"Kenapa kalian lama sekali? Kita sudah overtime!'' Jerry mengomel saat Zen, Dev, Sasi dan Merry sampai.
"Salahkan Glenn! Lampu diruangan itu tak mati! Bahkan keamanannya pun masih hidup!'' Teriak Zen kesal.
"Ha? Apa maksudmu?!'' Glenn langsung menoleh kaget.
"Kau gila?! Hanya ruangan itu yang tak tersentuh! Untunglah Dev dengan cepat melumpuhkan mereka semua!'' Zen melotot kesal.
Sasi menoleh kearah ujung jalan tempat mereka berlari tadi.
"Mereka mengejar kita.'' Sasi menatap Jerry melalui kaca spion.
"Ayo jalan! Tunggu apa lagi?!'' Merry mengomel.
"Tunggu sebentar lagi.'' Jerry menatap Merry dengan santai.
"Ah! Si sinting itu rupanya..'' Merry menghela napas frustasi.
"Dia sudah sampai.'' Sasi melirik keatas atap mobil dan Brukkk!
Seseorang melompat keatas mobil dan membuat kegaduhan sehingga Merry menutup telinganya dengan cepat.
El sudah menyelesaikan misinya yaitu mencari dokumen di dalam komputer pemilik rumah itu, dan kemudian Glenn mengcopy seluruh data tentang siapa saja yang terhubung dengan mereka. Dan terakhir sebelun ia pergi dari rumah itu, El menyebarkan kartu nama berwarna perak dengan tulisan ''Guardian Kids'' di sisi depan dan belakangnya.
"Ayo jalan.'' El masuk kedalam mobil dan duduk dibelakang bersama Glenn.
Sedetik kemudian Jerry langsung menancap gas dan menjalankan mobilnya bersamaan dengan suara tembakan yang memberobdong kearah mobil mereka.
Dorr!
Sebuah tembakan menembus kaca jendela belakang mobil lalu melewati sela-sela diantara kepala Glenn dan El lalu menuju kearah sela-sela antara Zen dan Sasi yang duduk berdempetan lalu menembus ke kaca depan.
"Ha!'' Merry menjerit tertahan.
Semuanya terlihat sangat kaget.
Begitu pula dengan Sasi. Wajahnya pucat seketika lalu menghela napas dengan berat dan gemetaran.
"Ha..hampir saja!'' Glenn berteriak sambil memegangi dadanya untuk menenangkan jantungnya yang berdegup cepat.
Sasi meremas ujung sofa mobil yang ia duduki sampai buku-buku jarinya memutih untuk menghilangkan keterkejutannya.
Sasi sedikit gemetaran, Zen yang menatapnya langsung menggenggam tangan kiri Sasi yang meremas ujung sofa.
"Kau baik-baik aja?'' Tanya Zen sambil menggenggam tangan Sasi.
Sasi mengangguk pelan dan mencoba tersenyum.
Setelah itu mereka mengembalikan mobil sewaan mereka lalu melepas kembali plat nomor kendaraan palsu yang mereka pasang. Lalu memberika uang ganti rugi karena telah memecahkan kaca mobil yang tertembus peluru.
Untunglah tempat peminjaman mobil ini milik salah satu teman ayahnya El, sehingga mereka tak perlu takut ketahuan oleh orang lain.
***
Setelah itu mereka kembali ke jakarta dan kembali keaktifitas sehari-hari mereka.
Mereka kembali bersekolah layaknya anak SMA normal pada umumnya.
"Dev! Bangun!'' Teriak Glenn ditelinganya. "Kamu nggak mau pulang?!''
Dev tak bergerak sedikitpun, ia tertidur pulas diatas mejanya.
Ya itulah kebiasaan Dev! Tiada hari tanpa tidur. Dalam hidupnya 50% adalah tidur. 40% menonton anime dan sisanya makan, belajar dan menjalankan misi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Guardian Kids
ActionSEQUEL S.A!! Walaupun blm baca SA tetep nyambung kok. Jadi nggak harus baca prekuelnya. . Guardian Kids... itulah sebutan untuk mereka yang selalu membantu yang memang pantas untuk dibantu, dan juga pengacau yang selalu muncul menghebohkan negara-ne...
