Chapter 13 -Dating and Revealed-

19.2K 863 9
                                        

Hai, gue nge-post juga nih chapter 13-nya. Sori kalau lama nge-post-nya mulai dari sekarang, soalnya sudah aktif belajar lagi. Apalagi sekarang banyak tugas kelompoknya, jadi jarang ada waktu buat nge-post. Tapi selalu gue usahain buat nge-post.

Thanks bagi yang udah ngasih vote dan komennya. Oke, Selamat membaca :)

-

Hari ini Rio sudah bertekad untuk maju selangkah dalam melakukan pendekatan dengan Ryn. Ia sudah bertekad untuk mengajak Ryn kencan. Yup, kencan. Jalan berdua dengan Ryn.Hanya berdua, dia dan Ryn.

“Heh, Yo, lo kesambet ya? Daritadi nyengir mulu gue lihat,” tegur Dennis yang duduk di sebelah kiri Rio. Ia menyikut lengan Rio agar menyadarkan Rio dari apapun itu yang membuat Rio cengarr-cengir gakjelas.

“Eh, gak papa kok,” jawab Rio tanpa mengalihkan pandangannya ke Dennis. Dennis yang bingung dan gak percaya langsung mengikuti arah pandang Rio.

“Oh, Ryn. Lo suka sama dia?” tanya Dennis. Calvin yang berada di sebelah kanan Rio pun langsung nengok karena mendengar nama sepupunya.

“Kenapa sama Ryn, Den?

“Itu tuh, si Rio dari tadi ngelihatin mulu,” seru Dennis sambil menunjuk-nunjuk Rio. Rio pun menepis tangan Dennis dan bergumam gakjelas.
Sedangkan Calvin hanya mengedikkan bahunya. Sudah sangat biasa bila Rio ngelihatin Ryn.

"Lo juga dari tadi curi-curi pandang ke Gracia, kan?" celetuk Rio.

"Eh?" Dennis mengerjap bingung.

"Kok lo tahu, sih?" tanyanya.

"Ck. Gerak-gerik lo kebaca banget kali," Dennis meringis dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Apa setransparan itukah dirinya?

Setelah itu, ia pun kembali mendengarkan pengarahan yang diberikan Pak Ardi.

Ya, sekarang mereka ada di ruang khusus ekskul basket. Semua anggota ekskul basket dikumpulkan dan berakhir dengan mendengarkan pengarahan-pengarahan yang diberikan Pak Ardi. Tentang permainan ini yang kurang fokus lah, yang ini permainannya tambah jelek lah, dan disuruh buat meningkatkan performa dalam bermain basket.

“Yup, makasih buat perhatian kalian. Kalian boleh bubar sekarang dan sampai ketemu minggu depan,” ujar Pak Ardi menutup pengarahannya.

Rio pun segera bergegas menghampiri Ryn yang sedang berbincang dengan Rissa dan Gracia.

“Ekhem, Ryn, bisa bicara sebentar?”

-

Malam ini Ryn bersiap-siap untuk pergi jalan dengan Rio. Berarti mereka jalan berdua, pas malam minggu lagi. Apa ini disebut nge-date. Entahlah.

Ini sudah jam 6 sore. Sedangkan Rio akan menjemputnya jam 7. Ryn pun mulai mengobrak-abrik lemari pakaiannya.

“Pakai apa ya? Rio kan cuma minta nemenin jalan. Berarti yang simple aja. Gue pakai celana aja gin, pakai rok malam-malam gini ntar kedinginan,” gumam Ryn pada dirinya sendiri. Lalu, ia mengambil skinny jeans dan kaos lengan panjang yang modelnya hampir seperti sweater warna biru tosca.

Setelah itu, ia menaburkan sedikit bedak, memakai lipgloss, dan memasang softlens warna hazelnya. Ia juga menata rambutnya dengan membuat sebuah kepangan kecil yang melingkar seperti bando di atas kepalanya.

Drrt.. Drrtt..

I-phone Ryn bergetar. Ada sms dari Rio.

Gue sudah sampai di depan rumah lo.

Be My StarTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang