20-Perubahannya (Fiya Anastasya) / Revisi

13.6K 564 5
                                        

Happy reading🤗

Tak terasa sudah satu bulan aku menjadi istri Kak Vero. Kini kita tinggal dirumah baru, rumah yang dibeli oleh Kak Vero sebelum kami menikah. Kami tinggal tidak jauh dari rumah ibu dan ayah hanya saja Kak Vero memilih komplek perumahan berbeda dengan ayah dan ibu yang berada di luar komplek perumahan. Namun meskipun aku sudah tidak satu rumah dengan orang tuaku, aku tetap berkunjung kerumah orang tua ku setelah pulang kuliah atau setelah menjemput Reyhan pulang sekolah.

Tiga minggu yang lalu Kak Vero sudah kembali bekerja. Dia juga mengatakan akan berpindah tugas dibandara yang berada di Jakarta. Dia mengatakan pada Reyhan jika hari ini dia akan pulang. Selama dia bekerja yang dia hubungi adalah Reyhan. Satu kali saja dia tidak pernah menghubungiku. Kadang aku bertanya pada diriku sendiri, apa aku tidak dianggap olehnya? Bahkan aku adalah istrinya saat ini.

Tapi seharusnya aku tidak boleh beranggapan negatif seperti itu terhadap suamiku. Aku telah menerimanya, itu berarti aku harus menerima apapun tentang dia. Tidak peduli apapun yang dia lakukan padaku karena aku percaya dia mencintaiku. Bukankah jika kita mencintai seseorang yang pertama kita tanamkan adalah rasa saling percaya terhadap pasangan kita? Maka dari itu aku mencoba untuk percaya kepada Kak Vero dan tetap berbaik sangka dengannya.

Aku percaya walaupun kenyataannya aku merasa sakit jika memikirkannya. Namun ada satu alasan kuat yang membuatku percaya padanya, alasan itu tak lain karena aku sangat mencintainya. Kadang aku juga merasa iri dan cemburu pada pesawat yang kau kendarai. Karena apa? Karena dia selalu bersamamu. Bahkan waktumu lebih banyak dengan pesawat yang kau kendarai itu daripada denganku dan juga Reyhan.

Kubuang jauh-jauh pikiran burukku, kecemburuanku bahkan aku mencoba menyimpan diam-diam kerinduanku padanya. Daripada aku memikirkan hal-hal yang tidak penting lebih baik aku memasak, memasak makanan spesial kesukaan Kak Vero. Aku yakin dia pasti senang karena aku memasakan yang spesial untuknya. Dan semoga masakanku menghilangkan lelahnya selepas penerbangannya yang begitu padat.

***

Satu minggu telah berlalu, dan aku benar-benar merasakan seperti inikah menikah dengan seorang pilot? Dalam seminggu ini Kak Vero lebih sering bolak-balik pulang kerja mungkin karena dia juga sudah ditugaskan di bandara Jakarta. Namun seperti bukan itu alasannya, karena kemarin juga dia tiga minggu baru pulang kerumah. Mungkin karena memang jadwalnya yang suka berubah-ubah.

Pagi ini suara adzan subuh membuatku terpaksa untuk membuka mata. Rasa lelah masih menyeruak disekujur tubuhku, kulihat disampingku kosong. Apa dia sudah berangkat kerja? Ataukah Kak Vero ada dikamar mandi? Namun saat aku mencarinya dia tidak ada, dia bahkan tidak kutemui di semua ruang dirumah ini. Apakah memang benar Kak Vero sudah berangkat kerja?

Untuk kedua kalinya ia meninggalkanku yang masih tertidur tanpa sehelai benangpun. Akhir-akhir ini aku bahkan berfikir jika aku seperti jalang yang ketika bangun di pagi hari ditinggalkan dalam keadaan tanpa sehelai benang. Dia pergi begitu saja tanpa menungguku bangun atau membangunkanku. Apa karena dia tidak tega membangunkanku? Padahal dengan menulis pesan singkat di note juga bisa bukan, apa tidak sempat?

Dulu awalnya aku berfikir bahwa dia sedang buru-buru maka dari itu dia meninggalkanku ketika aku masih tertidur. Tapi kali ini seperti sebuah kesengajaan. Dia benar-benar berubah setelah menikah. Dia kembali dingin dan seakan tidak peduli denganku. Bahkan sikap manisnya hanya pada saat dulu dia mengejarku, apa itu hanya untuk membuatku menerimanya? Jika saat ini dia bersikap manis padaku itu hanya dia lakukan ketika akan meminta haknya dariku. Apa maksud dari ini semua Tuhan?

Mr Airplane [Complete/Revisi]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang