Please, baca tulisan bold di bawah yaaa :*
-
Hari ini mood Rissa lagi dalam keadaan yang baik. Ia bangun pagi-pagi padahal hari ini hari libur. Ia juga sudah siap dengan pakaian biasanya kalau lagi jalan, pakaian dengan gaya tomboy yang menurutnya itu keren.
Ia memakai jeans panjang yang modelnya ‘sengaja’ dirobek, tanktop hitam yang dibalut dengan kemeja merah yang sengaja gak dikancing. Rambut sebahunya digerai dan diberi topi. Rissa juga memakai sneakers warna senada dengan kemejanya.
Setelah sudah siap, Rissa segera mengambil kunci motornya dan berjalan keluar rumah. Ia berencana ingin mengajak Ryn jalan-jalan.
“Ma, Rissa pergi ke rumah Ryn dulu yaa!” teriak Rissa ketika sudah sampai diambang pintu. Mama Rissa yang sedang sibuk memaska di dapur pun juga membalas dengan teriakan.
“Ya, jangan pulang malem-malem yaa!”
Rissa pun bergumam. Lalu, ia menstarter motornya dan melaju menuju rumah Ryn.
-
Setelah menunggu Ryn selama 15menit, Ryn akhirnya keluar dari kamarnya dengan gaya pakaiannya yang sporty and cute itu. Rissa terkagum-kagum melihat penampilan Ryn, apalagi ditambah Ryn tidak memakai softlensnya seperti keinginan Rissa.
“Wow, lo cantik, Ryn,” puji Rissa.
“Lo juga keren, Ris,” puji Ryn balik. Mereka pun teratawa dan berjalan beriringan menuju keluar rumah Ryn.
Saat mereka ingin menaiki motor Rissa, tiba-tiba saja ada suara teriakan yang menginterupsi kegiatan mereka, membuat Rissa mengurungkan niatnya untuk menaiki motornya.
“RYN! LO MAU KEMANA?”
Rissa menoleh ke asala suara. Ternyata Calvin dengan Rey yang berada di belakangnya sedang melihat mereka dari balik pagar pembatas rumah Calvin dan Ryn.
Rissa berdecak sebal. Aissh.. dia lagi..
Lalu, Rissa mendengar Ryn berbincang-bincang denga Calvin. Tanpa disadarinya ternyata Calvin dan Rey sudah berada dihadapan mereka.
“Lo mau ikut gak?” tanya Ryn pada Calvin tiba-tiba. Rissa pun segera menoleh ke arahnya dengan pandangan tak percaya.
“Bo—“
“GAK, LO GAK BOLEH IKUT!” teriak Rissa, memotong ucapan Calvin. Calvin menyeringai melihatnya.
“Kalau gue mau ikut gimana? Lagi pula gue juga gak ada kerjaan sama Rey,” jawabnya.
“Ish, pokoknya gak!”
“Udahlah, Ris. Lebih banyak makin seru,” ujar Ryn. Ryn memaksanya terus, membuatnya tak bisa menolak Ryn,
“Iya deh, gue mau,” kata Rissa pasrah. Lalu, ia segera menaik motornya yang sempat tertunda tadi. Ryn pun tertawa melihat kekesalan Rissa dan mengikuti Rissa menaiki motor milik Rissa.
“Eh, kalian naik motor berdua nih?” tanya Calvin. Rissa menoleh ke arahnya.
“Iyalah, naik apalagi,” jawabnya ketus.
“Gak, pokoknya lo sama gue!” perintah Calvin sambil menarik lengan Rissa menuju motornya. Meninggalkan Ryn dan Rey berdua.
“Ish.. apaan sih lo? lepasin gak?!” teriak Rissa sambil berusaha melepaskan tangannya dari cengkraman Calvin. Rissa pun memberontak, tapi percuma saja, bagaimana pun ia perempuan, ia tak bisa mengalahkan tenaga Calvin.
“Gak, pokoknya lo ikut sama gue. Titik!”
“Eh, tapi motor gue gimana, hah?”
“Titip aja di rumah Ryn, lagian siapa juga yang mau ngambil motor lo?” kata Calvin enteng. Lalu, ia menaiki motornya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Be My Star
Teen FictionIni kisah tentang Ryn--gadis ceria dan ramah, tapi dibalik keceriaan itu terpendam sesuatu yang orang lain tak boleh menyentuhnya. Sesuatu yang disebut 'rahasia'. Rahasia menyakitkan yang membuatnya menyembunyikan jati diri sebenarnya. Akankah satu...
