Chapter 2 -Meet Somebody-

28.5K 1.1K 14
                                        

Hai, readers. Maudy persembahin chapter 2 nya nih. Semoga suka. Maaf kalo jelek, amburadul, atau ceritanya aneh. Tetap ngasih apresiasinya ya dengan VOTE, COMMENT, dan FOLLOW.

Nih Maudy kasih pic nya Rissa.

Check multimedia ya. Oke, Selamat Membaca!

-

Siapa yang nggak sudi?”

GLEK.

Ryn dan Rissa reflek menoleh ke belakang. Ternyata Calvin? Uh. Ryn pun ngelirik Rissa yang berada di sampingnya. Awalnya Rissa mukanya tampak pucat pas ngeliat Calvin. Tapi, dia langsung bisa ngontrol ekspresinya seperti semula. Sebenarnya Rissa lumayan takut dengan Calvin, terang saja meskipun Calvin mau tampannya seperti pangeran pun, bagi Rissa, Calvin tetaplah monster yang sangat mengerikan. Tapi, Rissa gak bakal nunjukin ketakutannya tersebut karena kalo ia takut sedikit saja pasti si Calvin bakal menyeringai puas dan meremehkannya. Dan dia sangat tidak suka diremehkan. Apalagi oleh orang seperti Calvin.

"Calvin?" ujar Ryn pelan. Ia agak kaget dengan kedatangan Calvin yang tiba-tiba. Ryn melihat Calvin datang bersama seorang cowok yang lumayan tampan, meskipun tidak setampan Calvin.

"Hai, Ryn." sapa Calvin lembut. Lalu, ia menoleh ke araha Rissa. "Hai, ng.. jutek?" sapa Calvin dingin. "Lo ya yang tadi bilang gak sudi sama gue?" tanya Calvin tajam ke arah Rissa.

"Ng.. Ka..lo gue kenapa? Lo mau apa? Hah?" ucap Rissa gugup. Rissa pun mengutuki dirinya sendiri dalam hati karena ia mesti gugup disaat yang tidak tepat.

"Cih, lo kira gue sudi apa sama lo? Lo tuh gak ada manis-manisnya sama sekali. Lo tanya gue mau apa? Gak salah tuh? Oke. Mumpung gue lagi baik nih ya. Gue bakal buat lo ngemis cinta ke gue. Kita liat aja nanti." ucap Calvin dingin.

"Hah? Gue gak salah dengar? Ngemis cinta ke lo? You wish!" kata Rissa tak kalah dinginnya. Ia memelototi Calvin. Dan Calvin pun melakukan hal yang sama.

"Hey, apa-apaan sih kalian ini?" seru Ryn. Ia bingung sendiri dengan kelakuan teman dan kakak sepupunya itu. Ia berpikir bahwa pasti kejadian seperti ini sudah sering terjadi sebelum ia kesini. Ia mengernyitkan dahinya ketika Calvin meladeni Rissa. Tak seperti biasanya Calvin seperti ini terhadap cewek. Biasanya ia tak meladeni cewek dan pastinya dia akan meninggalkan cewek tersebut kalau mengganggunya. Tapi, kenyataannya Calvin malah bertengkar dengan Rissa? Ini aneh.

"Woy, berhenti napa? Kalian berdua gak takut kalau mata kalian itu tiba-tiba melompat keluar karena kelamaan melotot?" tegur cowok yang berada di sampingnya Calvin. Calvin dan Rissa pun mengerjapkan mata mereka. Lalu, tiba-tiba Rissa mentup matanya dengan kedua tangannya.

"Ris, lo ngapain sih?" tanya Ryn bingung melihat tingkah aneh teman barunya itu.

"Gue takut kalau tiba-tiba mata gue loncat, Ryn" kata Rissa polos masih dengan menutup kedua matanya. Ryn dan cowok yang berada di sampingnya Calvin pun tertawa mendengar jawaban Rissa. Sedangkan Calvin hanya mengangkat satu alisnya dan bergumam.

"Bodoh,"

"Hey, gue gak bodoh!" teriak Rissa sambil melayangkan kepalan tangannya ke arah Calvin. Tapi dengan cepat, Calvin menangkap tangannya. Buru-buru cowok yang berada di samping Calvin melerainya. Takut terjadi hal yang tidak diinginkan seperti sebelum-sebelumnya. Setelah melerai, cowok tersebut mengalihkan pandangannya ke arah Ryn.

"Hai, sepupunya Calvin kan? Nama gue Mario. Lo bisa panggil Rio aja," ucap Rio sambil memamerkan senyuman termanisnya yang dapat membuat cewek-cewek meleleh. Rio pun mengulurkan tangan kanannya ke arah Ryn dan Ryn menjabatnya.

Be My StarTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang