18-Wedding Day (Fiya Anastasya) / Revisi

13.5K 594 4
                                        

Happy Reading 😊😊




Hari ini adalah hari pernikahanku, pernikahan yang tidak kuduga sama sekali. Bahkan diantara aku dan Kak Vero tidak ada kata pacaran tetapi dia langsung melamarku. Masih teringat jelas penjelasannya pada saat kita berada di ancol waktu itu, penjelasan yang membuatku semakin yakin untuk mencintainya.


#Flashback On.

"Jangan dong sayang. Oke-oke aku akan menceritakannya." Katanya.

"Cepetan." Ucapku.

"Iya. Begini selama 5 bulan terakhir aku memang sengaja tidak menghubungimu karena aku ingin tau apa aku akan merindukanmu, apa aku juga akan memikirkanmu ketika aku tidak menghubungimu." Jelasnya.

"Lalu apa yang kakak rasakan?" tanyaku memotong penjelasannya.

"Yang aku rasakan.." Jawabnya namun ia menggantungkan perkataannya.

"Apa kak?" Tanyaku yang penasaran tadi.

"Ya, jawabannya iya Tasya. Aku merindukanmu aku juga memikirkanmu, tak pernah sedetikpun aku berhenti memikirkanmu dan sungguh 5 bulan itu benar-benar menyiksaku." Ucapnya.

Mendengar kata-katanya itu membuatku tersenyum kemudian aku kembali mendengarkan penjelasannya.

"Aku merindukan kecerewetanmu, kebawelanmu, sifat galakmu dan semua tentangmu apalagi rasa bibirmu." Ucapnya yang membuatku tadi tersenyum berubah cemberut. Melihat aku cemberut ia malah tertawa kemudian ia kembali melanjutkan penjelasannya.

"Tenang hanya untuk hari itu aku khilaf, aku tidak akan mengulanginya lagi sebelum kita sah dimata agama dan negara. Aku lanjut ya, hingga suatu hari Andri menyadari perubahanku yang sering melamun. Ia pikir aku melamunkan Rena tapi itu tidak benar Sya. Andri salah jika aku memikirkan Rena karena yang benar adalah aku memikirkanmu bahkan semenjak kejadian malam itu dimana aku mengatakan will you marry me kepadamu, pada saat itu pula aku sudah mengganti posisi Rena dengan dirimu dihatiku. Aku juga menceritakan semuanya pada Andri karena dia sahabat baikku, aku juga memberitahunya tentang rencana pada liburan aku akan menjemputmu, membawamu pulang bersamaku entah apapun yang harus aku lakukan yang pasti aku akan membawamu pulang dan muncul lah ide gila Andri yang awalnya aku menolak tapi dia memaksaku dan menyakinkanku jika ide ini akan berhasil membawamu pulang." Ujarnya.

"Ide?" Kataku sambil mengerutkan dahiku.

"Ide untuk membuat kamu khawatir. Dia menyuruhku untuk melarang Reyhan menghubungimu dan juga tentang kebohongan semalam. Kemarin itu, siang hari aku dan keluargaku sudah sampai di Jakarta bahkan ayah dan ibumu juga sudah tau." Ucapnya.

"Jadi ibu memasak banyak makanan itu karena sudah tau kamu dan keluargamu akan datang dan ternyata tamu ayah itu kamu?" Tanyaku padanya.

"Iya dan malamnya Andri beraksi melakukan aktingnya untuk membohongimu hingga membuatmu berteriak dan menangis." Jawabnya.

"Kamu sudah berada dirumahku saat itu?" Tanyaku lagi padanya, sungguh aku tidak habis fikir jika semua sudah dia rencanakan seperti itu.

"Iya. Kak Meira juga memberiku ide untuk memadamkan listrik rumahmu agar kamu makin takut dan jadilah kejutan kemarin malam itu. Ketika melihat wajahmu yang begitu mengkhawatirkanku membuatku yakin detik itu juga aku ingin melamarmu." Ucapnya.

"Tidak dengan kejutan seperti itu pula kali kak. Bahkan kalian tega ya dan untung saja aku tidak jantungan dan meninggal detik itu juga." Ucapku kesal, namun jika boleh jujur aku sangat bahagia karena dia telah melamarku dan telah mencintaiku.

"Yaa jangan dong Yang, kita belum nikah loh." Katanya.

"Salah sendiri, aku kan khawatir banget." Ucapku.

Mr Airplane [Complete/Revisi]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang