"Zen.''
"Ya, ma.''
"Mama sudah dengar soal Sasi dari Merry.'' terdengar suara helaan napas panjang. "Rebut dia Zen, jangan biarkan Sasi terluka lagi. Mama tak bercanda saat bilang kalau ia akan menikah denganmu nantinya.''
"Aku tau.'' Zen memandang kosong ke lantai.
"Kalau sampai Sasi kenapa-kenapa, mama bakal menghajarmu habis-habisan Zen, ingat itu!'' tegas Mia dengan dinginnya.
Zen tetap mengangguk walau mamanya tak bisa melihatnya, ''Alright ma, aku pasti akan menyelamatkannya.''
"Apakah disana ada cucu Hera?'' Tanya Mia lagi.
"Dia berada ditangan Lili, sama halnya seperti Sasi. Tapi suami dan rekan-rekannya bersama kami.''
"Suami? Maksudmu putra mahkota dari dunia bernama Gerwish itu?''
"Benar ma.''
"Mana dia? Bisakah mama bicara padanya?''
"Tak bisa ma. Dia baru saja pingsan karena kutukan sihir Lili.'' Zen melirik kearah Zelya, Elsy, Ersy, Indri dan Gildez yang menatapnya.
"Kalau begitu berhati-hatilah, kami akan membantu ketika urusan kami sudah selesai.'' Mia melunakkan suaranya.
"Oke.'' Jawab Zen patuh lalu sesaat kemudian sambungan telepon itu terputus.
***
"Kau sudah baikan kak?'' Zen bertanya ketika Orion membuka matanya.
"Ah, ya. Sepertinya begitu.''
"Kau yakin bisa mengikuti misi ini besok? Kondisimu tidak..''
"Jangan melarangku.'' Potong Orion lalu duduk menatap Zen tajam. "Tak akan kubiarkan kalian menghalangiku untuk mengikuti rencana ini. Luna isteriku, dia tanggung jawabku, dan aku adalah suaminya. Harus aku yang menyelamatkannya apapun yang terjadi.''
Zen tersenyum, ''Aku menyukai orang keras kepala sepertimu, kak. Dan aku juga tahu apa yang kau rasakan. Posisi kita saat ini kurang lebih sama.''
Zen berdiri lalu mengambil pistol semi otomatisnya dari balik pinggangnya.
"Ambil lah ini.'' Zen menyodorkan senjata itu dihadapan Orion.
Orion ragu, tapi ia tetap mengambilnya.
"Gunakan ini saat kau terdesak. Hanya saat kakak benar-benar membutuhkannya.'' Katanya sambil mengajarkan cara pakai benda itu pada Orion.
Tiba-tiba saja Zelya masuk dan memberitahu sebuah kabar buruk. Salah satu rekan mereka yang bernama Kian telah berkhianat. Tidak, lebih tepatnya dia diancam oleh Lily dengan menyandra adik perempuannya yang bernama Kinan. Lily berencana menggunakannya untuk ritual.
"Bagaimana dengan Sasi? Ia juga menculiknya untuk tujuan itu kan?'' Sahut Zen tiba-tiba.
"Itu juga benar, ia sudah mengumpulkan gadis perawan lebih dari sepuluh orang, termasuk Sasi dan Kinan.'' Zelya menjelaskan dengan cepat.
KAMU SEDANG MEMBACA
Guardian Kids
AcciónSEQUEL S.A!! Walaupun blm baca SA tetep nyambung kok. Jadi nggak harus baca prekuelnya. . Guardian Kids... itulah sebutan untuk mereka yang selalu membantu yang memang pantas untuk dibantu, dan juga pengacau yang selalu muncul menghebohkan negara-ne...
