Happy Reading 💕
Aku bergegas mandi ketika menangkap sinar matahari yang berusaha masuk kedalam kamarku pagi ini. Kegugupan semakin menjadi ketika melihat jam dinding sudah menunjukkan pukul tujuh pagi. Apalagi sejak tadi omelan ibu tak henti kudengar.
Semua ini gara-gara aku begandang memikirkan hal yang tidak penting kemarin malam. Apalagi karena itu, aku harus menyelesaikan tugasku sampai larut malam. Belum lagi mata yang tak kunjung bisa terlelap hingga pukul satu malam.
"Sya sudah jam tujuh loh, kamu mau berangkat jam berapa mandi saja satu jam." Teriak ibu dari luar sana.
"Iya.. Iya Bu sebentar lagi selesai." Jawabku dari dalam kamar mandi.
Aku pun dengan segera menyelesaikan mandiku. Bahkan dengan kecepatan tinggi aku bergantai pakaian dan mempoleskan sedikit make up natural diwajahku. Seperti orang dikejar maling, sebut saja begitu. Setelah semua selesai, aku pun keluar kamar dan menuju ruang makan yang disana sudah ada Ayah dan Ibu.
"Sya tidak sarapan dulu?" Tanya Ayah ketika melihatku sudah ada didepannya.
"Tidak Yah, sudah telat ini. Tasya berangkat dulu ya." Jawabku sambil berpamitan dengannya.
"Makan roti saja atau minum susu, Ibu sudah membuatkan susu coklat untukmu." Ujar Ibu seraya memberiku segelas susu coklat yang sudah mulai mendingin, sepertinya sudah dari tadi ibu membuatnya.
"Terima kasih bu, ya sudah tasya berangkat. Assalamu'allaikum." Ucapku setelah meneguk habis susu buatan Ibu.
"Hati-hati dijalan Sya."Pesan Ibu setelah mencium pipiku.
Ini kebiasaan kami berdua yang masih terkadang kami lakukan. Setelah aku menyalami tangannya, Ibu pasti akan mencium pipiku berbeda dengan Ayah yang lebih suka mengacak rambutku daripada mecium pipiku.
"Oke" Jawabku kemudian berlalu meninggalkan mereka berdua.
***
Hari ini Rafi mengabariku kalau dia sudah dijemput oleh Mamanya karena dia pulang pagi. Aku menyuruhnya menungguku dirumahku karena aku akan memberikan pistol-pistolannya yang kemarin belum kuberikan padanya.
Setelah pulang kuliah aku langsung pulang, sesampai dirumah kulihat ada mobil didepan rumah makan Ayah. Ya Ayahku juga memiliki rumah makan setelah pensiun, tak hanya di Jakarta tapi juga di Bandung dan Malang.
"Tumben Ayah memiliki pelanggan yang membawa mobil sebagus itu, biasanya tidak." Pikirku dalam hati.
Saat aku memasuki garasi rumahku, aku mendengar sikecil kesayanganku berteriak memanggilku. Aku tersenyum padanya kemudian aku memilih masuk kedalam rumah makan Ayah yang terletak didepan rumah. Rafi juga mengikutiku memasuki rumah makan Ayah.
Bisa dibilang rumahku seperti ruko hanya saja rumahku masih memiliki halaman yang luas lanyak kebun karena Ibu sangat senang jika memiliki taman di rumah. Halaman belakang rumah saja disulap seperti taman oleh Ayah hanya untuk menyenangkan hati Ibu. Ah, ingin rasanya memiliki suami seperti Ayah.
"Kak Sya, besok saja ya menjemputku?" Ucap Rafi disela-sela perjalanan kami memasuki rumah makan Ayah.
"Oke. Pasti sayang." Jawabku kemudian mengacak pelan rambutnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Mr Airplane [Complete/Revisi]
RomanceApa kau benar-benar mencintaiku? Atau kau hanya mengabulkan permintaan anakmu yang menginginkan aku menjadi ibunya? Pikirkan itu sebelum kau menikahiku. Kuharap kau tak hanya menuruti permintaan anakmu tapi juga benar-benar mencintaiku. #6-kehidupan...
![Mr Airplane [Complete/Revisi]](https://img.wattpad.com/cover/81941702-64-k639331.jpg)