"Bagaimana cara kau mengetahuinya Sasi?" Tanya Merry sekali lagi.
"Ah, sebenarnya setiap hari aku selalu memperhatikan.. tidak.. merasakan getaran dari berbagai macam orang. Disekolah, kebanyakan dari mereka hanyalah anak-anak biasa, tapi ada juga yang kekuatannya diatas rata-rata seperti beberapa anak dari club Karate, Judo, dan Taekwondo.'' Sasi tersenyum kecil.
"Aku bisa membedakan bagaimana getaran langkah kaki mereka dan secara tak sadar aku selalu mengukur kekuatan mereka dari getaran langkah kaki mereka. Dan... sering kali musuh ayah angkatku selalu menyewa orang amatir dan profesional untuk mencuri dokumen ataupun membunuh kami, kadang mereka berniat membunuhku dan masuk kekamarku. Karena itu aku tahu bagaimana getaran langkah kaki orang terlatih atau profesional.''
Sasi menghela napas.
"Dan sebenarnya, aku sudah merasakan getaran langkah kalian berenam sejak pertamakali aku masuk kesekolah. Tapi aku berusaha mengabaikannya karena, aku takut. Aku.. belum pernah merasakan getaran sesamar itu sebelumnya. Tapi, kebetulan waktu itu kita berpapasan di koridor, dan aku sengaja menabrakkan diriku ke Kak Zen karena sangat penasaran. Dan ternyata.. kalian tak menyadari tindakanku yang ku sengaja.''
Tak ada satupun dari mereka yang membuka suara. Mereka hanya melihat Sasi dengan seriusnya.
Sasi hanya menganggapnya lalu dan terus bercerita.
"Tapi, saat aku dirumah Kak Zen.. ternyata ada orang-orang dengan langkah kaki lebih samar dari kalian. Saat itu aku benar-benar takut, sekaligus heran. Dan tante Mia, ah maksudku mama.. bahkan aku sangat kaget karena tak menyadari keberadaannya sesaat setelah aku sadar sampai saat ia menegurku.'' Kata Sasi lalu meminum jus jeruknya.
"Tentu saja.. aunty kan pemimpin SA.'' Kata El mengangkat bahunya dengan cuek.
"Sebenarnya, ada beberapa orang yang kuatnya hampir setara dengan kalian diruangan ini.'' Kata Sasi melirik kearah seseorang yang sedang berjalan melewati mejanya.
"Benarkah?!'' Zen dengan antusiasnya bertanya lalu berdiri dengan tiba-tiba sambil memegang segelas cola sehingga tumpah mengenai seseorang dengan jas hitam yang sedang berjalan disamping meja mereka.
Sasi melotot kaget melihat kejadian itu.
"Ck! Kenapa kau memberi tahunya Sasi?'' Kata Jerry putus asa yang berkata 'lagi-lagi ini terjadi'.
"Pffftt!'' El menahan tawanya dengan seringai lebarnya.
"Ah, nii-chan memang gila.'' Merry menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Hei! Kau gila?! Apa yang kau lakukan?!'' Kata orang berjas hitam itu dengan bahasa china kasarnya yang sama sekali tak dimengerti oleh Sasi.
"Ah, maaf aku tak sengaja. Aku akan membayar ongkos laundry mu.'' Jawab Zen dengan santainya menggunakan bahasa china.
"Kau main-main denganku! Dasar bocah brengsek!'' Teriaknya lalu melayangkan tinjunya.
Zen langsung menahan tangan orang itu lalu memutar tangannya dan melempar orang itu hingga terjatuh.
Saat itu Glenn langsung mengeluarkan beberapa lembar uang 100 yuan.
Sasi mengerutkan dahinya tak mengerti kenapa Glenn menaruhnya dibawah gelasnya yang sudah kosong.
Saat itu Sasi baru menyadari banyak orang-orang berjalan kearah mereka sambil mengeluarkan senjata api.
Sebagian para pengunjung itu ternyata rekan orang yang dilawan Zen, tentu saja mereka marah kalau salah satu temannya kini terkapar karena dihajar Zen.
KAMU SEDANG MEMBACA
Guardian Kids
AksiyonSEQUEL S.A!! Walaupun blm baca SA tetep nyambung kok. Jadi nggak harus baca prekuelnya. . Guardian Kids... itulah sebutan untuk mereka yang selalu membantu yang memang pantas untuk dibantu, dan juga pengacau yang selalu muncul menghebohkan negara-ne...
