Manan baca setiap tulisan yang ditulis budak-budak nakal di pondok bas. Semua dibacanya. Manan gemar membaca, dari sebesar-besar tulisan di papan tanda iklan hingga ke sekecil-kecil tulisan di kertas tambah nilai, Manan akan baca semuanya. Kalau sampai gian membacanya datang, tapi tidak ada bahan bacaan untuk dibaca, Manan boleh menangis.
Datang seorang perempuan seksi dan duduk di sebelah Manan. Perempuan itu tersenyum menggigit bibir bawahnya yang merah ke arah Manan. Manan balas dengan senyuman serta satu anggukan kepala. Hampir separuh buah dada perempuan seksi kelihatan seperti hendak keluar dari baju lowcut yang dia pakai. Seluarnya pendek, betul-betul pendek, di bawah punggung. Manan melihat perempuan seksi, dan dia yakin perempuan seksi tidak memakai coli.
"Tunggu bas ke?"
"Tak, tunggu teksi," jawab Manan, jujur.
"Nak pergi mana?"
"Taman Ibukota," balas Manan, ringkas.
"Oh, sama la, boleh naik satu teksi tak?"
"Boleh, boleh." Manan angguk kepala.
Di dalam teksi, Manan dan perempuan seksi duduk di kerusi belakang. Sepanjang perjalanan, Manan dapat menangkap yang pemandu teksi sering melihat ke belakang melalui cermin pandang belakang. Manan tersenyum bila pandangannya bertembung dengan pandangan pemandu teksi di dalam cermin.
Setibanya di depan rumah, perempuan seksi turun dan membuka beg untuk membayar tambang. Kemudian perempuan seksi mengatakan tidak ada wang kecil untuk membayar tambang, wajahnya kelihatan risau. Manan mengatakan dia akan membayarnya. Perempuan seksi tersenyum. Kemudian mengajak Manan turun dan ke rumahnya kerana mahu belanja minum kopi. Manan setuju. Memandangkan rumahnya juga di kawasan itu.
Perempuan seksi mempelawa Manan masuk ke rumahnya. Manan duduk di sofa menghadap tivi. Perempuan seksi ke dapur membuat kopi. 10 minit kemudian perempuan seksi kembali membawa dua cawan kopi, dan dia hanya memakai seluar dalam dan coli sahaja.
Manan terkejut. Terbelalak matanya melihat keadaan seperti itu. Tekaannya yang perempuan seksi tidak pakai coli ketika di pondok bas, salah. Manan memerhati setiap inci tubuh perempun yang tadinya seksi, kini betul-betul seksi.
"You dah tolong I tadi. So I nak balas budi you. Orang cakap hutang budi dibalas body, hiks!" kata perempuan betul-betul seksi itu.
Perempuan seksi mengacau kopi Manan dengan jari telunjuknya. Kemudian menghisap jari telunjuk dan tersenyum dengan gaya yang sungguh menggoda.
Manan lekas-lekas buka baju. Perempuan seksi tersenyum gigit bibir. Manan bangun dan menuju ke arah perempuan seksi. Dari belakang Manan rapatkan mulutnya ke telinga perempuan seksi.
"Saya gay." Manan hulurkan bajunya kepada perempuan seksi.
Perempuan seksi menangis dan terus insaf.
