!!" Devian berteriak di depan semua orang termasuk Dendi.

"Apa Dev!?" Brian angkat bicara.

"Maksud lo apaan hah?" Brian mengguncang pundak Devian.

"Mama gue kecelakaan Bri," ucap gue berusaha kuat, namun mata gue udah mulai panas di sini.

"APA?!" Brian langsung menuju Dendi dan memukulinya lagi. "Lo gak punya rasa malu sama sekali!"

"Brian udah! kalian kenapa sih? bahkan gue gak ada pikiran sedikitpun kalo Dendi yang perbuat!" teriak gue sama Brian dan Devian.

"Bel, tapi dia pasti yang ngelakuin ini semua!" ucap Brian sambil memegang kerah baju Dendi.

"Apa bukti lo?" tanya Dendi masih dengan sisa tenaganya.

"Gak usah perlu bukti gue udah tau semuanya!" ucap Brian sambil mendorong Dendi yang sekarang jatuh terkapar.

Dendi berusaha untuk berdiri dibantu ucok yang langsung nolongin. "Gue tau gue pernah ada masalah sama kalian. Tapi ngapain gue nabrak mama nya dia? Gue gak pernah ada niat ngelakuin itu asal kalian tau."

Gue langsung menghampiri Dendi yang udah seperti digebukin massa. "Kalian kenapa sih sukanya langsung main tangan? gue heran!" ucap gue sambil bantu Dendi ke tempat tidur.

"Bel, makasih lo udah mau percaya sama gue," ucap Dendi.

"Ah basi lo Den!" Devian langsung menghampiri Dendi hendak memukul lagi tapi tangannya gue tahan. "Dev! Lo bisa kan pake cara baik-baik! kalian ini kan sebenernya sahabat!"

Yak bagus Bel, lo asal nyeplos aja

"Mm maksud gue-"

"Lo tau dari mana?" tanya Devian dingin.

Gue mengambil nafas lalu menghembuskannya. Oke semangat Bel.

"Lo gak perlu tau dari siapa! Tapi gue tau kalian itu dulu sahabat."

"LO TAU DARI MANA?!" ucap Devian ngebentak bikin gue mundur selangkah.

"AH! Jadi lo tau semuanya?" ucap Devian lagi sambil menjambak rambutnya frustasi.

Bad Boy vs Nerd GirlTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang