Mission 1 - Next Generation

11.7K 999 26
                                        

"Kamu sedang apa Zen?'' Mia masuk kekamar anak laki-lakinya.

"Ah, ini daftar nama serta biodata lengkap para koruptor di asia yang dikirimkan Glenn, ma.'' Zen menjawab pertanyaan mamanya tanpa mengalihkan perhatiannya dari laptopnya.

"Hahhhh.. dasar nakal.'' Mia menghela nafas pasrah.

Flop!

Zen menutup laptopnya dengan sekali gerakan lalu memutar badannya hingga menghadap Mia.

Zen tersenyum jail lalu menatap Mia. "Bukannya mama dulu lebih nakal?''

"Eh? Papamu berbicara apa lagi tentang mama?'' Mia mengernyit heran.

"Semuanya.. aku tahu semuanya ma.'' Zen memeluk pinggang Mia.

"Semuanya?'' Tangan Mia meremas punggung Zen.

"Tenang saja ma, aku tak akan melakukan hal sekeji itu.'' Kata Zen lagi.

"Aku tahu S.A melakukannya karena terpaksa. Kalian sudah mengajari kami agar tak membunuh siapapun, jadi kami tak akan melakukannya. Karena itu percayalah pada kami.'' Zen menatap mata Mia dengan serius.

"Oke. But, becarefull! Mama gak ingin kalian terluka sedikitpun!'' Mia berkata

Zen mengangguk setuju.

"Ayo, papamu sudah menunggu kita di meja makan.'' Mia tersenyum lembut lalu menepuk pelan kepala Zen.

***
Razendra Almarez atau biasa dipanggil Zen, itulah nama putra semata wayang dari Aldo Kurniawan dan Mia Natasha. Mereka berdua adalah mantan agen rahasia gabungan dari dua organisasi terkenal didunia, CIA dan juga Interpol.

Mereka hidup dilingkungan yang sangat berbeda dari kehidupan remaja biasa. Bahkan setelah menikah dan mempunyai anak pun mereka masih belum bisa lepas dari dunia berbahaya itu.

(Baca S.A)

"Bagaimana dengan pekerjaan konyolmu itu Zen?'' Tanya Aldo selagi makan malam bersama papanya.

"Papa! Sudah kubilang itu nggak konyol sama sekali!'' Zen meninggikan suaranya.

"Kecilkan suaramu Zen.'' Mia memperingati anaknya.

"Oke, menurutmu itu tak konyol mencuri uang para pejabat koruptor lalu memberikan identitas kalian setiap mencuri?'' Aldo tersenyum mengejek.

"Itu bukan konyol pa, aku akan membuktikannya. Itu adalah ciri khas kami!'' Zen kembali membantah.

"Buktikan kata-katamu dengan tindakan Zen. Sepertinya kita akan menyelesaikan hal ini dibawah tanah lagi.'' Aldo menyeringai.

"Oke pa, yang kalah akan membersihkan rumah ini selama sebulan kedepan. Deal?''

"Deal.''

"Lanjutkan makan malam kalian, laki-laki berengsek!'' Bentak Mia kesal sambil melotot kearah suami dan anaknya.

Aldo dan Zen menciut dan mengangguk bersamaan.

Mia tersenyum geli melihat tingkah keluarganya itu.

***

"Ma..pa.. aku berangkat dulu.'' Zen berpamitan pada kedua orang tuanya sebelum berangkat kesekolah.

"Berhati-hatilah dalam pekerjaanmu Zen.'' Aldo berkata sambil membaca koran dimeja makan.

"Oke pa..''

"Harusnya kau menyuruhnya untuk berhati-hati dalam perjalanan ke sekolahnya dan mendapatkan nilai bagus pada anak kita, sayang.'' Mia menghela nafas pasrah.

Guardian KidsCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang