Happy Reading guys.😊🙆🙆😊
Aku menangis, tidak tau apa yang harus aku lakukan sekarang. Pria yang kurindukan saat ini tidak diketahui keberadaannya. Ini semua salahku kalau saja dulu aku mau ikut pulang bersamanya, kalau saja aku tak menyuruhnya menjemputku kembali semua ini tidak mungkin terjadi. Dan aku baru tau, jika dia tidak pergi meninggalkanku sama seperti yang ada dalam fikiranku. Namun kini aku takut, jika dia akan benar-benar pergi meninggalkanku.
Beberapa menit yang lalu salah satu temannya menelfonku, memberi kabar yang sangat menyakitkan.
#Flashback on.
"Halo dengan siapa ya?" Tanyaku pada seseorang diseberang sana yang saat ini menelfonku.
"Apa benar ini Tasya?" Tanyanya padaku.
"Iya saya Tasya ada apa ya?" Tanyaku pada laki-laki penelfon itu yang entah siapa aku juga tidak tau.
"Saya Andri temannya Vero. Apa sekarang Vero sudah sampai di Jakarta?" Tanyanya padaku.
"Belum, memang kenapa ya?" Tanyaku kembali padanya, karena aku pun tidak tau jika Pak Vero akan ke Jakarta hari ini.
"Begini Sya, tadi Vero pamit ke Jakarta mau menjemput kamu katanya. Beberapa saat setelah pesawat yang membawa Vero take off aku mendapat kabar bahwa sebenarnya keadaan atau cuacanya tidak baik untuk melakukan penerbangan dan saat ini pesawat yang ditumpanginya belum juga ditemukan keberadaannya." Penjelasannya padaku.
"Apa!" Ucapku terkejut.
"Kamu tenang dulu Tasya, disini kita juga sedang mencari informasi tentang keberadaan pesawat yang membawa Vero, tadi sebelum dia berangkat aku sudah memberitahunya jika lebih baik berangkat besok pagi karena perasaanku sudah tidak enak saat dia mengatakan akan berangkat malam ini tapi dia mengabaikan saranku dan tetap nekat untuk berangkat malam ini." Ungkapnya.
"Mengapa dia selalu bertindak seenaknya sih, terus bagaimana keadaan dia sekarang? Aku takut terjadi apa-apa dengan dia, kenapa dia bodoh sekali sih." Kataku sambil menangis.
"Karena dia mencintaimu" Jawabnya singkat, dan karena hal itu membuatku semakin menangis karena sudah berfikir buruk tentangnya.
"Aku mohon, secepatnya cari tau tentang keberadaan pesawat yang membawa Pak Vero." Kataku memohon.
"Ya, kamu tenang ya. Aku akan secepatnya mengabarimu nanti." Katanya.
"Terima kasih." Kataku.
"Sama-sama." Kataku kemudian mengakhiri telefon kami.
#Flashback Off
Kenapa dia bodoh sekali tidak seharusnya ia pergi malam-malam begini bukankah besok pagi juga tidak masalah. Ya Tuhan kumohon, lindungi dia dimanapun ia berada. Kembalikan dia padaku, izinkan aku melihatnya sekali lagi Tuhan, aku mencintainya. Izinkan sekali saja aku bersamanya. Aku tidak akan lagi menolaknya. Jangan bawa dia pergi Ya Allah, kumohon.
Tak berhenti aku menangis karena menyesali kesalahanku. Bahkan aku bingung apa yang harus aku lakukan sekarang selain berdoa kepada Tuhan dan menunggu kabar dari temannya Pak Vero tadi. Dan kenapa juga temannya Pak Vero belum juga memberiku kabar.
"Haaaa...aaa.." Aku menangis berteriak sekencang-kencangnya tidak peduli jika ayah dan ibu tau.
Tapi anehnya ayah dan ibu tidak terkejut sama sekali bahkan mereka juga tidak mendatangiku, apa dikira aku sedang menonton drama begitu? Menyedihkannya lagi tanpa kuduga tiba-tiba listrik rumahku padam.
KAMU SEDANG MEMBACA
Mr Airplane [Complete/Revisi]
RomanceApa kau benar-benar mencintaiku? Atau kau hanya mengabulkan permintaan anakmu yang menginginkan aku menjadi ibunya? Pikirkan itu sebelum kau menikahiku. Kuharap kau tak hanya menuruti permintaan anakmu tapi juga benar-benar mencintaiku. #6-kehidupan...
![Mr Airplane [Complete/Revisi]](https://img.wattpad.com/cover/81941702-64-k639331.jpg)