Mission 13 - Terror

5.8K 698 7
                                        

"Kenapa kamu nggak bilang ke kita sih Sasi?'' Tanya El lembut sambil mengobati luka-lukanya.

"Ma..maaf.'' Sasi terus menundukkan kepalanya.

Semuanya hanya diam..

Zen, Merry, Jerry, Glenn, bahkan Dev diam dan hanya duduk diruang tengah dalam keheningan.

"Kalian..'' El menoleh kearah Zen lebih tepatnya. "Jangan memasang wajah seperti itu. Kalian membuatnya takut.''

Diam-diam Sasi melirik ke arah Zen yang duduk tepat disamping kirinya.

"Ini salah kita.'' Jerry yang biasanya diam mulai berbicara.

"Ia menjadi seperti ini karena dekat dengan kita.'' Jerry melirik ke arah Sasi.

"Bu..bukan!'' Sasi menyangkal.
"Ini karena aku yang lemah, ini tak ada hubungannya sama sekali dengan kalian. Pokoknya..ini masalahku.'' Sasi berdiri lalu berjalan menaiki tangga kekamarnya dengan menyeret sebelah kakinya yang sakit.

Zen yang melihatnya langsung mengejarnya dan menggendongnya paksa.

"Tu..turunkan aku! Aku bisa jalan sendiri.'' Sasi memberontak.

Zen tak menanggapinya dan terus menggendongnya hingga kamar.

Zen menurunkan Sasi diatas kasurnya, lalu pergi dan menutup pintu.

"Istirahatlah.'' Kata Zen sebelum menutup pintunya.

Sasi hanya bengong sekaligus kaget. Ini pertama kalinya Zen begitu dingin padanya.

"Aku yakin dia marah.'' Gumam Sasi merasa bersalah.

***

Sasi tak bisa tidur saat malam, semua luka ditubuhnya terasa nyeri. Ia hanya berbaring dikasurnya.

Cklekk!

Pintu kamar Sasi terbuka, dan seseorang masuk perlahan.

Sasi tak bisa melihat dalam gelap karena itu ia tak tahu siapa yang masuk kekamarnya.

Saat orang itu mendekat, Sasi buru-buru menutup matanya dan berura-pura tidur.

Orang itu kemudian duduk ditepi kasur Sasi dan diam agak lama.

Tak disangka-sangka ia menggenggam tangan Sasi dan membisikkan sesuatu yang membuat jantung Sasi berdegub kencang, dan lewat suaranya pula Sasi akhirnya tahu kalau orang itu adalah Zen.

Saat Zen berbalik dan keluar kamar Sasi, Sasi kembali membuka matanya dan memikirkan apa yang dibisikkan oleh Zen tadi.

***

Sasi bangun paling pagi seperti biasanya. Setelah mandi dan memakai seragam dengan rapih, ia pergi ke dapur untuk menyiapkan sarapan.

"Apa yang kamu lakukan?'' Tanya seseorang yang sedang sibuk memasak didapur.

"Ha?'' Sasi tak mengerti.

"Apa yang kamu lakukan? Siapa yang mengijinkanmu masuk sekolah dengan luka seperti itu?!'' Kata Mia menatap Sasi.

Sejak Mia tahu Sasi sakit ia menginap di markas GK karena khawatir pada Sasi.

"Ta..tapi ma..''

"Nggak ada tapi tapian, kamu gak boleh masuk sekolah untuk sementara luka kamu belum sembuh.''

Sasi hanya diam menatap Mia, tak tahu harus berkata apa.

"Duduklah..'' perintah Mia pada Sasi, dan Sasi menurutinya.

Setelah setengah jam lamanya satu persatu anggota GK muncul di ruang makan tempat Sasi duduk.

"Kenapa kau memakai seragammu?'' Tanya Merry menatap Sasi heran.

Guardian KidsCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang