Mission 16 - Don't Forget Me

5.9K 683 8
                                        

"Ze..n?''

"Ya, ini aku.. Zen.'' Zen terus mendekat kearah Sasi.

"Siapa..Zen?''

Deg!

Zen terpaku sesaat. Tanpa sadar air matanya meluncur begitu saja. Zen tak habis pikir apa yang sebenarnya terjadi pada Sasi sehingga ia bisa melupakan dirinya.

Zen menghapus air matanya dengan cepat dan kembali tersenyum lembut, ''Ini aku.. Zen. Orang yang akan melindungimu.''

Sasi kembali menatap Zen dengan ragu. "Me..lindungi..ku?''

"Ya, aku akan melindungimu.. jadi tak usah khawatir, Sasi.'' Zen terus mendekat kearah Sasi perlahan. Sedikit lagi... hanya beberapa langkah lagi saja yang ia perlukan..

"Be..benarkah? Kau tak akan membunuhku?'' Sasi mengangkat kepalanya dan menatap Zen dengan ragu.

"Nggak Sasi, aku akan melindungimu, apapun yang terjadi.'' Zen akhirnya sampai dihadapan Sasi dan berjongkok didepannya.

"Aku janji.'' Zen tersenyum lembut sambil mengulurkan kelingkingnya.

"Zen..'' Sasi bergumam sambil menatapnya.

"Hmm?'' Jawab Zen tersenyun hangat. Sekali lagi ia mengulurkan jari kelingkingnya ke arah Sasi.

Dengan ragu Sasi mengulurkan jari kelingkingnya juga kearah Zen.

Perlahan Zen menarik tubuh Sasi keluar dari bawah kolong meja dan langsung memeluknya.

"Hangat..'' Sasi menelusupkan wajahnya di dada Zen.

Zen benar-benar tak tahan lagi melihat Sasi seperti ini. Air mata Zen kembali tumpah. Zen mengeratkan pelukannya pada Sasi, lalu menggendong dan mebawanya ke atas kasur.

Saat Zen melepaskan pelukannya, Sasi mencengkram baju Zen.

"Ja-jangan pergi...''

Zen mengelus lembut kepala Sasi, ''Aku tak akan kemana-mana.''

Zen mengambil segelas air dan obat yang ia genggam sedari tadi. "Minumlah.. agar kamu bisa tidur.''

Sasi melirik Zen lalu meminumnya dengan patuh. Setelah itu ia kembali berbaring dengan memeluk lengan Zen.

"Zen..jangan tinggalkan aku..'' bisik Sasi.

"Aku tak akan kemana-mana.'' Jawab Zen.

Mata Sasi mulai terasa berat, ''Zen..jangan..pergi..'' itulah kata-kata terakhir Sasi sebelum ia tertidur.

"Masuklah.. Sasi sudah tertidur.'' Kata Zen agak keras.

Pintu kamar Sasi pun terbuka perlahan. Mia, Vina serta Merry dan yang lainnya masuk kekamar Sasi.

"Kau berhasil.'' Vina tersenyun pada Zen.

Setelah itu Vina langsung memeriksa denyut nadi dan keadaan Sasi.

"Bagaimana?'' Tanya Mia khawatir.

"Keadaannya buruk, kurasa ia memerlukan terapi untuk traumanya. Kalau kondisinya seperti ini lagi bisa berbahaya untuk jiwanya.''

"Sekarang satu-satunya orang yang bisa menenangkannya adalah Zen. Zen kunci dari masalah ini. Berjanjilah padaku kau tak akan pergi dari sisinya Zen, apapun yang terjadi. Sasi sangat membutuhkanmu.''

"Aku akan menjaganya apapun yang terjadi.'' Jawab Zen sambil memandang Sasi yang tertidur dengan memeluk lengannya disampingnya.

El menatap Zen sedikit terkejut. El tahu Zen habis menangis. Tak hanya El, Merry dan yang lainnya pun tahu kalau ia menangis. Mereka bisa mendengar dengan jelas suara Zen yang berubah, dan juga matanya yang memerah.

Guardian KidsCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang